11 Point yang WAjib Ada di Proposal Usaha

Proposal usaha merupakan sarana yang digunakan oleh seorang pengusaha untuk merangkum segala aspek yang mencakup usaha yang nantinya akan didirikan dimana biasanya berbentuk dokumen tertulis yang menggambarkan semua unsur, baik internal maupun eksternal yang memengaruhi usaha yang akan dijalankan nantinya.

Proposal usaha sangat berguna sebagai pedoman untuk bergerak dan berkembang atau bisa dikatakan sebagai acuan dalam melakukan kegiatan usaha. Sebenarnya, proposal usaha tidaklah sulit akan tetapi tak bisa pula secara serta merta dianggap sebagai hal yang sepele mengingat semua isi dari proposal tersebut sangat penting dan berguna bagi si pengusaha itu sendiri.

Dengan demikian, apakah ada aturan baku mengenai pembuatan proposal usaha tersebut? Jawabannya tidak. Proposal usaha terkesan fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan keinginan sang pengusaha tersebut.

Meskipun tidak ada aturan baku, seorang awam yang ingin mencoba membuat proposal usaha sendiri tentulah sangat memerlukan contoh susunan draft proposal usaha tersebut. Benar, bukan? Ya, bisa dibilang contoh susunan draft proposal usaha tersebut bisa dijadikan acuan dalam pembuatan proposal usaha itu sendiri.

Berikut ini merupakan contoh susunan draft proposal usaha yang bisa Anda contoh :

  1. Judul berisikan nama atau jenis usaha yang akan dibangun atau yang telah berjalan
  2. Bagian pertama mengenai penjelasan tentang usaha. Misalnya penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan, latar belakang pemilihan bidang usaha dan prospek usaha di masa mendatang, keunggulan bidang usaha yang dipilih, serta kendala bisnis beserta antisipasi pemecahannya.
  3. Di bagian selanjutnya akan menguraikan secara rinci tentang spesifikasi dari sebuah produk, misalnya ukuran, jenis, kegunaan, keistimewaan, kuantitas hasil produk setiap periode, permintaan dan kebutuhan konsumen, persaingan pasar, sumber daya yang menunjang pembuatan produk, hingga daya beli konsumen. 
  4. Menjelaskan tentang setting usaha atau lokasi usaha akan dibangun
  5. Menetapkan segmen pasar, target konsumen, strategi pemasaran termasuk juga kebijakan harga
  6. Menjelaskan posisi usaha dan persaingannya dalam pasar. Perusahaan juga dituntut harus bisa menggambarkan strategi yang akan dijalankan untuk memenangkan persaingan tersebut.
  7. Menjelaskan secara rinci mengenai laporan keuangan. Seperti rencana modal, estimasi biaya, dan pendapatan untuk usaha yang belum dibangun. Sedangkan yang telah memiliki usaha wajib menyertakan laporan keuangan yang lalu dalam rencana usaha sehingga bisa menilai kemampuan riil maupun potensi perusahaan.
  8. Menjelaskan secara detail tentang manajemen usaha yang meliputi bentuk kepemilikan, struktur modal, peranan organisasi perusahaan, status badan hukum usaha yang akan dijalankan
  9. Menjelaskan susunan personalia dalam struktur organisasi perusahaan, lengkap dengan jumlah pegawai dan latar belakang pendidikan dalam merekrut karyawan yang akan dipekerjakan nantinya.
  10. Memberikan rincian alokasi penggunaan dana untuk menarik para kreditor dan investor yang sangat berguna dalam penambahan modal pada usaha Anda tersebut
  11. Melampirkan dokumen-dokumen penting perusahaan seperti akta pendirian perusahaan, SIUP, sertifikat tanah, dan lain sebagainya yang bisa menguatkan bahwa usaha Anda tersebut telah sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga tidak ada yang perlu diperhatikan.

11 point di atas hanyalah draft yang tidak baku dimana susunan proposal usaha bisa disesuaikan dan dibuat dengan baik, sehingga Anda dapat menjalankan usaha dengan lebih mudah dan teratur, serta mampu pula membantu Anda mendapatkan bantuan modal jika proposal tersebut menarik oerhatian para kreditur dan investor.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat Datang Di Grapadi Konsultan
WhatsApp
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanPortugueseSpanish