Mengenal Optimalisasi Aset Secara Umum

Optimalisasi aset merupakan suatu proses kerja manajemen aset dalalm rangka penggunaan dan pemanfaatan aset yang bertujuan untuk mengoptimalkan aset tersebut. Untuk dapat mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan suatu aset, harus dicari faktor penyebab ketidakoptimalan penggunaan dan pemanfaatan aset tersebut.  Fakto-faktor penyebab ini dapat meliputi berbagai aspek diantaranya legal, fisik, nilai ekonomi dan faktor lainnya. Optimalisasi aset ini diharapkan dalam waktu singkat akan menghasilkan penggunaan dan pemanfaatan aset yang efektif dan efisien.

Optimalisasi aset merupakan proses kerja dalam manajemen aset yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi fisik, lokasi, nilai, jumlah/volume, legal, dan ekonomi yang dimiliki aset tersebut, Sutrisno (2004). Pada tahap ini aset-aset yang dimiliki negara diidentifikasi dan dikelompokkan berdasarkan potensi dari aset tersebut. Sedangkan menurut Nugent (2010)optimizing the utilization of asset is terms of service benefit and financial returns. Optimalisasi pemanfaatan aset adalah hubungan antara kegunaan layanan dan imbalan keuntungan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa optimalisasi aset merupakan pengoptimalan pemanfaatan dari sebuah aset dimana dapat menghasilkan manfaat yang lebih atau juga mendatangkan pendapatan.

Analisis optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan aset digunakan untuk mengidentifikasi dan memilah aset yang masuk ke dalam aset opersasional atau aset non operasional (Siregar, 2004). Untuk aset operasional, dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk mengetahui apakah aset operasional tersebut sudah optimal atau belum penggunaan dan pemanfaatannya. Sedangkan untuk analisis terhadap aset non operasional yang dilakukan terhadap kondisi eksisting suatu aset. Untuk mengetahui pemanfaatannya sudah optimal, dilihat dari penggunaan aset dari aspek ekonomis. Sebagaimana disebutkan oleh Siregar (2004) bahwa untuk mengoptimalkan suatu aset harus dibuat sebuah formulasi strategi untuk meminimalisasi dan menghilangkan ancaman dari faktor lingkungan dan untuk aset yang tidak dapat dioptimalkan harus dicari penyebabnya.

Menurut Siregar (2004) bahwa optimalisasi pengelolaan aset itu harus memaksimalkan ketersediaan aset (maximize asset availability), memaksimalkan penggunaan aset (maximize asset utilization), dan meminimalkan biaya kepemilikan (minimize cost of ownership). Untuk mengoptimakan suatu aset dapat dilakukan melalui Highest and Best Use Analysis, Siregar (2004). Hal ini dapat dilakukan dengan meminimalisasi atau menghilangkan hambatan atau ancaman atas pengelolaan aset-aset tersebut. Sehingga optimalisasi dari suatu aset yang berstatus idle capacitybisa dilakukan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa optimalisasi aset bertujuan untuk mengidentifikasi aset, untuk mengetahui aset yang perlu dioptimalkan dan bagaimana cara mengoptimalkan aset tersebut. Pada akhirnya diperoleh rekomendasi yang berupa sasaran, strategi, dan program untuk mengoptimakan aset yang diteliti.

Menurut Djumara (2007:23) secara umum ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan optimalisasi aset diantaranya sebagai berikut:

1. Identifikasi aset, inventarisasi fisik dan legal

Melakukan pendataan terhadap temuan aset yang dimiliki yang mencakup ukuran, fisik, legal status, dan kondisi aset. Kemudian melakukan identifikasi kelengkapan dokumen-dokumen legalnya atas aset bermasalah yang pada akhirnya dapat memberikan legal opinion.

2. Penilaian aset tetap

Melakukan kegiatan penilaian untuk mengetahui nilai pasar (market value) atas objek properti dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dan metode penilaian yang lazim digunakan, yaitu:

  1. Pendekatan data pasar (market data approach) dengan metode perbandingan langsung (direct comparison)
  2. Pendekatan biaya (cost approach) dengan metode biaya pengganti baru yang disusutkan (depreciated replacement cost)
  3. Pendekatan pendapatan (income approach) dengan metode arus kas terdiskonto (discounted cash flow)
  4. Pendekatan pengembangan tanah (land development approach) dengan land residual method.
  5. Analisis optimalisasi pemanfaatan fixed assets.

Analisis optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan aset digunakan untuk mengidentifikasi dan memilah aset yang masuk ke dalam aset opersasional atau aset non operasional (Siregar, 2004). Untuk aset operasional, dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk mengetahui apakah aset operasional tersebut sudah optimal atau belum penggunaan dan pemanfaatannya. Sedangkan untuk analisis terhadap aset non operasional yang dilakukan terhadap kondisi eksisting suatu aset. Untuk mengetahui pemanfaatannya sudah optimal, dilihat dari penggunaan aset dari aspek ekonomis. Sebagaimana disebutkan oleh Siregar (2004) bahwa untuk mengoptimalkan suatu aset harus dibuat sebuah formulasi strategi untuk meminimalisasi dan menghilangkan ancaman dari faktor lingkungan dan untuk aset yang tidak dapat dioptimalkan harus dicari penyebabnya.

Sistem Informasi Msnajemen Aset (SIMA) merupakan suatu sistem informasi penggunaan dan pengelolaan aset. Objek pengembangan sistem informasi manajemen aset (SIMA) sebagai alat untuk optimalisasi dan efisiensi pengelolaan aset.

Read More
admin Oktober 10, 2018 0 Comments

Studi Pemanfaatan Tertinggi dan Terbaik

Optimalisasi aset merupakan suatu proses kerja manajemen aset dalalm rangka penggunaan dan pemanfaatan aset yang bertujuan untuk mengoptimalkan aset tersebut. Untuk dapat mengoptimalkan penggunaan dan pemanfaatan suatu aset, harus dicari faktor penyebab ketidakoptimalan penggunaan dan pemanfaatan aset tersebut.  Fakto-faktor penyebab ini dapat meliputi berbagai aspek diantaranya legal, fisik, nilai ekonomi dan faktor lainnya. Optimalisasi aset ini diharapkan dalam waktu singkat akan menghasilkan penggunaan dan pemanfaatan aset yang efektif dan efisien.

Optimalisasi aset merupakan proses kerja dalam manajemen aset yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi fisik, lokasi, nilai, jumlah/volume, legal, dan ekonomi yang dimiliki aset tersebut, Sutrisno (2004). Pada tahap ini aset-aset yang dimiliki negara diidentifikasi dan dikelompokkan berdasarkan potensi dari aset tersebut. Sedangkan menurut Nugent (2010)optimizing the utilization of asset is terms of service benefit and financial returns. Optimalisasi pemanfaatan aset adalah hubungan antara kegunaan layanan dan imbalan keuntungan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa optimalisasi aset merupakan pengoptimalan pemanfaatan dari sebuah aset dimana dapat menghasilkan manfaat yang lebih atau juga mendatangkan pendapatan.

Analisis optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan aset digunakan untuk mengidentifikasi dan memilah aset yang masuk ke dalam aset opersasional atau aset non operasional (Siregar, 2004). Untuk aset operasional, dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk mengetahui apakah aset operasional tersebut sudah optimal atau belum penggunaan dan pemanfaatannya. Sedangkan untuk analisis terhadap aset non operasional yang dilakukan terhadap kondisi eksisting suatu aset. Untuk mengetahui pemanfaatannya sudah optimal, dilihat dari penggunaan aset dari aspek ekonomis. Sebagaimana disebutkan oleh Siregar (2004) bahwa untuk mengoptimalkan suatu aset harus dibuat sebuah formulasi strategi untuk meminimalisasi dan menghilangkan ancaman dari faktor lingkungan dan untuk aset yang tidak dapat dioptimalkan harus dicari penyebabnya.

Menurut Siregar (2004) bahwa optimalisasi pengelolaan aset itu harus memaksimalkan ketersediaan aset (maximize asset availability), memaksimalkan penggunaan aset (maximize asset utilization), dan meminimalkan biaya kepemilikan (minimize cost of ownership). Untuk mengoptimakan suatu aset dapat dilakukan melalui Highest and Best Use Analysis, Siregar (2004). Hal ini dapat dilakukan dengan meminimalisasi atau menghilangkan hambatan atau ancaman atas pengelolaan aset-aset tersebut. Sehingga optimalisasi dari suatu aset yang berstatus idle capacitybisa dilakukan.

Siregar (2004:776), menyebutkan bahwa tujuan optimalisasi aset secara umum antara lain:

  1. Mengidentifikasi dan menginventarisasi semua aset. Kegiatan ini meliputi bentuk, ukuran, fisik, legal, sekaligus mengetahui nilai pasar atas masing-masing aset tersebut yang mencerminkan manfaat ekonominya.
  2. Pemanfaatan aset. Pada tahap ini pengelola aset harus mengetahaui apakah aset telah sesuai dengan peruntukannya atau tidak.
  3. Terciptanya suatu sistem informasi dan administrasi sehingga tercapainya efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan aset.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa optimalisasi aset bertujuan untuk mengidentifikasi aset, untuk mengetahui aset yang perlu dioptimalkan dan bagaimana cara mengoptimalkan aset tersebut. Pada akhirnya diperoleh rekomendasi yang berupa sasaran, strategi, dan program untuk mengoptimakan aset yang diteliti.

Analisis optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan aset digunakan untuk mengidentifikasi dan memilah aset yang masuk ke dalam aset opersasional atau aset non operasional (Siregar, 2004). Untuk aset operasional, dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk mengetahui apakah aset operasional tersebut sudah optimal atau belum penggunaan dan pemanfaatannya. Sedangkan untuk analisis terhadap aset non operasional yang dilakukan terhadap kondisi eksisting suatu aset. Untuk mengetahui pemanfaatannya sudah optimal, dilihat dari penggunaan aset dari aspek ekonomis. Sebagaimana disebutkan oleh Siregar (2004) bahwa untuk mengoptimalkan suatu aset harus dibuat sebuah formulasi strategi untuk meminimalisasi dan menghilangkan ancaman dari faktor lingkungan dan untuk aset yang tidak dapat dioptimalkan harus dicari penyebabnya.

Sistem Informasi Msnajemen Aset (SIMA) merupakan suatu sistem informasi penggunaan dan pengelolaan aset. Objek pengembangan sistem informasi manajemen aset (SIMA) sebagai alat untuk optimalisasi dan efisiensi pengelolaan aset.

Read More
admin Oktober 8, 2018 0 Comments

Bagaimana Seharusnya Politisi Membangun Personal Branding?

Strategi personal branding menjadi kebutuhan utama bagi para politisi. Termasuk, bagi politisi yang tengah menjadi kandidat dalam masa pemilihan umum. Sedikit saja ada ruang kesalahan yang dibuat oleh seorang politisi ketika berkomunikasi, maka dapat berpotensi pada tenggelamnya karir mereka di ranah politik.   Oleh karena itu, penting bagi politisi dan tim suksesnya untuk membangun personal branding dengan strategi komunikasi yang tepat dan efektif. Dan, yang lebih penting adalah bagaimana mempertahankan reputasi dari sang politisi secara berkelanjutan ke depannya.

Ada tujuh strategi yang dapat dilakukan untuk menjawab kebutuhan personal branding sang politisi. Kesabaran adalah Kunci Sosial media memungkinkan kita untuk memposting isu apapun, termasuk menulis dan mengomentari apapun yang ada di benak seseorang.  Bagi kebanyakan masyarakat, hal itu menyenangkan dan spontan. Untuk politisi? Tentu saja hal itu bisa berbahaya. Menjadi sabar dan tidak sembarangan memposting apapun, termasuk menahan  spontanitas dalam berbicara, adalah langkah yang harus dilakukan politisi. Sebab, alih-alih politisi tidak sabar, maka akan ada harga yang harus dibayar oleh sang politisi. Hal itu sudah terbukti dengan Krishna Murti, seorang perwira polisi di Indonesia, yang harus membayar ketidaksabarannya dalam memposting aktivitasnya di social media dengan karir cemerlangnya yang telah dibangun sejak awal.

Profesionalisme di Semua Waktu

Seorang politisi atau timnya memiliki kemungkinan untuk dapat memonitor apa saja yang tengah terjadi melalui social media seperti Twitter atau akun Facebook. Bahkan, akun social media miliknya, timnya, termasuk konstituennya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu channel komunikasi dan branding sang politisi. Namun, perlu diingat, apapun konten yang diposting harus dikemas secara profesional, bukan pendapat pribadi yang cenderung spontan

Cek Fakta Secara Berulang

Tidak ada yang pernah ingat ketika seorang politisi melakukan sesuatu yang benar. Sebaliknya,   jika politisi tidak sengaja memposting sebuah fakta yang tidak akurat, maka hal itu akan mendapatkan lebih banyak perhatian dan paling diingat publik, terutama dari pihak lawan dan aparat medianya. Oleh karena itu, penting bagi politisi dan timnya untuk mengecek fakta secara berulang–alias, fakta dicek, fakta dicek, dan fakta dicek lagi–untuk kemudian memposting fakta tersebut ke social media sebagai pesan komunikasi politik.

Jangan Bereaksi dengan Emosi

Politisi selalu memiliki anggota atau loyalis yang mudah emosional, alias gampang marah. Hal itu tentu saja dapat dimanfaatkan lawan untuk memprovokasi publik atas reaksi emosional sang pendukung. Oleh karena itu, penting bagi politisi maupun timnya untuk tidak melibatkan emosi atau terpancing emosi saat bereaksi dengan provokasi lawan. Pepatah berkata, mulut diam jauh lebih baik.

Libatkan Konstituen

Social media tercatat sebagai tools komunikasi yang jitu bagi para politisi. Melalui social media, politisi mampu berhubungan langsung dengan pemilih, termasuk mendengarkan langsung keinginan mereka. Oleh karena itu, politisi dapat melibatkan konstituennya untuk membangun personal brandingnya dengan menggunakan social media.

Gandeng Komunitas sebagai Peluang

Menjangkau orang-orang di dalam komunitas merupakan peluang bagi politisi dalam menjaring suara potensial, di luar loyalisnya. Oleh karena itu, penting bagi politisi untuk menggandeng komunitas dan terlibat di dalamnya.

Jika Tak Sengaja Melakukan Kesalahan, Segera Minta Maaf

Seringkali seorang politisi tergelincir dari tindakan dan omongan yang spontan. Hal itu tentu saja berpotensi menjadi umpan bagi pihak lawan guna memviralkannya di social media. Seorang politisi yang cerdas tidak akan mencoba untuk menutupi kesalahannya. Sebab, setiap upaya untuk menyembunyikan kesalahannya, kemungkinan akan cepat terungkap oleh orang-orang yang telah mengambil screenshot-nya secara cepat untuk kemudian mem-posting ulang. Mengakui bahwa hal itu pernah terjadi, dan meminta maaf kepada orang-orang yang tersinggung, merupakan langkah yang  tepat.  Langkah meminta maaf, sejatinya akan membuat pemberitaan buruk dari pers akan menyusut. Terkait pemilihan gubernur DKI Jakarta, fase ini sebenarnya dapat dilakukan kandidat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok, untuk menghadapi isu pelecehan ayat suci Alquran, Al-Maidah.

Read More
admin Oktober 5, 2018 0 Comments

Manfaat Studi Kelayakan Bisnis yang Perlu Dipahami

Studi kelayakan bisnis atau yang biasa disingkat dengan SKB adalah kegiatan terencana yang dilakukan untuk mempelajari secara lebih mendalam mengenai suatu usaha ataupun bisnis yang akan dijalankan, usaha tersebut pada akhirnya akan memberikan kesimpulan mengenai layak atau tidaknya sebuah usaha bisnis tersebut dijalankan. Mengapa studi kelayakan tersebut diperlukan? Hal terpenting adalah untuk kebaikan kelangsungan kehidupan perusahaan di masa yang akan datang, dan agar tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dari terlaksananya sebuah usaha bisnis.

Tujuan studi kelayakan bisnis

Secara lebih lengkap, berikut ini merupakan beberapa tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan sebuah Studi Kelayakan Bisnis (SKB):

  1. Menghindari kerugianAnalisa yang dilakukan melalui studi kelayakan bisnis tersebut tak lain untuk memperkirakan bagaimana kemungkinan untung ruginya sebuah perusahaan di masa yang akan datang. Jika di dalam analisa terdapat kerugian perusahaan yang kemungkinannya akan lebih besar, maka ada baiknya Anda berpikir ulang jenis usaha yang akan Anda pilih.
  2. Memudahkan pelaksanaan kerjaAdanya analisa akan membantu Anda dalam merealisasikan program-program perusahaan. Anda bisa memilih kebijakan mana yang dirasa menguntungkan ataupun merugikan.
  3. Memudahkan perencanaan perusahaanAnalisa yang baik akan membantu Anda dalam merencanakan segala hal yang menyangkut dengan kegiatan perusahaan. Langkah dan program apa yang akan disusun akan menjadi lebih mudah dengan adanya studi kelayakan bisnis tersebut.
  4. Memudahkan dalam hal pengawasanKegiatan sebuah bisnis besar memerlukan proses pengawasan dari pihak yang berwenang seperti pemerintah misalnya. Adanya laporan analisa mengenai studi kelayakan sebuah bisnis akan menjadi panduan bagi pihak-pihak berwenang dalam hal melakukan pengawasan.
  5. Memudahkan proses pengendalianPengawasan dan pengendalian dalam operasi sebuah perusahaan besar perlu dilakukan secara berkesinambungan. Proses yang salah dari keduanya akan memberikan dampak buruk baik untuk kesehatan lingkungan maupun masalah sosial lainnya. Adanya studi kelayakan bisnis akan lebih memudahkan bagi pihak yang berwenang atau perusahaan terkait untuk melakukan pengawasan serta pengendalian.

Aspek penilaian studi kelayakan bisnis

Apa saja yang menjadi aspek penilaian dari sebuah proses studi kelayakan? Berikut ini beberapa diantaranya:

  • Aspek hukum
  • Aspek keuangan
  • >Aspek pasar serta pemasaran
  • Aspek teknis atau pengoperasian
  • Aspek manajemen organisasi
  • Aspek lingkungan
  • Aspek sosial ekonomi

Pihak-pihak yang membutuhkan studi kelayakan

Mengapa sebuah studi kelayakan bisnis perlu dilakukan? salah satu penyebab lainnya adalah karena adanya kepentingan dari pihak-pihak sebagai berikut:

  1. Pemilik usaha: layak atau tidak sebuah usaha untuk dijalankan tentunya menjadi sebuah hal besar yang harus diketahui seorang pemilik usaha.
  2. Kreditor: menyangkut kepercayaan dalam memberikan pinjaman kepada pemilik usaha. Hasil studi kelayakan yang bagus akan meningkatkan kepercayaan kreditor kepada pengusaha.
  3. Pemerintah: pemerintah punya kepentingan terhadap sebuah studi kelayakan bisnis. Studi kelayakan yang baik akan membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
  4. Masyarakat: masyarakat di sekitar tempat usaha membutuhkan informasi studi kelayakan usaha tersebut, karena terkait dengan urusan lingkungan serta sosial ekonomi. Hasil studi kelayakan yang diharapkan oleh masyarakat tentunya adalah perusahaan yang ramah lingkungan serta memberikan peluang lapangan kerja yang besar bagi masyarakat.
  5. Manajemen: sistem dan pihak manajemen juga membutuhkan informasi dari sebuah studi kelayakan bisnis. Hal ini akan menjadi indikator sebaik mana kualitas dari manajemen yang sudah diterapkan.

Read More
admin September 7, 2018 0 Comments

Komponen Perencanaan Bisnis Penting Untuk Perusahaan

Agar perusahaan berjalan sesuai dengan harapan, seorang wirausaha harus memiliki perencanaan bisnis atau yang lebih dikenal dengan istilah  business plan. Rencana bisnis merupakan suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang dana.

Membuat Deskripsi Bisnis

Deskripsi bisnis bertujuan untuk menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan, beserta potensi produk dan kemungkinannya untuk bertahan dan berkembang di masa depan. Dalam deskripsi bisnis ini, diharapkan semua orang yang nantinya terlibat dalam bisnis, akan mengetahui potensi dan arah pengembangan dari bisnis tersebut.

Melakukan Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran yang akan dijalankan haruslah merupakan hasil analisa pasar yang telah dilakukan dengan cermat. Analisa pasar adalah kekuatan yang harus digunakan untuk menciptakan target pembeli. Dalam menuliskan strategi ini, Anda membutuhkan suatu analisa yang tepat sehingga dapat memanfaatkan kesempatan yang ada. Jenis analisa yang dapat digunakan misalnya adalah analisa SWOT. Dengan analisa ini, Anda dapat mengetahui keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi suatu produk sehingga dapat menerapkan strategi pemasaran yang tepat tanpa membuang waktu, tenaga dan biaya.

Membuat Analisa Pesaing

Analisa pesaing digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam satu pasar yang sama. Setelah menemukan kekuatan dan kelemahan dari produk pesaing, kemudian perusahaan dapat mencari strategi untuk memasarkan produk dengan cara yang berbeda dengan pesaing.

Desain Pengembangan

Rencana desain dan pengembangan diperlukan untuk menunjukkan tahap perencanaan produk, grafik pengembangan dalam konteks produksi dan penjualan. Selain berguna untuk mengetahui rencana usaha ke depan, desain pengembangan juga akan memengaruhi perencanaan pembiayaan usaha.

Rencana Operasional dan Manajemen

Rencana operasional dan manajemen dibuat untuk menjelaskan bagaimana usaha akan berjalan dan berkelanjutan. Rencana operasional akan berfokus pada kebutuhan logistik perusahaan, misalnya bermacam tugas dan tanggung jawab tim manajemen, bagaimana prosedur penugasan antar divisi dalam perusahaan, serta kebutuhan anggaran dan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional perusahaan.

Menghitung Pembiayaan

Faktor pembiayaan menjadi unsur penting dalam sebuah rencana bisnis. Dari mana sumber dana berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien dan usaha dapat berjalan lancar adalah tugas penting yang harus direncanakan dalam komponen pembiayaan.

Beberapa dokumen keuangan yang dibutuhkan untuk menyusun faktor pembiayaan, antara lain laporan keuangan perencanaan, laporan arus kas perencanaan, laporan Neraca perencanaan, dan analisis pengembalian modal.

Read More
admin September 7, 2018 0 Comments
Modern business concept

Pengertian dan Manfaat Studi Kelayakan Usaha

Pembahasan mengenai studi kelayakan bisnis tidak terlepas dari pemahaman manajemen ditambah dengan melihat beberapa aspek yang terkait disana seperti aspek ekonomi, teknologi, politik-hukum dan sosial-budaya. Dimana kesemua aspek ini saling memiliki keterkaitan satu sama lainnya untuk mendukung kelayakan suatu bisnis baik dilihat dari segi mikro dan makro.

Aspek-aspek ini didalam manajemen dilihat sebagai bagian yang mampu mempengaruhi keputusan bisnis, terutama sebagaimana dikatakan oleh Iman Soeharto (1999: 76) bahwa pengkajian yang bersifat menyeluruh dan mencoba menyoroti segala aspek kelayakan proyek atau investasi dikenal sebagai studi kelayakan. Sedangkan Yakob Ibrahim (1996: 92) mendefinisikan studi kelayakan bisnis merupakan gambaran kegiatan usaha yang direncanakan, sesuai dengan kondisi, potensi, serta peluang yang tersedia dari berbagai aspek.

Menurut Kasmir dan Jakfar (2003: 10) Studi kelayakan bisnis atau usaha adalah kegiatan yang mempelajari secara mendalam atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak tidaknya usaha tersebut dijalankan. Studi kelayakan usaha atau disebut juga analisis proyek bisnis adalah penelitian tentang layak atau tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus-menerus. Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek bisnis agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan sosial sepanjang waktu. Dalam studi ini, pertimbangan ekonomis dan teknis sangat penting karena akan dijadikan dasar implementasi kegiatan usaha.

Studi kelayakan usaha juga merupakan penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya bisnis dibangun, tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan, misalnya rencana peluncuran produk baru.

Hasil studi kelayakan usaha pada prinsipnya bisa digunakan antara lain untuk:

  1. Merintis usaha baru, misalnya membuka toko, membangun pabrik, mendirikan perusahaan jasa, membuka usaha dagang, dan lain sebagainya.
  2. Mengembangkan usaha yang sudah ada, misalnya untuk menembah kapasitas pabrik, memperluas skala usaha, mengganti peralatan/mesin, menambah mesin baru, memperluas cakupn usaha, dan lain sebagainya.
  3. Memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan, misalnya pilihan usaha dagang, pilihan usaha barang atau jasa, pabrikasi atau perakitan, proyek A atau proyek B, dan lain sebagainya.

Read More
admin September 7, 2018 0 Comments

Aspek Pemasaran dalam Studi Kelayakan Bisnis

Daya serap pasar merupakan peluang pasar yang dapat dimanfaatkan dalam memasarkan hasil produksi dari usaha/proyek yang direncanakan. Sebuah gagasan usaha/proyek direncanakan kendati telah feasible untuk dikembangkan jika dilihat dari aspek teknis, manajemen, keuangan, dan lingkungan, tapi kalau produk yang dihasilkan tidak mempunyai pemasaran tidak ada artinya usaha ini dikembangkan. Demikian pula terhadap sesuatu produk yang telah mempunyai pasaran yang baik didaerah tertentu, belum tentu baik apabila dikembangkan di daerah lainnya. Tidak jarang terjadi beberapa pengusaha didaerah, telah mencoba mendirikan beberapa usaha yang berhasil di pulau Jawa dan dikembangkan di daerah lain ternyata mengalami kegagalan karena permintaan (selera konsumen) terhadap produk yang dihasilkan tidak sama. Untuk mengetahui permintaan pasar (konsumen) terhadap produk yang telah ada dipasaran ternyata lebih mudah mendeteksinya dibanding dengan produk yang belum pernah ada didaerah tersebut. Berdasarkan pada uraian ini, dalam menyusun studi kelayakan bisnis, aspek pasar dan pemasaran harus benar-benar dipelajari, diteliti, dan dinilai tentang:

  1. Permintaan pasar
  2. Selera konsumen
  3. Tingkah laku konsumen
  4. Kemampuan konsumen
  5. Siapa yang menjadi konsumen terhadap produk yang dihasilkan
  6. Berapa besar peluang yang ada, dan
  7. Berapa besar market share yang direncanakan untuk dapat dimanfaatkan dalam mengisi permintaan pasar.

Sebagai contoh, pengembangan toko swalayan dalam suatu daerah tertentu, belum tentu cocok untuk dikembangkan pada daerah lainnya karena di beberapa daerah sikap masyarakatnya lebih menyukai sistem tawar-menawar dalam transaksi jual beli. Maka untuk mengembangkan suatu gagasan usaha/proyek yang direncanakan harus benar-benar berorientasi pada daya serap pasar, karena maju mundurnya usaha/proyek yang direncanakan banyak bergantung pada pasar dan pemasaran.

Untuk melihat daya serap pasar terhadap produk yang dihasilkan, pada umumnya dapat dilihat dari segi :

  1. Permintaan, yaitu ada atau tidaknya selera konsumen,
  2. Penawaran, yaitu ada atau tidaknya peluang penawaran,
  3. Market space, yaitu peluang pasar yang merupakan selisih dari permintaan dan penawaran,
  4. Market share, yaitu peluang pasar yang bisa dimanfaatkan yang merupakan pembagian antara peluang pasar dengan jumlah pesaing yang akan masuk ke bisnis yang sama.

Permintaan atas dasar konsumsi per kapita

Perhitungan yang dilakukan atas dasar konsumsi per kapita perlu memperhatikan bentuk dan sifat usaha/proyek yang direncanakan. Apabila gagasan usaha/proyek yang direncanakan bertaraf nasional, maka permintaannya dihitung berdasarkan pada permintaan secara nasional dan sebaliknya jika gagasan usaha/proyek yang direncanakan bertaraf daerah, maka permintaan yang dihitung juga berdasarkan pada permintaan daerah. Hal ini perlu mendapat perhatian untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam penentuan jumlah permintaan serta proyeksi-proyeksi yang dilakukan di masa yang akan datang. Perhitungan konsumsi per kapita yang sedang berlaku dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian terhadap konsumsi dari produk yang dihasilkan dengan cara membagi jumlah produksi dengan jumlah penduduk. Berdasarkan pada konsumsi per kapita yang sedang berlaku kita dapat mengetahui apakah gagasan usaha/proyek yang dihasilkan produk tersebut masih mempunyai peluang untuk dikembangkan atau tidak. Apabila konsumsi per kapita yang sedang berlaku masih berada di bawah rata-rata konsumsi riil, keadaan ini menunjukkan bahwa gagasan usaha/proyek yang direncanakan masih mempunyai peluang untuk dikembangkan.

Untuk mendapatkan data konsumsi perkapita riil, bisa diketahui melalui beberapa dinas tekait seperti data konsumsi ikan, beras, minyak, semen, tekstil, dan lain sebagainya yang dihitung besarnya sebagai konsumsi per kapita, baik per tahun, per bulan, maupun per hari. Apabila telah diketahui jumlah konsumsi per kapita, berarti jumlah permintaan adalah hasil perkalian antara konsumsi per kapita dengan jumlah penduduk.

Terhadap produk yang belum pernah diadakan perhitungannya, konsumsi per kapita dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian secara sederhana, baik menggunakan data primer maupun data sekunder. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan pada waktu sebelumnya oleh pihak lain atau pihak yang bersangkutan seperti kumpulan informasi dan laporan perusahaan tahun-tahun sebelumnya, laporan yang ada diperpustakaan, kantor pemerintah, jurnal, majalah, hasil penelitian dari para ilmuan, dan lainnya. Sedangkan data primer adalah data yang didapatkan langsung dari sumbernya untuk pertama kalinya oleh pihak peneliti, seperti wawancara, observasi, dan lainnya.

Apabila konsumsi per kapita telah dapat diketahui, untuk mengetahui jumlah permintaan di masa yang akan datang dapat dilakukan melalui proyeksi perkembangan penduduk dari masing-masing daerah pemasaran dari produk yang direncanakan.

Read More
admin September 7, 2018 0 Comments

Mengenal Studi Kelayakan Bisnis Lebih Mendalam

Ketika seseorang atau sekelompok orang hendak membangun sebuah bisnis, seringkali ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan. Pertimbangan utama dalam membangun sebuah bisnis pastinya menyangkut pada profit. Pertanyaan yang akan muncul dalam proses pertimbangan tersebut biasanya berkutat pada apakah bisnis yang tengah dirintis dan dikembangkan akan menguntungkan atau tidak. Bila menguntungkan, apakah keuntungan tersebut akan berpotensi untuk terus bertambah ataukah hanya akanstagnant?

Untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, dibutuhkan sebuah penelitian yang ditinjau dari berbagai aspek. Penelitian tersebut nantinya dapat menjadi dasar dari pertimbangan-pertimbangan pelaku usaha untuk menilik apakah sebuah bisnik layak untuk dikerjakan, ditunda, atau bahkan dibatalkan. Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan sebuah bisnis dinamakan studi kelayakan bisnis.

Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian yang sangat penting untuk dilakukan sebelum seseorang atau sekelompok orang memulai sebuah usaha. Beberapa manfaat studi kelayakan bisnis, antara lain:

1. Menghindari resiko kerugian

Studi kelayakan bisnis bermanfaat untuk membantu pelaku bisnis menghindari resiko kerugian. Jika pelaku bisnis melewatkan studi kelayakan bisnis dalam perencanaan bisnisnya, ia akan kesulitan untuk mengetahui apakah bisnis tersebut dapat mendatangkan keuntungan atau justru kerugian untuknya. Dengan adanya studi kelayakan bisnis, pelaku bisnis dapat menghindari resiko kerugian dengan langkah menunda atau membatalkan rencana bisnis yang mendapatkan penilaian tidak layak dalam studi kelayakan bisnis.

2. Memudahkan perencanaan bisnis

Studi kelayakan bisnis dapat membantu pelaku bisnis untuk menyusun rencana kegiatan bagi perusahaan. Studi kelayakan bisnis yang telah dilakukan sebelum bisnis dibangun akan memudahkan pelaku bisnis menentukan program perusahaan seperti apa yang dapat mendatangkan benefit lebih bagi perusahaan.

3.      Memudahkan pelaksanaan bisnis

Studi kelayakan bisnis akan berguna untuk membantu pelaku bisnis merealisasikan program-program perusahaan. Pelaku bisnis dapat mengevaluasi kebijakan apa yang sekiranya akan memberikan keuntungan dan kebijakan apa yang justru akan menimbulkan kerugian.

4.      Memudahkan pengawasan

Studi kelayakan bisnis memiliki banyak aspek untuk diteliti. Laporan dari berbagai aspek yang diteliti dalam studi kelayakan bisnis ini nantinya akan memudahkan pelaku bisnis untuk melakukan pengawasan pada perusahaannya. Studi kelayakan bisnis juga memudahkan pelaku pengawasan untuk memberikan data jika sewaktu-waktu dilaksanakan audit, baik secara internal maupun eksternal.

5.      Memudahkan pengendalian

Studi kelayakan bisnis berguna pula untuk memudahkan proses pengendalian dalam perusahaan. Jika sewaktu-waktu terjadi gangguan, pelaku bisnis dapat dengan cepat menentukan aspek mana yang menjadi pusat dari kekacauan tersebut. Selanjutnya, pelaku bisnis dapat dengan cepat pula mengendalikan masalah yang muncul dengan mencari solusi berdasarkan studi kelayakan bisnis yang telah dilakukan sebelumnya.

Studi kelayakan bisnis tidak hanya berguna untuk para pelaku bisnis. Terdapat pihak-pihak lain yang membutuhkan studi kelayakan bisnis untuk membantu mereka mencapai kepentingan masing-masing. Pihak-pihak tersebut antara lain:

1. Pihak Investor

Investor adalah pihak yang menanamkan modal ke sebuah perusahaan. Laporan studi kelayakan bisnis berguna bagi investor untuk menentukan seberapa besar modal yang akan ia tanam di sebuah perusahaan. Hasil studi kelayakan bisnis yang baik akan membuat investor berani menanamkan modal yang besar. Sebaliknya, hasil studi kelayakan bisnis yang buruk akan membuat investor menghindari menanam modal di sebuah perusahaan.

2. Pihak Kreditor

Bagi perusahaan yang membutuhkan modal besar, pelaku bisnis biasanya mengajukan pinjaman pada pihak Bank. Bank sebagai kreditor akan menggunakan laporan studi kelayakan bisnis sebagai dasar pengambilan keputusan apakah akan memberikan pinjaman atau tidak memberikan pinjaman ke suatu perusahaan. Hasil studi kelayakan bisnis yang bagus akan meningkatkan kepercayaan kreditor kepada pengusaha.

3. Pihak Manajemen Perusahaan

Pihak manajemen perusahaan memerlukan laporan studi kelayakan bisnis sebagai indikator atas manajemen yang telah diterapkan selama ini.  Studi kelayakan bisnis juga berguna bagi pihak manajemen untuk mengetahui besaran dana yang akan dibutuhkan serta dapat pula digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan atau mengolah proyek di masa depan.

4. Pihak Pemerintah

Suatu bisnis membutuhkan izin dari pemerintah untuk kepentingan legalitas. Studi kelayakan bisnis dapat digunakan oleh pemerintah sebagai dasar pengambilan keputusan dalam memberikan izin usaha atau proyek.

5. Pihak Masyarakat

Suatu bisnis tidak hanya membutuhkan izin dari pemerintah, namun juga dari masyarakat yang ada di sekitar lokasi usaha. Studi kelayakan bisnis dapat digunakan oleh masyarakat untuk meninjau apakah sebuah badan usaha yang hendak dibangun di kawasan tersebut ramah lingkungan dan dapat bermanfaat bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Dalam studi kelayakan bisnis, terdapat beberapa aspek yang dapat diteliti. Aspek-aspek dalam studi kelayakan bisnis tersebut bersifat fleksibel sehingga dapat ditambahkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Aspek-aspek dasar yang biasanya diteliti dalam studi kelayakan bisnis antara lain adalah sebagai berikut:

1. Aspek hukum dalam studi kelayakan bisnis

Aspek hukum dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada semua hal terkait legalitas rencana bisnis yang hendak dilakukan oleh perusahaan. Ketentuan-ketentuan hukum tersebut meliputi:

a. Izin lokasi

b. Akte pendirian perusahaan dari notaris

c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

d. Surat tanda daftar perusahaan

e. Surat izin tempat usaha dari Pemerintah Daerah setempat

f. Surat tanda rekanan dari Pemerintah Daerah setempat

g. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

2. Aspek ekonomi dan budaya dalam studi kelayakan bisnis

Aspek ekonomi dan budaya dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada dampak suatu badan usaha untuk masyarakat sekitar.

a. Dari segi budaya, penelitian dalam studi kelayakan bisnis akan menjawab bagaimana dampak keberadaan sebuah bisnis terhadap adat istiadat di wilayah setempat

b. Dari segi ekonomi, penelitian dalam studi kelayakan bisnis akan menjawab apakah sebuah bisnis mampu menaikkan atau justru menurunkan rata-rata pendapatan per kapita di wilayah setempat

3. Aspek pasar dan pemasaran dalam studi kelayakan bisnis

Aspek pasar dan pemasaran dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada pertanyaan apakah ada peluang pasar untuk produk yang akan dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Aspek tersebut dapat dilihat melalui hal-hal berikut:

a. Potensi pasar, dinilai berdasarkan bentuk pasar/ konsumen yang dipilih

b. Jumlah konsumen potensial. Jumlah ini diketahui melalui proses mengukur dan meramal permintaan dan penawaran berdasarkan produk sejenis yang telah ada saat ini

c. Daya beli masyarakat dengan memperhitungkan perkembangan atau pertumbuhan penduduk

d. Segmentasi, target dan posisi produk di pasar

e. Situasi persaingan di lingkungan industri

f. Sikap, perilaku, dan kepuasan konsumen terhadap produk sejenis saat ini

g. Manajemen pemasaran, terdiri atas analisis persaingan dan bauran pemasaran

4. Aspek teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bisnis

Aspek teknis dan teknologi dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada hal-hal teknis dan teknologi yang akan dipakai pada perusahaan tersebut. Aspek-aspek tersebut antara lain terdiri dari:

a. Pemilihan strategi produksi

b. Pemilihan dan perencanaan produk yang akan diproduksi

c. Rencana kualitas

d. Pemilihan teknologi

e. Perencanaan kapasitas produksi

f. Perencanaan letak pabrik

g. Perencanaan tata letak (layout)

h. Perencanaan jumlah produksi

i. Manajemen persediaan

j. Pengawasan kualitas produk

5. Aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis

Aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada pembangunan dan pengembangan operasional perusahaan. Aspek manajemen memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari manajemen sumber daya manusia hingga manajemen finansial perusahaan. Semua hal yang terkait dengan bagaimana operasional perusahaan dapat dijalankan termasuk pada aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis.

6. Aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis

Aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis menyangkut pada besaran modal dan sumber dana yang akan digunakan dalam membangun sebuah usaha serta kapan dan bagaimana modal tersebut dapat dikembalikan. Jika diuraikan, maka aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis terbagi menjadi:

a. Kebutuhan dana dan sumbernya

b. Aliran kas (cash flow)

c. Biaya modal (cost of capital)

– Biaya utang

– Biaya modal sendiri

d. Perihal kepekaan

e. Pemilihan investasi

– Pilihan leasing atau beli

– Urutan prioritas proyek bisnis

Read More
admin September 7, 2018 0 Comments

Pentingnya Riset Pasar Bagi Sebuah Bisnis

Riset pasar banyak di lakukan bagi orang-orang yang ingin memulai bisnis di suatu tempat. Manfaat riset pemasaran ini bertujuan untuk mengetahui minat pembelian barang atau produk di tempat usaha akan dijalankan. Jika Anda mengetahui bahwa masyarakat sekitar lebih membutuhkan produk – produk dengan harga terjangkau dan banyak di gunakan untuk kebutuhan sehari – hari, maka produk yang Anda di jual disana harus yang mereka butuhkan. Kesalahan terbesar bagi Anda jika menjual produk yang justru tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Dalam melakukan riset pasar ini manfaat penelitian tersebut tidak bisa Anda simpulkan sendiri. Perlu diadakan riset dalam skala kecil untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan fakta yang terjadi ke lapangan, untuk itu Anda bisa turun langsung ke pasar untuk mengadakan riset.

Perkembangan zaman yang begitu pesat tentu membuat para pebisnis semakin kreatif dalam memasarkan produk-produk mereka. Berbagai diskon diberikan untuk menarik para pembeli dan juga menjual produk yang merupakan kebutuhan dasar mereka. Melakukan bisnis memberikan keuntungan karena mengumpulkan data terlebih dahulu. Dalam pengumpulan data terdapat dua cara yang bisa dipilih yaitu sebagai berikut :

Kuantitatif adalah pengumpulan data yang menggunakan cara analisis dengan matematis. Ukuran sampel yang dibutuhkan biasanya dalam skala yang besar.Hasil dari pengumpulan data ini bertujuan untuk menyempurnakan kinerja dari produk selama ini berarti membahas kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada produk.

Kualitatif adalah pengembangan dan menyimpulkan hasil dari metode pertama yaitu kuantitatif.  Cara pemgumpulan data ini banyak di lakukan untuk para pebisnis yang baru memulai usaha dari awal, karena pada umumnya pebisnis yang memulai usaha dari awal lebih banyak membutuhkan data untuk melihat peluang dan meminimalisasi resiko yang bisa saja terjadi suatu saat. Berikut ini merupakan manfaat riset pasar yang perlu Anda pahami.

  1. Mencari pembeli

Sebelum memulai suatu usaha di tempat lokasi baru hal yang paling penting dan menjadi dasar bagi Anda adalah mencari pembeli yang akan membeli produk jualan Anda. Mencari pembeli dapat dilakukan dengan berkomunikasi dengan para pembeli produk apa yang paling mereka butuhkan.

  1. Melihat pesaing

Saat Anda akan membuka usaha tentu bisa jadi ada penjual yang telah berjualan terlebih dahulu dari pada Anda sebelumnya. Ada pesaing yang telah berjualan lebih dahulu. Disini Anda bisa mengaplikasikan perbedaan produk Anda dalam pelayanan, harga dan juga kepercayaan agar pembeli senang kepada Anda.

  1. Memanfaatkan peluang

Setelah tahu daya pembeli dan juga pesaing adalah baiknya Anda mencari peluang yang ada dipasar untuk membedakan produk yang Anda jual dengan produk – produk yang ada sebelumnya. Peluang yang dicari haruslah peluang yang belum banyak ada di suatu lokasi tempat Anda incar. Ini untuk mengurangi resiko.

  1. Mengurangi risiko

Setiap menjalankan bisnis maka resiko yang mengikuti pasti ada. Tujuan dari riset pasar adalah untuk mengurangi resiko yang mungkin terjadi. Jadi dampak resiko tidak terlalu memberatkan Anda secara pribadi jika harus terjadi. Resiko bisa terjadi karena faktor luar seperti menurunnya daya beli dan faktor dari dalam seperti pecah kongsi dengan rekan kerja.

  1. Memiliki rencana jangka panjang

Rencana dari bisnis harus dibuat untuk mengetahui langkah – langkah yang akan Anda ambil dengan pasti. Riset ini memiliki fungsi untuk membuat rencana jangka panjang bagi Anda dalam menjalankan usaha. Dengan adanya rencana Anda tidak akan lupa tujuan dari awal untuk membangun bisnis ini.

  1. Membangun potensial pasar

Potensial dari usaha yang Anda jalankan dapat Anda simpulkan dari riset pasar yang Anda lakukan. Melihat potensi pasar sangat penting untuk membangun langkah baru dalam menjalankan bisnis. Potensial pasar menjadi keuntungan sendiri bagi beberapa golongan.

  1. Menjadi tren usaha

Riset pasar juga memberikan manfaat pilar utama bagi usaha Anda. Riset yang Anda lakukan akan banyak memunculkan ide baru termasuk menjadikan Anda trend setter bagi pebisnis lainnya. Jika Anda sudah menjadi tremd setter bisa dipastikan penjualan akan semakin naik dan berkembang.

  1. Memperoleh keuntungan dengan cepat

Salah satu fungsi riset adalah untuk membantu balik modal dengan cepat. Bisa jadi Anda membuka modal dengan menggunakan manfaat deposito. Riset yang Anda lakukan akan menghasilkan suatu kesimpulan bahwa keuntungan dapat dilakukan dengan cepat agar Anda juga bisa memutar ide untuk memulai bisnis yang sama di tempat yang berbeda.

Dalam menjalankan riset pasar banyak metode yang bisa digunakan, antara lain:

Mengisi kuisioner

Anda dapat memberikan lembaran – lembaran pertanyaan yang nanti akan diisi oleh para konsumen tetap di pasar tersebut. Biasanya isi dari pertanyaan kuisioner adalah yang penting dan utama saja. Para konsumen yang mengisi kuisioner diharapkan memberikan data yang asli dan dapat mempertanggung jawabkannya. Setelah mengisi kuisioner Anda dapat memberikan imbalan kepada konsumen sebagai ungkapan terimakasih.

Riset grup

Mengumpulkan beberapa orang konsumen untuk mengetahui potensial pasar yang akan kamu kembangkan menjadi usaha. Disini jumlah konsumen yang ada harus lebih dari satu karena akan membentuk grup. Dengan adanya riset grup ini makan kamu dapat mengambil kesimpulan secara keseluruhan tentang produk yang akan di jual di pasar.

Metode survei

Metode survei hampir sama dengan kuisioner tapi survei lebih banyak tanya jawab secara singkat langsung pada tempatnya. Pertanyaan yang di ajukan pada survey juga tidak boleh banyak karena takut nanti akan menganggu kenyamanan dari para konsumen. Usahakan untuk mencari konsumen yang sedang tidak terlalu sibuk agar survei ini dapat berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.

Dari ketiga metode tersebut diatas Anda dapat memilih mana metode yang cocok dan mewakili kebutuhan Anda akan data dari suatu tempat saat akan memulai usaha. Sedangkan dalam melakukan riset pasar terdapat jenis yang dapat dipraktekkan, berikut ini merupakan jenis-jenis dari riset pasar:

  1. Riset primer

Tujuan dari riset primer adalah mengetahui informasi dari penjualan yang dilakukan pada hari tersebut. Cara-cara yang harus dilakukan untuk melakukan riset primer antara lain melakukan wawancara secara langsung artinya Anda langsung turun ke lokasi untuk melakukan riset dan mengisi kuisioner

  1. Riset sekunder

Dengan melakukan riset ini Anda bertugas untuk melakukan analisis data yang sudah ada sebelumnya. Di riset sekunder data yang didapat akan lebih lengkap sehingga tidak hanya melihat peluang, tapi Anda juga bisa melihat pesaing dan kebutuhan pasar. Jenis riset ini dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan rencana Anda dalam menjalankan bisnis yang sesuai.

Itu tadi sekilas tentang pentingnya riset pasar bagi seorang pebisnis, terutama perusahaan yang sedang dijalankan. Dengan adanya riset pasar, maka bisnis Anda pun akan semakin siap.

 

sumber

Jasa Survey Pasar

Read More
admin Juni 20, 2018 1 Comment

Perkembangan Sektor Properti di Medan

Dinilai memiliki peran penting untuk mendorong perekenomian nasional, sektor properti di Indonesia terus dikembangkan. Beberapa kebijakan berpengaruh dikeluarkan oleh pemerintah guna mendongkrak pertumbuhan bisnis properti. Selain yang sudah terkenal di Jawa seperti Jakarta dan Surabaya, Medan sebagai kota terbesar keempat di Indonesia juga turut berperan dalam industri satu ini. Perkembangan sektor properti di Medan semakin menunjukkan peningkatan di setiap tahunnya.

Sejak Bandar Udara Internasional Kuala Namu dibangun dan menjadi bandara terbesar kedua setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, pembangunan di Sumatera Utara, khususnya Medan, tumbuh semakin pesat. Bandar udara ini seketika menarik minat para investor untuk berinvestasi di Medan.

Dari sekian banyak sektor pembangunan di Medan, sektor properti memiliki perkembangan yang paling signifikan. Pada tahun 2016, kota Medan disejajarkan dengan kota-kota besar lain seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Balikpapan, Pekanbaru, Solo, dan Yogyakarta karena pertumbuhan sektor propertinya. Salah satu pengembang ternama yang mendirikan proyek di Medan adalah Ciputra Group dengan membangun Citraland Bagya City. Proyek ini merupakan proyek kerja sama dengan PT KPSN yang mengembangkan sebuah kawasan seluas 211 hektare (ha) di Kota Medan.

Sayangnya, hasil Survei Harga Properti Residensial Pasar Sekunder yang dilakukan Bank Indonesia pada Kuartal I-2016 menyebutkan lain. Selain Jakarta, disebutkan bahwa terjadi penurunan harga hunian di empat kota, yaitu Surabaya, Makassar, Medan, dan Semarang.

Dikutip dari Rumah.com, harga rumah sekunder di Medan pada kuartal I-2016 menurun sebesar -0,68% (qtq), setelah pada kuartal sbeelumnya mengalami kenaikan sebesar 0,29% (qtq). Perkembangan sektor properti di Medan mengalami penyusutan harga rumah, dengan penurunan tertinggi terjadi di Medan Pusat (-1,15%, qtq). Rumah.com juga mencatat, searah dengan penurunan harga rumah, harga tanah di Medan juga menurun, dari 0,67% pada kuartal IV-2015 menjadi -0,22% (qtq) pada kuartal I-2016. Penurunan harga tanah utamanya terjadi di dua wilayah, yaitu Medan Selatan (-2,11%, qtq) dan Medan Timur (-0,64%, qtq).

Meski demikian, kota Medan masih tercatat sebagai salah satu kota potensial tujuan investasi menurut Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juli 2016. Dengan total penduduk lebih dari tiga juta jiwa, indikator makro ekonomi Medan dalam lima tahun terakhir terus menunjukkan perkembangan cukup cemerlang sehingga cukup menjanjikan bagi perkembangan sektor properti di Medan. Sebelumnya, berdasarkan data Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) pada tahun 2015, realisasi investasi di Kota Medan mencapai Rp4,3 triliun untuk penanaman modal asing. Sementara, untuk penanaman modal dalam negeri sebesar Rp436 miliar.

Secara umum, struktur perekonomian Kota Medan sangat didominasi oleh tiga sektor yang memiliki kontribusi cukup besar dalam pembentukan PDRB yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran. Kemudian disusul oleh sektor pengangkutan, komunikasi, dan keuangan. Medan juga dilengkapi dengan infrastruktur memadai seperti pelabuhan, bandara internasional, kereta api, akses tol persewaan dan jasa perusahaan serta industri pengolahan dan bangunan.

Selain pertumbuhan ekonomi yang dipadu dengan perkembangan fasilitas, berikut beberapa faktor yang bisa membuat perkembangan sektor properti di Medan terus menggeliat:

  • Adanya kelas menengah baru akibat dampak pertumbuhan ekonomi
  • Harga properti yang lebih murah serta berkembangnya strategi baru dari perbankan sebagai penyedia kredit
  • Pulau Jawa mulai kekurangan lahan untuk membangun properti
  • Semakin ramainya dengan sektor hunian vertikal atau apartemen. Sektor ini memiliki pasar yang cukup luas
  • Pelanggan tidak hanya berasal dari Medan, tetapi juga kota-kota lain di Sumatera Utara
  • Perkembangan infrastruktur yang kian lengkap
  • Meningkatnya sektor pariwisata di Medan sehingga pasar properti bisa memanfaatkan hal tersebut untuk membangun tempat-tempat penginapan baru seperti hotel atau kondominium hotel (kondotel)

Karena meningkat, maka di tahun 2017, perkembangan sektor properti di Medan mengalami rata-rata harga kenaikan sebesar 2,17 persen. Kenaikan ini dibantu oleh tanah yang mencapai 17,11 persen. Meski demikian, untuk rumah mengalami sedikit penurunan sebesar 1,70%. Meskipun rata-rata harga rumah di Medan mengalami penurunan, ternyata angka permintaannya masih dapat dikatakan terbilang tinggi yakni mencapai 79,49% dengan jumlah persediaan 73,86%. Bukan hanya rumah, tanah dan kost juga diminati pasar.

Apabila dilihat dari data Analisis Wilayah UrbanIndo.com, jumlah permintaan tanah ada di angka 4,8 persen dengan persediaan yang hanya 3,35 persen. Begitu juga dengan kost yang persediaannya berkisar 1,43 persen dengan permintaan yang lebih besar, yaitu mencapai 3,52 persen.

Selisih permintaan tersebut terjadi disebabkan banyaknya para pencari properti yang berasal dari luar wilayah Medan. Mereka didominasi oleh masyarakat Jakarta sebanyak 38.71%, kemudian disusul pencari properti dari Medan 37.63%, Bandung 3.47%, Surabaya 1.73%, Semarang 1.69%, Denpasar 1.53%, Yogyakarta 0.78%, dan Bekasi 0.77%.

Meskipun berada di bawah rata-rata harga properti di Pulau Jawa, ternyata masih banyak yang mengincar properti yang harganya di bawah Rp222,86 juta. Kalau Anda menginginkan properti dengan kisaran harga tersebut di Medan, nampaknya harus siap untuk bersaing ketat. Dapat dilihat bahwa permintaannya mencapai 24,91%, sedangkan persediaannya hanya 10,37%. Anda dapat membaca artikel berikut untuk mempelajari lebih dalam mengenai cara melihat peluang bisnis.

Sempat mengalami penurunan di tahun 2017, pengamat menyebutkan penyebabnya, yakni mulai dari peraturan pemerintah, infrastruktur, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Penurunan sektor properti tipe komersil disebabkan perkembangan sektor MBR di masyarakat. Harga properti tipe MBR tergolong bisa dijangkau oleh masyarakat, sedangkan komersil dinilai masih tinggi. Selain harga bahan bangunan dan tanah yang mahal, pemerintah juga masih sangat sedikit mendukung pengembang yang akan membangun tipe komersil.

Bank Indonesia (BI) sudah menggunting suku bunga acuan sebanyak dua kali. Terakhir, bank sentral memangkas 7-day repo rate jadi 4,25% pada 22 September 2017 lalu. Sayangnya, daya beli masyarakat yang terbilang lemah memang juga menjadi faktor penghambat perkembangan sektor properti. Meski demikian, sejak Juli 2017, kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan pembiayaan industri perbankan.

Tetap optimis, investasi di sektor properti diperkirakan akan naik di tahun 2018. Hanya saja, masih banyak investor atau pemodal yang menahan diri untuk membeli properti karena aturan dan kebijakan pemerintah terutama terkait perpajakan seringkali membuat pembeli bingung. Aturan tersebut terkadang diluar ketentuan yang ada, seperti biaya-biaya tambahan yang memberatkan sehingga membuat calon pembeli menjadi enggan. Berikut terdapat tiga langkah sederhana dalam riset pasar yang dapat membantu Anda sebelum melakukan investasi.

Tahun ini, ada sejumlah pengembang besar yang sedang mendirikan proyek propertinya.

  • Pertama, Agung Podomoro Land yang mengembangkan Podomoro City Deli Medan seluas 5,2 hektare.
  • Kedua, PT Arga Citra Kharisma yang mengembangkan Kawasan superblok Center Point Medan. Kawasan tersebut sebenarnya telah beroperasi sebuah mall, yang kemudian akan ditambah dengan apartemen, hotel, serta rumah sakit. Luas total superblok ini adalah sekitar 2 hektare.
  • Ada juga pengembangan mixed use, yaitu Grand Jati Junction oleh PT Mahardika Agung Lestari yang tergabung dalam grup Kencana Property. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap konstruksi dan akan mulai melakukan serah terima pada akhir 2019. Nantinya, Grand Jati Junction akan menyediakan apartemen, hunian berkonsep SOHO, hotel, dan pusat perbelanjaan. Di pasar properti yang semakin kompetitif seperti sekarang, pengembang memang dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Baik dari sisi design maupun marketing.

Read More
admin Mei 18, 2018 0 Comments
Selamat Datang Di Grapadi Konsultan
WhatsApp
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanPortugueseSpanish