Prospek Bisnis Online Shop pada Tahun 2019 di Indonesia

Di tahun 2019 ini tentunya hampir seluruh elemen masyarakat sudah tidak asing lagi dengan yang namanya bisnis online shop, khususnya bagi kaum milenial. Berbicara mengenai bisnis online shop yang berkembang di Indonesia maka erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. Mengapa demikian? Karena seiring berkembangnya teknologi, penggunaan  internet di Indonesia pun turut tumbuh secara signifikan setiap tahunnya. Dengan berkembangnya penggunaan internet tersebut pulalah, bisnis online shop perlahan-lahan mampu memasuki pasar yang ada, khususnya pasar e-commerce di Indonesia.

Berdasarkan data dari laman KOMINFO, Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai pengguna internet terbanyak di dunia pada tahun 2018. Pengguna internet di Indonesia mencapai angka 123 juta orang pada tahun 2018. Apabila dibandingkan perkembangannya pada awal mula internet berkembang di tahun 2013, angka pengguna internet di Indonesia hanya mencapai angka 72.8 juta orang saja. Hal ini tentunya akan terus berkembang di tahun 2019.

Di lain sisi, dikutip dari laman kompas.com berdasarkan data dari CupoNation, jumlah online shooper di Indonesia juga terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Hal ini serupa dengan berkembangnya penggunaan internet tentu saja. Tercatat sebanyak 11,9 persen dari total penduduk di Indonesia merupakan jumlah online shopper pada tahun 2018 lalu.

Awalnya bisnis online shop lebih banyak digandrungi oleh anak-anak muda saja, perempuan adalah mayoritas owner online shop  itu sendiri. Awalnya mereka menggunakan akun facebook sebagai fasilitator online shop. Selain gratis, aksesnya mudah, konsumennya pun bisa dengan cepat didapat karena sebagian besar adalah teman dari si owner sendiri sehingga lebih mendapatkan kepercayaan di hati konsumennya. Ada dua macam online shop yang ada pada saat itu, yakni :

  • Pertama, online shop yang memang sudah ada toko offlinenya juga. Namun, sengaja memasarkan produknya via online, baik berupa social media seperti facebook maupun akun web dengan domain sendiri. Hal ini dilakukan agar lebih banyak lagi konsumen baru yang datang. Biasanya mereka berperan juga sebagai supplier yang menjaring banyak reseller untuk meningkatkan penjualannya.
  • Kedua, online shop yang hanya memasarkan produknya secara maya saja. Cenderung lebih minim budget yang diperlukan karena hanya mengandalkan foto yang ada dari toko online yang menjadi supliernya saja. Bermodalkan foto yang diunggah tersebut, jika ada orderan dari konsumen, barulah si owner melanjutkan order ke supplier. Lalu konsumennya akan mengikuti sistem PO setelah biaya di transfer selama beberapa hari. Bukan itu saja, biaya ongkir atau ongkos kirim pun menjadi tanggungan si pembeli.

Dari dua macam bentuk online shop di atas, bisnis ini menjadi perhatian pembisnis baru yang mau membuka bisnis, tapi tak memiliki cukup modal atau bahkan memulai tanpa modal pun bisa berkecimpung dalam bisnis ini. Terbukti sampai tahun 2019 ini bisnis online shop tak meredup sama sekali, malah semakin banyak macamnya. Apalagi sekarang sudah dikenal yang namanya marketplace, ada banyak wadah yang membuat bisnis online shop kian menjanjikan. Beberapa di antaranya ialah tokopedia, bukalapak, olx, shopee, lazada, JD.id, blibli, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Prospek bisnis online shop pada tahun 2019 di Indonesia akan terus berkembang tentu saja, akan banyak masyarakat yang turut mencoba terjun menjadi pembisnis pemula lewat bisnis online shop. Walaupun bakal menjamur nantinya, jangan takut akan persaingan yang ada, jika harga bersaing secara kompetitif bisnis akan langgeng hingga beberapa tahun ke depan karena hal ini akan berbanding lurus dengan masyarakat yang berperan aktif sebagai konsumen tentu saja. Berikut pertimbangan para konsumen memilih online shop untuk berbelanja:

  • Banyaknya pilihan toko online, sehingga mudah mencari harga yang pas dan sesuai dengan kantong,
  • Akses yang mudah, tinggal klik pada barang yang akan dibeli,
  • Hemat waktu, tak perlu susah payah untuk pergi ke toko swalayan untuk mendapatkan barang yang diinginkan,
  • Mudahnya pembayaran dengan menggunakan fitur transfer saja, dan
  • Mencakup banyak area yang ada di Indonesia.

 

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa beberapa tahun ke depan tren belanja online akan semakin berkembang, begitupun dengan tren bisnis online. Untuk itu, apakah Anda akan turut mencoba peruntungan pula pada bisnis online shop tersebut?

Read More
Putri Larasati Januari 21, 2019 0 Comments

Entrepreneur : Franchise

Halo calon-calon entrepreneur muda! Mau menjalankan bisnis, tapi merasa stuck persoal ide? Anda perlu mencoba bisnis yang satu ini, Franchise! Sudah pernah mendengar kata franchise sebelumnya? Jika sudah, mungkin dengan adanya artikel ini bisa membantu Anda untuk lebih meyakinkan keputusan Anda. Namun, jika belum, tenang, artikel ini juga bisa membantu Anda untuk mengenal lebih jauh mengenai franchise.

Sebelum pembahasan lebih lanjut, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu franchise. Pengertian franchise bisa dilihat dari bahasa asal dan dari segi yuridis di Indonesia. Menurut bahasa, kata franchise berasal dari bahasa Perancis, franchir yang artinya memberi kebebasan pada pihak. Sedangkan, dari segi yuridis, franchise disebutkan sebagai perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan dan penjualan barang dan atau jasa (Pasal 1 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1997 tentang Waralaba franchise).

Jadi, dari pengertian di atas, sederhananya franchise bisa diartikan sebagai salah satu bentuk kerjasama bisnis antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak memiliki produk, baik berbentuk barang maupun jasa, dan satu pihak lainnya menginginkan untuk menjalankan bisnis dengan produk yang sama pula dengan beberapa ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Adapun kriteria-kriteria usaha franchise yang dapat diwaralabakan meliputi hal-hal sebagai berikut :

  • punya ciri khas dalam usaha,
  • telah terbukti memberikan keuntungan,
  • memiliki standar atas pelayanan secara tertulis mengenai barang atau jasa yang ditawarkan,
  • mudah untuk diterapkan,
  • ada support yang berkesinambungan, dan
  • hak kekayaan intelektual telah terdaftar.

Meskipun franchise sepertinya terlihat cukup mudah untuk langsung dijalankan oleh para enterpreneur-enterprneur muda, Anda juga harus memerhatikan hal-hal berikut untuk memilih franchising mana yang akan Anda kelola nantinya. Berikut tips-tipsnya :

  • Galilah informasi sebanyak-banyaknya dan mendalam tentang penyelenggara franchise
  • Jadikan jawaban-jawaban franchiser sebagai tolak ukur. Jika mereka terbuka dengan beberapa pertanyaan seperti latar belakang usaha, bonafit, pengalaman, potensi pasar, peta persaingan, dan keunggulan serta keunikan produk mereka, maka ini adalah hal yang bagus. Tapi, jika tidak, ya sebaliknya.
  • Pilih franchise yang setidaknya telah menghasilkan keuntungan selama tiga tahun. Dan apabila mereka telah punya banyak rekanan, pastikan apakah mereka untung atau malah merugi, lalu cari tahu juga apa penyebabnya.
  • Pelajari secara mendalam draf kontrak yang ditawarkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai isi kontrak tersebut merugikan Anda di suatu hari.

Pada saat Anda telah memutuskan untuk menjalankan bisnis franchise, Anda juga harus mempersiapkan diri Anda untuk dua hal yaitu untung ataupun rugi. Ya, sama halnya dengan bisnis-bisnis lainnya.

 

Read More
Putri Larasati Januari 19, 2019 0 Comments

Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Untuk Bisnis Anda

Strategi bauran pemasaran (marketing mix) adalah langkah lanjutan setelah Anda berhasil menentukan strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) pada bisnis yang akan Anda jalankan nantinya, Stretegi bauran pemasaran itu sendiri, meliputi strategi produk, strategi harga, strategi lokasi dan distribusi, serta strategi promosi.

  1. Strategi Produk

Menurut Philip Kotler, definisi produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk digunakan atau dikonsumsi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Produk yang dimaksud bisa berupa barang atau jasa sesuai dari bisnis seperti apa yang nantinya akan Anda jalankan. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi peluang untuk produk baru, yaitu perubahan ekonomi, social dan budaya, teknologi, politik dan lainnya.

 

Berikut strategi produk yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengembangkan suatu produk antara lain :

  • Penentuan mutu dan logo : logo sebagai ciri khas produk, sedangkan motto mencakup uraian kata-kata berkenaan dengan visi dan misi perusahaan dalam melayani masyarakat. Yang perlu diperhatikan dalam membuat motto yaitu mempunyai arti positif, menarik perhatian, dan mudah diingat.
  • Menciptakan merek : sama halnya dengan motto, dalam menciptakan merek juga perlu mempertimbangkan factor-faktor seperti mudah diingat, terkesan hebat dan modern, memiliki arti positif, serta menarik perhatian agar mudah dikenal masyarakat. Biasanya merek bisa berupa nama, istilah, symbol, desain ataupun kombinasi dari semuanya.
  • Menciptakan kemasan : kemasan juga penting untuk membungkus suatu produk. Penciptaannya pun harus memenuhi syarat yang layak seperti kualitas kemasan, bentuk, warna, dan hal lain yang dirasa perlu untuk menyuport produk.
  • Keputusan label : label erat kaitannya dengan menciptakan kemasan karena ia dilengketkan pada produk yang ditawarkan. Isi dari label tersebut yaitu siapa pembuat, tempat dan waktu dibuat, menjelaskan kaan masa kadaluarsanya, serta informasi lainnya terkait dengan produk tersebut.
  1. Strategi Harga

Salah satu bagian penting dalam strategi dan menjadi penyebab laku tidaknya suatu produk yang ditawarkan adalah berkenaan dengan ahrga. Jika salah memberikan atau menetapkan harga jual akan berdampak buruk dan membuat produk tidak laku di pasaran.

 

Langkah-langkah dalam menetapkan harga meliputi penentuan tujuan penetapan harga, memperkirakan permintaan biaya dan laba, memilih strategi harga untuk membantu menentukan harga dasar, dan menyesuaikan harga dasar dengan taktik penetapan harga.

 

Strategi dasar dalam menerapkan harga seperti yang dibahas sebelumnya ada tiga langkah. Pertama, skimming pricing : menetapkan harga paling tinggi pada awal produk yang bertujuan menunjukkan kualitas yang tinggi pula pada produk dan jasa yang ditawrkan. Kedua, penetration pricing : tetapkan harga paling rendah dengan tujuan menguasai pasar. Terakhir, status quo pricing : menetapkan harga dengan menyesuaikan dengan harga pesaing agar mampu ikt bersaing dalam pasar.

  1. Strategi Lokasi

Penetuan lokasi dan distribusi digunakan agar mampu menjaring konsumen dengan mudah dan mendistribusikan produk dengan mudah pula. Adapun hal-hal yang bisa dipertimbangkan dalam memilih dan menentukan lokasi, yaitu dekat dengan kawasan industry, perkantoran, psar, pusat pemerintahan, perumahan atau masyarakat, sarana dan prasarana, serta mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada di lokasi tersebut.

  1. Strategi Promosi

Promosi adalah strategi terakhir dalam marketing mix untuk memperkenalkan produk, menarik perhatian konsumen baru, dan mempertahankan konsumen yang lama. Ada empat cara dalam melakukan promosi, yaitu periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), publisitas (publicity), dan penjualan pribadi (personal selling)

 

Selamat mencoba strategi-strategi tersebut, semoga berguna bagi bisnis yang akan Anda jalani.

 

 

Read More
Putri Larasati Januari 17, 2019 0 Comments

Strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) pada Bisnis

Agar investasi atau bisnis yang akan dijalankan dapat berhasil, Anda perlu menentukan strategi bersaing yang tepat terlebih dahulu. Unsur strategi yang dimaksud yaitu strategi STP.

“Apa itu strategi STP?”

Strategi STP yaitu strategi memilih pasar yang terdiri dari segmentasi pasar (Segmentation), pasar sasaran (Targeting), dan posisi pasar (Positioning)

1.Segmentasi Pasar (Market Segmentation)

Segmentasi pasar yaitu membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula. Untuk melakukan segmentasi pasar terlebih dahulu tentukan variable-variabelnya sebab segemntasi pasar itu sendiri terdiri dari beberapa variabel yang harus diperhatikan. Hal ini bertujuan agar segmentasi yang telah dilakukan sesuai dan tepat sasaran. Variabel yang dimaksudkan terbagi menjadi dua, yaitu segmentasi pasar konsumen dan segmentasi pasar industrial.

Menurut Philip Kotler, variabel utama untuk menentukan segmentasi pasar konsumen, yaitu.

  1. Segmentasi berdasarkan geografis, terdiri dari bangsa, provinsi, kabupaten, kecamatan, dan iklim.
  2. Segmentasi berdasarkan demografis, terdiri dari umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, daur hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, dan kebangsaan.
  3. Segmentasi berdasarkan psikografis, terdiri dari kelas social, gaya hidup, dan karakteristik pribadi.
  4. Segmentasi berdasarkan perilaku, terdiri dari pengetahuan, sikap, kegunaan, dan tanggap terhadap suatu produk.

Sedangkan variable utama untuk menentukan segmentasi pasar industrial, yaitu:

  1. Segmentasi berdasarkan demografis, terdiri dari jenis industry, besar perusahaan, dan lokasi perusahaan.
  2. Segmentasi berdasarkan karakteristik pengoperasian, terdiri dari teknologi yang difokuskan, status pengguna (berat, sedang, atau ringan) dan kemampuan pelanggan.
  3. Segmentasi berdasarkan pendekatan pembeli, terdiri dari organisasi berfungsi pembeli, sifat hubungan yang ada, struktur kekuatan, kebijakan pembelian umum, dan criteria.
  4. Segmentasi berdasarkan karakteristik personel industry, terdiri dari kesamaan pembeli, sikap terhadap resiko, dan kesetiaan.
  5. Segmentasi berdasarkan factor situasional, terdiri dari urgensi, pengguna khusus, dan besarnya pesanan.

2. Pasar Sasaran (Market Targeting)

Menetapkan pasar sasaran adalah langkah lanjutan setelah Anda memilih segmentasi pasar dimana Anda diharuskan mengevaluasi keaktifan setiap segmen yang telah dipilih sebelumnya. Ketika menetapkan pasar sasaran, Anda juga harus mengembangkan ukuran dan daya tarik segmen baru kemudian memilih pasar sasaran yang diinginkan. Kegiatan-kegiatan untuk menetapkan pasar sasaran meliputi evaluasi segmen pasar dan memilih segmen.

  1. Evaluasi segmen pasar
  • Ukuran dan pertumbuhan segmen : data tentang penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan dan margin dari setiap segmen
  • Melihat pesaing yang kuat dan agresif pada produk yang sama, serta memperhitungkan ancaman produk pengganti
  • Sasaran dan sumber daya perusahaan dengan memperhatikan sumber daya manusia termasuk keterampilan yang dimiliki.
  1. Memilih Segmen
  • Pemasaran serbasama : melayani semua pasar dan tawaran pasar, serta mencari persamaan dalam kebutuhan konsumen. Keuntungannya lebih bisa menghemat biaya
  • Pemasaran serbaaneka : merancang tawaran mulai dari pendapatan, tujuan, atau kepribadian. Misalnya, beda desain untuk industry mobil. Pasar ini memerlukan biaya tinggi.
  • Pemasaran terpadu : pemasaran yang khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas pula.

3. Posisi Market (Market Positioning)

Strategi terakhir yaitu menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atau suatu pasar. Tujuannya untuk membangun dan mengomunikasikan keunggulan bersaing produk yang dihasilkan ke dalam mindset konsumen.

 

  1. Strategi penentuan posisi pasar
  • Harga (Murah/Mahal)
  • Kesempatan Pengguna (Fungsi Produk)
  • Kelas Pengguna (Genre dan Usia)
  • Menjadi brand teratas pada pasar sejenis
  • Produk
  1. Memilih dan melaksanakan strategi
  • Identifikasi keunggulan kompetitif dengan perbedaan yang ada, seperti diferensiasi produk, jasa, personel, ataupun citra.
  • Memilih keunggulan kompetitif yang tepat, seperti berapa banyak perbedaan dipromosikan.
  • Mewujudkan dan mengomunikasikan posisi pasar yang telah dipilih.

Dalam kaitannya dengan studi kelayakan bisnis, stategi STP di atas merupakan salah satu aspek penting sebagai langkah awal untuk menentukan bisnis yang aka Anda jalankan nantinya.

Read More
Putri Larasati Januari 16, 2019 1 Comment

Mengenal Lebih Jauh Tentang Studi Kelayakan Bisnis

Selama ini apakah Anda benar-benar memahami apa itu studi kelayakan bisnis? Bagi Anda yang sedang menjalankan sebuah bisnis, tentu sangat wajib memahami tentang hal ini. Di saat Anda hendak membangun sebuah bisnis, biasanya akan ada beberapa hal yang harus dipikirkan. Terkadang mungkin malah membuat Anda ragu. Mulai dari perencanaan produk atau jasa yang ingin dijual, mempersiapkan bahan baku, hingga merancang perencanaan untuk pemasaran. Atau yang paling sering mengganjal ialah perihal keuntungan bisnis yang belum jelas akan seperti apa di masa mendatang.

Apabila Anda merasakan hal-hal tersebut, sebenarnya tidak perlu khawatir. Beberapa hal tersebut lumrah dirasakan oleh pebisnis. Namun bagaimana untuk mengatasinya? Nah, Anda memerlukan sebuah penelitian yang ditinjau dari berbagai aspek. Penelitian ini dibuat guna mengetahui kelayakan sebuah bisnis. Biasanya penelitian seperti pada bisnis sering disebut sebagai studi kelayakan bisnis.

Lalu apa sesungguhnya pengertian tentang studi kelayakan bisnis? Sebenarnya studi kelayakan bisnis adalah studi yang memiliki tujuan untuk mengevaluasi sebuah bisnis, apakah tindakan bisnis yang telah dilakukan sudah masuk akal jika dilihat dari segi ekonomi atau operasional. Biasanya akan ada pertanyaan yang sering ditanyakan, “Apakah kita harus melanjutkan dengan rencana tindakan yang lebih spesifik apabila dibandingkan dengan sekarang?”. Tak hanya itu saja, biasanya studi kelayakan bisnis juga dibuat agar pebisnis memahami risiko dengan lebih baik, kemudian bisa mempersiapkan penanganannya.

Apabila Anda berpikir bahwa studi kelayakan bisnis itu mirip dengan perencanaan bisnis atau business plan, tentu Anda salah. Biasanya perencanaan bisnis akan menyediakan sebuah fungsi perencanaan, kemudian mendefinisikan tindakan-tindakan yang perlu untuk diwujudkan pada gagasan bisnis Anda tersebut. Sehingga studi kelayakan bisnis biasanya hanya memberikan penyelidikan tentang fungsi tertentu saja, sehingga apakah hal tersebut layak untuk dilakukan atau tidak.

Namun sebenarnya antara perencanaan bisnis dengan studi kelayakan bisnis perlu dilakukan secara bersamaan sebelum mendirikan sebuah bisnis. Namun kebanyakan pebisnis menjalankan perencanaan bisnis setelah studi kelayakan bisnis diuji. Atau dalam kata lain, bisnis tersebut memang sudah benar-benar dianggap layak dijalankan, baru perencanaan bisnis dibuat.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan studi kelayakan bisnis? Biasanya hal ini dilakukan pada saat seorang pebisnis harus membuat keputusan penting yang berhubungan dengan lanjut atau tidaknya bisnis mereka. Biasanya setiap keputusan tentu didasari oleh beberapa hal atau kondisi yang bervariasi. Namun secara umum, studi kelayakan bisnsi akan dilakukan bagi mereka yang sedang berencana meluncurkan sebuah bisnis baru.

Bisa dibilang bahwa sebuah studi kelayakan bisnis dapat menjadi inti dari sebuah bisnis yang baru. Mengapa demikian? Karena hal tersebut dapat membantu pebisnis untuk memiliki sikap peka pada beberapa risiko yang mungkin akan muncul di masa mendatang. Pada dasarnya, studi kelayakan bisnis dapat menjadi inti dari sebuah bisnis yang baru karena dapat membantu pebisnis untuk peka terhadap risiko-risiko yang mungkin dapat muncul di masa mendatang. Namun secara garis besar dapat disimpulkan bahwa studi kelayakan bisnsi merupakan alat yang sempurna untuk memberikan penilaian sebuah situs yang berefek pada kepentingan ekonomi atau operasional.

Jika berbicara mengenai apa isi dari studi kelayakan sebuah bisnis. Anda perlu memahami bahwa ada beberapa elemen yang harus ada pada studi kelayakan bisnis, antara lain elemen hukum, elemen pasar dan pemasaran, elemen teknis dan teknologi, elemen manajemen, dan elemen keuangan. Semuanya harus selaras. Topik ini akan dibahas lebih mendalam pada artikel selanjutnya.

Bagaimana, sejauh ini apakah Anda sudah memahami apa itu studi kelayakan bisnis? Setiap bisnis tentu membutuhkan hal ini sebagai tolak ukur apakah bisnsi tersebut layak diperjuangkan atau tidak.

Read More
admin Januari 11, 2019 0 Comments

Jasa Riset Pasar

Devisi pemasaran untuk sebuah perusahaan menjadi perhatian khusus karena dari sanalah sebuahproduk hasil perusahaan bisa di terima masyarakat. Dengan begitu orang-orang yang bergerak padabidang tersebut harus dapat memahami dan meneliti perkembangan masyarakat yang ada. Sehinggaapa yang di hasilkan perusahaan benar-benar sesuai dengan apa yang di butuhkan. Untuk melakukanpemantauan yang benar maka bisa menggunakan

Jasa riset pemasaran yang akan membantu menghitung persentase pencapaian kualitas produk di masyarakat. Ini bisa didapatkan dari kinerja yang akan diberikan Grapadi Konsultan untuk mendatangkan ahli khusus dalam pemasaran.

Riset pemasaran merupakan kegiatan penelitian dalam bidang pemasaran. Riset pemasaran harus dilakukan secara sistematis, yakni mulai dari perumusan masalah, perumusan tujuan dari riset pemasaran, pengumpulan data, pengolahan data, hingga interpretasi dari hasil riset pemasaran yang diperoleh. Riset pemasaran dilakukan sebagai upaya memberi masukan bagi pihak manajemen. Dengan adanya riset pemasaran, pihak manajemen akan mengetahui hal apa saja yang perlu diperbaiki dan strategi pemasaran apa yang masih konkrit dilakukan untuk merebut peluang.

Banyak orang yang seringkali masih rancu dengan istilah riset pemasaran. Riset pemasaran (marketing research) seringkali masih disamakan dengan riset pasar (market research), padahal keduanya merupakan istilah yang berbeda. Riset pasar berfokus pada pasar yang telah ditentukan secara spesifik. Sementara itu, riset pemasaran memiliki arti yang lebih luas. Riset pemasaran tidak hanya terpaku pada aspek pasar atau produk, namun juga mencangkup hal-hal di luar itu. Singkatnya, riset pasar bisa disebut sebagai bagian dari riset pemasaran.

Riset pemasaran merupakan sebuah langkah penting yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk membantu menyusun perencanaan pemasaran. Program pemasaran pada tahun yang baru biasanya turut dipengaruhi oleh hasil riset pemasaran yang dilakukan perusahaan di akhir tahun. Riset pemasaran dapat diibaratkan sebagai mata dan telinga perusahaan untuk mengetahui bagaimana pandangan dan keinginan konsumen terhadap perusahaan. Riset pemasaran memiliki tiga fungsi utama bagi perusahaan, yaitu:

  1. Evaluating

Fungsi riset pemasaran yang pertama adalah evaluating. Riset pemasaran yang dilakukan untuk fungsi ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi program-program pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya. Fungsi evaluating dalam riset pemasaran ini juga termasuk ketika perusahaan ingin melakukan review terhadap brand positioningdibandingkan dengan produk pesaing.

1. Understanding

Fungsi riset pemasaran kedua adalah understanding. Fungsi riset pemasaran ini menekankan pada tujuan untuk memahami konsumen sebagai salah satu insight atau masukan yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan memahami konsumen, perusahaan akan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan konsumen. Dalam menjalankan funsi ini, riset pemasaran yang dilakukan biasanya adalah riset yang menggambarkan potret kebiasaan dan perilaku konsumen serta harapan dan keluhan mereka terhadap produk.

2. Predicting

Fungsi riset pemasaran ketiga adalah predicting. Fungsi riset pemasaran yang terakhir ini merupakan fungsi yang sebenarnya paling sulit untuk dilakukan. Dunia ini penuh dengan ketidakpastian, sehingga prediksi yang dilakukan dalam riset pemasaran sangatlah beresiko karena sifatnya yang sangat relatif. Ketika sebuah brand ingin membidik pasar baru, maka riset pemasaran selalu dijadikan bahan acuan utama. Begitupun ketika perusahaan ingin menyusun strategi pemasaran baru, riset pemasaran masih menjadi penilaian utama.

Riset pemasaran dapat diklarifikasikan ke dalam tiga kelompok berdasarkan tujuannya. Meskipun begitu, kategorisasi ini sebenarnya tidak mutlak. Riset pemasaran dapat pula dilakuakan dengan bentuk kombinasi dari ketiganya. Ketiga jenis riset pemasaran tersebut adalah:

3. Problem Solving Research

Problem solving research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk mengidentifikasi serta memecahkan permasalahan yang sering terjadi dalam pemasaran. Riset pemasaran jenis ini berorientasi pada masa lalu, artinya masalah pemasaran yang pernah terjadi diidentifikasi dan dievaluasi kembali. Proses identifikasi dan evaluasi ini diharapkan akan mampu membantu perusahaan untuk mendapatkan solusi serta mencegah terulangnya kesalahan di masa depan.

4. Controlling Research

Controlling research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk pengawasan atau pengendalian proses bisnis serta pemasaran yang sedang terjadi. Riset pemasaran yang dilakukan secara reguler akan mampu menjaga kinerja proses bisnis dan pemasaran. Harapannya, riset pemasaran yang dilakukan secara berkala akan mampu menghasilkanzero deffect dalam perusahaan.

5. Planning Research

Planning research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk mendapatkan informasi sebagai panduan dalam merencanakan kegiatan pemasaran. Sebuah perencanaan bisnis atau pemasaran memerlukan informasi dari riset pemasaran untuk dapat mengukur secara tepat target serta strategi yang hendak disusun. Tanpa riset pemasaran, maka perencanaan yang disusun bisa jadi tidak tepat sasaran dan justru berpotensi merugikan perusahaan.

Read More
admin Oktober 29, 2018 0 Comments

Jasa Studi Kelayakan yang Bisa Kami Kembangkan

Bisa dibilang bahwa suatu kegiatan usaha/bisnis/proyek pasti melibatkan banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan yang berbeda, seperti para investor selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan. Investor berkepentingan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain-lain.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam memulai suatu bisnis, dimana dasar dari pertimbangan-pertimbangan tersebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang akan dijalankan, sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan bidang profesi lainnya.

Seperti kita ketahui bersama bahwa berhasil tidaknya suatu Usaha /Bisnis/Proyek sangat tergantung dari baik tidaknya studi kelayaan usaha dilakukan. Demikian pentingnya suatu studi kelayakaan dilakukan sebelum Usaha/Bisnis/Proyek dilaksanakan. Mengapa demikian, hal ini dikarenakan suatu studi kelayakan Usaha/Bisnis/Proyek merupakan laporan penelitian tentang dapat tidaknya suatu bisnis / project dilaksanakan dengan berhasil dengan pertimbangan mendapatkan manfaat finansial (Arti sempit).

Studi Kelayakan Usaha/Bisnis/Proyek bisa didifinisikan sebagai suatu penelitian tentang berhasil tidaknya Usaha/Bisnis/Proyek investasi dilaksanakan secara menguntungkan (penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan ekses sumber daya,penghematan devisa, dan peluang usaha)

Lalu apa Saja yang dibahas di dalam sebuah studi kelayaan usaha/bisnis/proyek? Aspek Hukum/Legalitas; Aspek Sosial, Ekonomi dan Budaya; Aspek Pasar dan Pemasaran; Aspek Teknis dan Teknologi; Aspek Organisasi dan Manajemen; dan Kelayakan aspek keuangan.

Anda akan melalui tahap pra studi kelayakan. Tahap identifikasi yang merupakan tahapan dalam menentukan calon-calon usaha yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan perlunya studi kelayakan antara lain adalah:

  1. Apakah usaha termasuk dalam sektor yang potensial?
    b. Apakah pasar untuk sektor tersebut tidak jenuh?
    c. Apakah usaha tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah?
    d. Apakah usaha secara garis besar menguntungkan?

Selanjutnya ada tahap formulasi berupa pra studi kelayakan dengan meneliti sejauh mana calon-calon usaha tersebut dapat dilaksanakan menurut aspek teknis, aspek institusional, sosial dan eksternalitas, sebagai berikut:

Aspek teknis meliputi faktor produksi yang mempengaruhi usaha dan pemasaran hasil. Ada beberapa faktor produksi antara lain:
1. Kemudahan akses terhadap lokasi usaha.
2. Ketersediaan prasarana jalan, air, tenaga listrik, BBM.
3. Ketersediaan bahan baku dan bahan penolong.
4. Ketersediaan tenaga kerja baik kualitas maupun kuantitasnya.

Sedangkan untuk pemasaran antara lain potensi penjualan produk dan keuntungan yang dihasilkan serta target pasar dan fasilitas pergudangan serta pengangkutannya. Biasanya aspek teknis tercermin dalam analisis benefit cost ratio, namun dengan analisis faktor faktor yang dijelaskan diatas sudah dapat menjadi pertimbangan apakah proyek ini harus ditolak atau studi lebih lanjut dapat dilaksanakan.

Untuk aspek institusional meliputi dua hal yaitu organisasi pemerintah dan masyarakat. Dari segi pemerintah, apakah ada kebijakan yang menghambat atau memperlancar pembangunan dan kegiatan operasional proyek, misalnya izin hak guna usaha, izin bangunan dan izin penggunaan tenaga kerja (asing, wanita anak-anak).

Sedangkan dari segi masyarakat, bagaimana reaksi masyarakat sekitar, organisasi sosial dan buruh dapat merintangi atau memperlancar pembangunan dan kegiatan operasional proyek. Aspek institusional tidak tercermin dalam harga-harga oleh karena itu tidak dapat dianalisis dalam benefit cost, namun masalah yang dijelaskan dapat menjadi pertimbangan usaha ini ditolak atau dilanjutkan studi kelayakannya. Untuk aspek sosial, di samping bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat akan suatu produk tertentu, pendirian usaha juga mempunyai tujuan-tujuan sosial seperti tercermin dari penyerapan tenaga kerja dan penyebaran pendapatan.

Aspek eksternalitas adalah hasil tidak langsung dan akibat sampingan proyek yang dapat memberikan efek positif (memberikan tambahan benefit) atau efek negatif (mengakibatkan kerugian masyarakat). Misalnya pendirian usaha pemotongan ayam di tempat pemukiman memberikan efek positif dalam penyerapan tenaga kerja dan distribusi pendapatan bagi masyarakat tetapi sekaligus memberikan efek negatif karena polusi udara, air dan timbulnya penyakit bagi masyarakat sekitarnya. Setelah mempertimbangkan aspek-aspek tersebut barulah dapat ditentukan perlu tidaknya diadakan studi kelayakan.

Hasil akhir dari pelaksanaan suatu penelitian untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu rencana usaha, harus ditempuh melalui tahapan-tahapan kegiatan yang berkesinambungan, antara lain tahapan persiapan, tahapan pengumpulan data (primer dan sekunder), tahapan pengolahan dan analisis data, dan tahapan penyusunan laporan.

 

Read More
admin Oktober 29, 2018 0 Comments

Tujuan dari Studi Kelayakan Bisnis

Tujuan dari Studi Kelayakan Bisnis

Seperti yang sudah diketahui bahwa studi kelayakan bisnis adalah sebuah penelitian yang harus dilakukan sebelum menjalankan suatu bisnis ataupun proyek. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi ancaman kerugian yang akan diterima oleh pebisnis. Studi kelayakan bisa dikatakan seperti sebuah planning ( perencanaan ) sebelum diwujudkannya sebuah acara atau pagelaran. Studi kelayakan sebagai sebuah pengetahuan tentu memiliki tujuan yang harus diketahui oleh para pengunanya. Tidak perlu berlama-lama, inilah beberapa tujuan dari studi kelayakan yang dilihat dari pendapat Kamsir dan Jakfar ( 2007 ) :

  1. Menghindari Resiko Kerugian

Anda pasti sudah tahu karena studi kelayakan adalah sebuah konsep untuk merencanakan dan meneliti mengenai ide bisnis yang telah digagas. Dari hal itu bisa diketahui bahwa studi kelayakan dilakukan sebelum bisnis tersebut diwujudkan. Apapun bentuk binsisnya, ketika melalui perencanaan yang tepat tentunya imbal baliknya pada kecilnya kerugian yang akan diterima oleh owner ( pemilik ) bisnis. Itulah tujuan awal dari studi kelayakan yang selalu menjadi bahan pertimbangan untuk para pemula bisnis.

  1. Mempermudah Perencanaan

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa studi kelayakan dilakukan untuk meneliti apakah ide bisnis yang digagas pantas dijalankan, atau malah lebih baik ditunda. Nah, dari penelitian tersebut, seorang pebisnis akan diberikan banyak pilihan untuk memikirkan bisnis yang seperti apa yang sebenarnya cocok dan menguntungkan untuk dijalankan. Dari banyaknya pilihan tersebut, keuntungan lain datang yaitu adanya kemudahan pebisnis untuk merancang perencanaan untuk bisnis yang sudah sesuai dengan market dan aspek bisinis lainnya, yang otomatis akan membuat bisnis tersebut berjalan lancar untuk kedepannya.

  1. Mempermudah Pelaksanaan Pekerjaan

Tujuan berikutnya masih ada kaitannya dengan tujuan kedua yang barusan dibahas. Apa? karena Anda sudah dimudahkan dalam menyusun perencanaan, jelas Andapun akan dimudahkan dalam mengaplikasikan kinerja yang harus dilakukan untuk mencapai apa yang sudah direncanakan. Anda sebagai seorang pebisnis yang memiliki bisnis tersebut tidak asal jalan, masalah kinerjanya biar diurus karyawan. Nah, itu salah. Anda harus tahu dan mau tahu, mengenenai semua alur yang akan dijalankan.

  1. Mempermudah Pengawasan

Saat semuanya sudah sesuai dengan apa yang direncanakan, Anda pasti akan dimudahkan dalam hal pengawasan. Kemudian kenapa pengawasan perlu dilakukan? Jawabannya tidak ada yang lain, selain untuk mengaja agar smeua konsep rencana yang sudah disusun dari awal masih aman dan tidak melenceng. Apakah hal tersebut penting? TENTU, karena disitulah letak Anda mampu mengukur keberhasilan akan bisnis yang dijalankan. Posisi perencanaan sangat penting, itu kenapa posisinya harus selalu diawasi dengan baik.

  1. Mempermudah Pengendalian

Tujuan terkahir menjadi penutup yang cantik untuk mengakhiri niat baik dari studi kelayakan bisnis. Tujuan inilah yang akan mempermuah Anda untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi dilapangan. Pengendalian ini dilakukan untuk membuat kinerja yang dilakukan kembali sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dari awal. Pengedalian ini amat sangat penting karena akan berakibat langsung kepada bisnis yang masih Anda jalankan. Kalau sampai pebisnis lengah, tidak ada toleran kalau bisnis tersebut terpaksa jatuh (kolaps).Bukanya hal tersebut yang Anda hindari ?

 

Demikianlah, beberapa tujuan baik dari studi kelayakan yang wajib Anda lakukan. Tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga, karena apa yang Anda jalankan melibatkan banyak modal. Bukan hanya finansial, juga mental. Ada baiknya, mengetahui lahan pertempuran terlebih dahulu untuk kemudian bertarung didalamnya dengan para pejuang lainnya. Nah, dari sinilah semua akan bermain secara sportif.

Read More
admin Oktober 24, 2018 0 Comments

Study Kelayakan Penyelamatkan Bisnis Anda

 

Berbicara mengenai dunia bisnis dan berbagai elemen didalamnya, tentu akan membuat beberapa orang menjadi lebih bergairah untuk memulai sebuah bisnis. Dsisi lain, ada pula orang-orang yang malah ciut dengan bayangan kompetitor dan hal lain yang harus dihadapi saat akan memulai berbisnis. Bayangan akan sebuah kegagalan adalah hal yang selalu menganggu dan terkadang sukses mengugurkan niat seseorang yang akan menjalankan bisnisnya. Yah, disini saya tidak bilang juga bahwa bisnis merupakan lahan gampang yang siapapun bisa menjalaninya, karena bagaimanapun bisnis memiliki keunikan tersendiri. Lucunya, keunikan dalam dunia bisnis bisa dinilai oleh setiap orang dengan sudut pandang yang berbeda. Kenapa bisa seperti itu? salah satu jawabannya adalah pengalaman.

Seseorang yang sudah “suka” dengan bisnis tentu akan jauh lebih mendalaminya dengan sangat baik. Mereka akan berusaha menaklukannya. Hal tersebut akan jauh berbeda dari mereka yang hanya ikut-ikutan. Kenapa? Karena mereka tidak mau untuk mendalami ilmunya. Mereka tidak mau capek untuk mencari tahu apa yang sebenarnya membuat bisnis yang didirikan tidak sesuai dengan rencana awal. Mereka terlalu menganggap enteng modal dan para kompetitor bisnis yang tidak jarang sangat menakutkan. Itulah point perbedaannya. Terus bagaimana cara untuk para pebisnis pemula untuk tidak mudah goyah dengan rintangan dalam menjalankan bisnis ? Nah, masuklah pada pembahasan studi kelayakan. Apa itu studi kelayakan ?

Menurut Hasan dan Muhammad ( 2004: 4 ), studi kelayakan bisnis, yang juga sering disebut studi kelayakan proyek adalah sebuah penelitian yang menjelaskan tentang dapat tidaknya suatu proyek (bisnis yang biasanya proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil. Istilah proyek diartikan sebagai bentuk pendirian suatu usaha baru atau pengenalan suatu produk baru, modifikasi produk.

Intinya, studi kelayakan adalah sebuah penelitian secara mendalam mengenai ide bisnis, untuk menentukan apakah ide tersebut layak dikerjakan ataupun tidak. Sampai disini, saya yakin Anda sudah memiliki sedikit gambaran mengenai studi kelayakan yang masih dibicarakan ini. Kalau Anda berpendapat bahwa studi kelayakan sangat bermanfaat untuk berjalannya sebuah bisnis. Yah, saya sangat setuju dengan pendapat Anda tersebut, karena bisa dibilang studi kelayakan inilah yang akan menjadi menyelamat bisnis Anda sebelum terlanjur mengalami kerugian terlalu banyak. Kenapa saya bisa berani bilang seperti itu ? jawabannya karena dalam studi kelayakan inilah Anda akan mengetahui apakah rencana bisnis yang masih ada dikelapa Anda tersebut layak dikerjakan atau tidak. Jelas, kemungkinannya hanya dua. Yaitu, semisal ide tersebut layak, maka jalankanlah dengan positif thingking dan semangat. Dan sebaliknya, kalau ide bisnis tersebut tidak layak, maka jangan mencoba untuk menjalankannya.

Sebenarnya apa tujuan dari diadakannya studi kelayakan untuk sebuah bisnis ? mungkin itu adalah pertanyaan yang kemudian muncul, saat Anda sudah mengetahui apa itu studi kelayakan. Menurut Husnan dan Muhammad ( 2000 ) berpendapat bahwa tujuan dilakukannya studi kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Tentu sebuah studi kelayakan memperlukan biaya, tapi itu bisa dibilang relatif kecil mengingat investasi yang akan dilakukan masuk dalam hitungan besar.

Menurut Kamsir dan Jakfar ( 2007 ) studi kelayakan bisnis memiliki 5 tujuan yang kemudian menjadikan studi kelayakan dianjurkan untuk dilakukan. Nah, berikut adalah point-pointnya :

  1. Menghindari Resiko Kerugian
  2. Mempermudah Perencanaan
  3. Mempermudah Pelaksanaan Pekerjaan
  4. Mempermudah Pengawasan
  5. Mempermudah Pengendalian

 

Read More
admin Oktober 24, 2018 0 Comments

Studi Kelayakan dan Peranannya

Dunia bisnis merupakan salah satu dunia yang sangat populer dengan berbagai rintangan yang akan dihadapi oleh setiap pelakunya. Semakin hari, masyarakat lebih menyukai berbisnis dari pada menjadi karyawan tetap di sebuah perusahaan. Apalagi sekarang sudah berada di zaman globalisasi, dimana semuanya dapat dilakukan dengan sangat mudah dan praktis. Perkembangan teknologi mempengaruhi hampir setiap bidang kehidupan masyarakat. Pengaruh tersebut pula yang membuat pergerakan bidang bisnis semakin hari, semakin mencenggangkan. Bisnis bukan hanya ranah untuk orang yang memiliki modal besar, tetapi berbicara mengenai bisnis bisa melibatkan siapapun yang sudah bermodalkan mental.

Fakta tersebut didukung oleh perkembangan teknologi, terutama teknologi komunikasi yang membuat proses bisnis semakin menjadi mudah untuk dilakukan siapapun, termasuk pelajar. Butuh berapa contoh mahasiswa yang sukses luar biasa dengan bisnis onlinenya? Kalau ditanya modal, mungkin mereka tidak memiliki modal sebesar mereka yang bermodalkan jutaan bahkan ratusan juta rupiah untuk bisnisnya. Namun, untuk keuntungannya mereka bisa sebanding dengan mereka yang bermodalkan banyak. Inilah salah satu faktor terkuat kenapa sekarang pasar konvensional semakin redup, berganti dengan bisnis serba online.

Kemudahan yang tersedia itu terkadang membuat para pebisnis pemula terlena dengan indahnya rencana tanpa mengetahui elemen bisnis yang harus mereka ketahui. Mereka hanya memikirkan posting produk, mengirim produk, dan mendapatkan uang. Terkadang dengan mudahnya persepsi mereka mengenai bisnis online, membuat mereka lupa bahwa bisnis memiliki elemen yang perlu diketahui oleh setiap pelakunya. Karena itulah kunci dari keberhasilan yang ingin dicapai. Nah, salah satu dari sekian banyak elemen yang harus Anda pahami, diantaranya adalah studi kelayakan.

Apakah itu studi kelayakan? Inti dari elemen bisnis ini adalah memperkiaraan atau meramal apakah bisnis yang Anda gagas memiliki prospek yang cerah atau tidak untuk kedepannya. Secara tidak langsung studi kelayakan ini bertujuan untuk mencegah Anda rugi diproses pertama berbisnis. Kenapa bisa seperti itu? karena dari penelitian ini, Anda akan mengetahui seberapa besar respon masyarakat akan kehadiran produk yang Anda buat. Ketika respon masyarakat sedikit, tidak perlu memikir ulang. Anda harus langsung beralih menuju gagasan bisnis lainnya yang lebih bisa menguntungkan. Bagaimanapun berbicara masalah bisnis, berarti bersangkutan langsung dengan laba. Jadi, ketika Anda rugi berarti tidak ada alasan lagi untuk melanjutkan bisnis tersebut.

Studi kelayakan ini bisa dilakukan dengan melakukan analisis kecil-kecilan megenai selera khalayak. Wawancara, dan survei merupakan dua cara yang paling sering digunakan untuk mereka yang masih pemula dalam dunia bisnis. Sedangkan untuk perusahaan –perusahaan raksasa biasanya mengunakan jasa konsultan bisnis untuk melakukan studi kelayakan terhadap gagasan yang ingin mereka ciptakan. Beberapa dari pebisnis yang sudah mapan di dunia ini, biasanya menyarankan agar pemula mencari masalah terlebih dulu, sebelum memulai bisnisnya. Bukan produksi barang, tapi ketahui dahulu apa yang konsumen inginkan.

Studi kelayakan sendiri sangat penting untuk setiap aktor bisnis, mulai dari Anda sebagai wirausaha sampai pada investor. Para investor inilah yang akan memutuskan akan berinvestasi berapa untuk bisnis atau perusahaan Anda. Nah, salah satu cara yang biasa para investor lakukan adalah melihat dari segi studi kelayakan bisnis. Semakin cerah prospeknya, maka akan semakin besar peluang Anda untuk mendapat sokongan dana dari para investor, dan sebaliknya. Sedangkan untuk Anda sebagai pebisnis, dari studi kelayakan inilah Anda akan mengatahui apakah bisnis yang Anda gagas tersebut akan memberikan keuntungan sepanjang masa atau tidak.

Peranan Studi Kelayakan Bisnis

Kasmir dan Jakfar (2003) mengatakan bahwa studi kelayakan adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha yang akan dilaksanakan, untuk menentukan layak atau tidaknya gagasan tersebut dijalankan sebagai bisnis. Tujuan utama dari studi kelayakan ini tentunya yang akan berdiri bisa berjalan sesuai harapan baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang serta untuk mengukur seberapa besar potensi usaha tersebut baik dalam situasi mendukung maupun situasi yang tidak mendukung.

Dari penjelasan dari awal Anda pasti sudah menangkap benang merahnya bahwa studi kelayakan ini sangat berperan untuk semua pihak yang berkecimpung dalam bisnis. Bukan hanya wirausaha, investor, dan pemerintah. Namun, masayarakatpun ikut dalam tahapan ini. Nah, untuk lebih jelasnya dibawah ini beberapa manfaat dan peran studi kelayakan bisnis.

  • Sebagai Deskripsi Kasar Bisnis

Seperti yang sudah diterangkan di atas bahwa studi kelayakan ini melakukan penelitian terhadap layak atau tidaknya sebuah gagasan dijalankan dalam bentuk bisnis. Nah, dari penelitian tersebutlah Anda bisa mengetahui gambaran kasar dari pertama bisnis itu dibentuk sampai pada proses operasional. Menariknya, dari sinilah Anda bisa memprediksikan keuntungan yang kelak Anda dapatkan.

  • Sebagai Alat Pengukur Untung ataupun Rugi

Peranan kedua ini masih memiliki kaitan dengan peranan pertama. Dimana studi kelayakan memiliki tugas untuk mengukur seberapa jauh bisnis ini bisa dijalankan, dan seberapa besar laba atau rugi yang bisa terjadi pada perusahaan. Disisi lain, studi kelayakan memberikan solusi untuk menghindarkan para pelaku bisnis dari kerugian. Hal tersebut karena terdapat solusi untuk menghindari resiko yang kelak Anda ketahui juga dari lapangan.

  • Alat untuk Mencari Investor

Salah satu hal yang dilihat para inestor sebelum berinvestasi di sebuah perusahaan adalah melihat prospek masa depan perusahaan tersebut. Caranya dengan melihat kejelasan gagasan yang dimiliki oleh perusahaan. Gagasan inilah yang nantinya akan berkembang sebagai hasil studi kelayakan. Semakin bagus prospek yang dimiliki, berapa dana yang diminta oleh perusahaa pasti disetujui oleh investor. Kenapa? Para penanam modal tersebut juga tidak mau rugi. Jadi, ketika perusahaan atau bisnis Anda menunjukan masa depan yang cerah, jelas mereka akan berlomba menanam modal di perusahaan tersebut.

  • Sebagai Penangkal Kerugian

Seperti yang sudah dibicarakan dari awal bahwa studi kelayakan memberikan ruang yang begitu luas untuk para aktor yang terlibat dalam bisnis untuk melakukan penelitian apakah ide ataupun gagasan yang dimiliki layak dijalankan atau sebaliknya. Ketika, ide tersebuk zonk ada baiknya beralih dan mulai dengan ide baru yang ssuai dengan hasil pencarian masalah yang ada disekitar masyarakat. Perhatikan, awal studi kelayakan ini jelas menekankan bahwa tidak ada satu para aktor bisnis itu yang mau rugi, dan itu semua terselamatkan dengan studi kelayakan.

  • Menentukan Tindakan

Studi kelayakan ini pula yang akan menyediakan beberapa tindakan untuk Anda ketika gagasan itu layak untuk dijalankan. Dari hal ini menjelaskan bahwa bisnis bisa diberjalan dengan baik, selama Anda tetap konsen dengan apa yang terjadi disekitar. Inilah salah satu hal yang bisa digunakan untuk menghindar dari berbagai resiko yang akan menghadang bisnis tersebut. Jadi, Anda memiliki peluang besar untuk sukses.

Read More
admin Oktober 24, 2018 0 Comments
Selamat Datang Di Grapadi Konsultan
WhatsApp
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanPortugueseSpanish