11 Point yang WAjib Ada di Proposal Usaha

Proposal usaha merupakan sarana yang digunakan oleh seorang pengusaha untuk merangkum segala aspek yang mencakup usaha yang nantinya akan didirikan dimana biasanya berbentuk dokumen tertulis yang menggambarkan semua unsur, baik internal maupun eksternal yang memengaruhi usaha yang akan dijalankan nantinya.

Proposal usaha sangat berguna sebagai pedoman untuk bergerak dan berkembang atau bisa dikatakan sebagai acuan dalam melakukan kegiatan usaha. Sebenarnya, proposal usaha tidaklah sulit akan tetapi tak bisa pula secara serta merta dianggap sebagai hal yang sepele mengingat semua isi dari proposal tersebut sangat penting dan berguna bagi si pengusaha itu sendiri.

Dengan demikian, apakah ada aturan baku mengenai pembuatan proposal usaha tersebut? Jawabannya tidak. Proposal usaha terkesan fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan keinginan sang pengusaha tersebut.

Meskipun tidak ada aturan baku, seorang awam yang ingin mencoba membuat proposal usaha sendiri tentulah sangat memerlukan contoh susunan draft proposal usaha tersebut. Benar, bukan? Ya, bisa dibilang contoh susunan draft proposal usaha tersebut bisa dijadikan acuan dalam pembuatan proposal usaha itu sendiri.

Berikut ini merupakan contoh susunan draft proposal usaha yang bisa Anda contoh :

  1. Judul berisikan nama atau jenis usaha yang akan dibangun atau yang telah berjalan
  2. Bagian pertama mengenai penjelasan tentang usaha. Misalnya penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan, latar belakang pemilihan bidang usaha dan prospek usaha di masa mendatang, keunggulan bidang usaha yang dipilih, serta kendala bisnis beserta antisipasi pemecahannya.
  3. Di bagian selanjutnya akan menguraikan secara rinci tentang spesifikasi dari sebuah produk, misalnya ukuran, jenis, kegunaan, keistimewaan, kuantitas hasil produk setiap periode, permintaan dan kebutuhan konsumen, persaingan pasar, sumber daya yang menunjang pembuatan produk, hingga daya beli konsumen. 
  4. Menjelaskan tentang setting usaha atau lokasi usaha akan dibangun
  5. Menetapkan segmen pasar, target konsumen, strategi pemasaran termasuk juga kebijakan harga
  6. Menjelaskan posisi usaha dan persaingannya dalam pasar. Perusahaan juga dituntut harus bisa menggambarkan strategi yang akan dijalankan untuk memenangkan persaingan tersebut.
  7. Menjelaskan secara rinci mengenai laporan keuangan. Seperti rencana modal, estimasi biaya, dan pendapatan untuk usaha yang belum dibangun. Sedangkan yang telah memiliki usaha wajib menyertakan laporan keuangan yang lalu dalam rencana usaha sehingga bisa menilai kemampuan riil maupun potensi perusahaan.
  8. Menjelaskan secara detail tentang manajemen usaha yang meliputi bentuk kepemilikan, struktur modal, peranan organisasi perusahaan, status badan hukum usaha yang akan dijalankan
  9. Menjelaskan susunan personalia dalam struktur organisasi perusahaan, lengkap dengan jumlah pegawai dan latar belakang pendidikan dalam merekrut karyawan yang akan dipekerjakan nantinya.
  10. Memberikan rincian alokasi penggunaan dana untuk menarik para kreditor dan investor yang sangat berguna dalam penambahan modal pada usaha Anda tersebut
  11. Melampirkan dokumen-dokumen penting perusahaan seperti akta pendirian perusahaan, SIUP, sertifikat tanah, dan lain sebagainya yang bisa menguatkan bahwa usaha Anda tersebut telah sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga tidak ada yang perlu diperhatikan.

11 point di atas hanyalah draft yang tidak baku dimana susunan proposal usaha bisa disesuaikan dan dibuat dengan baik, sehingga Anda dapat menjalankan usaha dengan lebih mudah dan teratur, serta mampu pula membantu Anda mendapatkan bantuan modal jika proposal tersebut menarik oerhatian para kreditur dan investor.

 

Read More
Putri Larasati Maret 22, 2019 0 Comments

6 Faktor Penyebab Gagalnya Rencana Usaha

Dewasa ini sudah banyak masyarakat Indonesia yang mulai tertarik untuk mulai membangun usaha, mulai dari usaha-usaha kecil yang mereka rintis sendiri hingga mencakup usaha-usaha besar. Tentu saja, usaha dimulai berdasarkan modal masing-masing pihak yang ada.

Harapan dari semua pihak yang berkecimpung di dunia bisnis sudah pasti ingin mendapatkan keuntungan dan dihadapkan pada dunia usaha yang kompetitif dan semakin berkembang dari saat awal memulai usahanya.

Namun, terkadang para pengusaha secara tidak sadar malah membawa kegagalan sendiri terhadap bisnis yang dibangunnya tersebut. Mengapa bisa demikian? Besar kemungkinan mereka terlena dengan apa yang telah mereka dapatkan saat ini sehingga lupa untuk menyiapkan beberapa hal kecil yang malah akan berdampak cukup besar bagi pertumbuhan bisnisnya tersebut.

Jika pada artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai kegagalan analisis studi kelayakan bisnis dimana kegagalan dititik beratkan pada dua pihak yakni si owner itu sendiri dan lembaga konsultan pembuat analisis studi kelayakan bisnis tersebut. Nah, kali ini akan lebih dirinci mengenai faktor penyebab gagalnya rencana usaha.

Faktor penyebab gagalnya rencana usaha yang akan di bahas setelah ini ialah murni ditinjau dari posisi sang owner sebagai perintis usaha atau bisnis tersebut, tanpa melibatkan lembaga konsultan. Berikut ialah point-point dari faktor penyebab gagalnya rencana usaha tersebut.

1, Pasar Tidak Jelas

Menentukan segmentasi pasar adalah point mendasar yang harus dilakukan oleh sang owner sebab di sanalah ia bisa menentukan targetan kepada siapa produk tersebut akan ditawarkan. Dan dari penentuan pasar pulalah ia bisa mengetahui dan menentukan berbagai macam cara dan strategi untuk menghadapi tantangan di dunia bisnis sesungguhnya. (Baca selengkapnya : Ingin melakukan riset pasar, hindari kesalahan-kesalahan ini)

2. Schedule Perencanaan Tak Jelas

Schedule atau jadwal perencanaan tidak jelas sehingga sulit untuk mencapai berbagai sasaran bila serba tak jelas. Setidaknya sang owner punya jurus dan strategi jitu tersendiri untuk memenangkan pasar. Misalnya telah terjadwal oleh sang owner untuk melakukan promosi sehingga mempermudah produk yang ditawarkan menjadi dikenal di telinga para konsumen dan berbagai hal lainnya yang bisa dijadwalkan sendiri dengan berbagai pertimbangan perencanaannya. (Baca juga : Tips Promosi Melalui Social Media)

3.  Tidak Memiliki Prioritas Usaha

Disinilah letak kejelian sang owner diukur dimana ia harus pandai dalam memilih dan memprioritaskan setiap usaha yang ia miliki. Maksud dari prioritas di sini ialah bisa melihat produk mana yang lebih dominan dinikmati oleh para konsumen, sehingga nantinya bisa diprioritaskan sebagai produk utama pada usaha Anda tersebut.

4. Tidak Menunjukkan Kompetensi

Selain berjiwa kepemimpinan, sang owner juga mesti memiliki jiwa Kompetisi untuk memimpin para karyawan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Maka dari itu, besar dampaknya jika sang owner tidak menunjukkan kompetensi pada usaha yang sedang digarapnya.

5. Suka Menunda Hal-Hal Penting

Menunda-nunda sesuatu hal bukanlah hal baik dalam segala aspek, tak hanya pada usaha saja. Apalagi jika yang ditunda merupakan hal-hal penting, seperti membuat jadwal kepada para investor untuk melebarkan sayap dan modal dalam rangka mengembangkan bisnis yang ada. (Baca juga : Tips Menarik Minat Investor untuk Tambahan Modal)

6. Takut Mengambil Resiko

Ini adalah point yang seringkali menjadi kesalahan terbesar para pengusaha dalam menjalankan bisnisnya. Resiko itu sudah pasti ada dalam berbagai aspek tak hanya di dunia bisnis, hanya saja bagaimana caranya Anda sebagai pengusaha meminimalisirkan resiko tersebut.

 

Read More
Putri Larasati Maret 21, 2019 0 Comments

Bahaya Kegagalan Analisis Studi Kelayakan Bisnis

Telah dijelaskan pada beberapa artikel sebelumnya bahwa masih ada peluang dalam kegagalan analisis studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, baik secara perorangan ataupun dengan bantuan lembaga konsultan.

Meski demikian, tak serta merta dapat pula diartikan bahwa membuat studi kelayakan bisnis menjadi tidak penting dan tidak berguna sebab masih saja ada peluang gagal. Atau semacam pemikiran bahwa ada ataupun tidak ada studi kelayakan bisnis akan tetap berjalan dengan resiko gagal atau lancar-lancar saja ke depannya. Sungguh ini adalah pemikiran yang salah sebab menjalani studi kelayakan bisnis sudah barang tentu sangat berguna bagi bisnis Anda tersebut, hanya saja lebih bijaklah dalam membuat analisis studi kelayakan bisnis tersebut.

Jika Anda telah terlanjur membuat studi lekayakan bisnis, perhatikan beberapa ciri-ciri kegagalan analisis studi kelayakan bisnis yang mungkin ada dan terjadi pada Anda, seperti kesimpulan analisis terlalu mencolok, penjelasan tak jelas, opini pribadi merajalela, dan daftar resiko tak dipaparkan.

Adapun beberapa bahaya kegagalan analisis studi kelayakan bisnis yang dapat kami rangkum ialah sebagai berikut :

  1. Usaha yang telah dibuka sangat sulit untuk berkembang
  2. Usaha yang telah dibuka rentan pada kegagalan shingga akhirnya tutup atau gulung tikar
  3. Pengelola atau owner usaha tidak memiliki kesiapan mengenai berbagai tantangan dan rintangan yang ada pada saat usaha atau bisnis sedang berlangsung
  4. Pengelola atau owner usaha tidak memiliki kesiapan untuk menangkap peluang-peluang baru sebagai tingkat inovasi untuk lebih mengembanagkan usaha atau bisnis sedang berlangsung

Dari 4 point di atas sebenarnya sangat berkaitan satu sama lain. Coba perhatikan point nomor 1 dan nomor 4 dimana pada point tersebut dijelaskan bahwa bahaya kegagalan analisis studi kelayakan bisnis dapat membuat dampak bagi usaha yang telah dibuka sangat sulit untuk berkembang sebab pengusaha atau owner tidak memiliki kesiapan untuk menangkap peluang baru. Lalu, perhatikan pula point nomor 2 dan nomer 3 dimana pada point tersebut dijelaskan bahwa bahaya kegagalan analisis studi kelayakan bisnis dapat membuat dampak bagi usaha yang telah dibukarentan pada kegagalan shingga akhirnya tutup atau gulung tikar sebab pengelola atau owner usaha tidak memiliki kesiapan mengenai berbagai tantangan dan rintangan yang ada pada saat usaha atau bisnis sedang berlangsung.

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan tak lengkapnya hasil analisis yang telah dilakukan pada studi kelayakan bisnis sebelumnya. Untuk itu,  kami menawarkan jasa untuk berkonsultasi mengenai studi kelayakan bisnis pada usaha Anda di Grapadi Konsultan dimana Anda akan dijelaskan oleh para staf profesional sehingga akan meminimalisir kesalahan dan kegagalan seperti yang telah dipaparkan sebelumnya. Selain itu, Anda juga akan diberikan beberapa review dan refrensi bisnis terpercaya sebagai fasilitator yang bisa dijadikan acuan dan pedoman bagi Anda dalam menjalani bisnis tersebut.

Ingatlah selalu peribahasa “mencegah lebih baik daripada mengobati” atau bisa juga memegang statement “Berkorbanlah sedikit di awal agar mendapat hasil yang terbaik di akhir”. Kira-kira dua kalimat itulah yang bisa Anda pikirkan kembali dalam mengambil keputusan untuk studi kelayakan bisnis.

 

 

 

Read More
Putri Larasati Maret 20, 2019 0 Comments

Ciri-ciri Kegagalan Analisis Kelayakan Studi Bisnis

Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai kegagalan analisis studi kelayakan bisnis, bukan? Disana Anda dapat menemukan informasi mengenai penyebab kegagalan analisis tersbut dimana bisa berangkat dari kesalahan sang client atau bisa jadi menjadi kesalahan lembaga Konsultan bisnisnya. Jika, Anda masih belum mencerna dengan baik atau belum mengetahui informasi tersebut, Anda bisa membaca artikel tersebut leih dahulu, lalu melanjutkannya ke artikel kali ini.

Sesuai dengan judul yang diberikan, artikel kali ini akan membahas mengenai kegagalan analisis studi bisnis. Terkadang meski kita nantinya akan mengetahui dimana letak kesalahan sebagai penyebab dari kegagalan analisis kelayakan studi binis yang telah Anda buat, biasanya Anda akan dihadapkan lebih dahulu dengan ciri-ciri kegagalan analisis kelayakan studi bisnis itu sendiri.

Lalu, apa saja ciri-ciri kegagalan analisis kelayakan bisnis tersebut? Berikut akan dipaparkan point-pointnya.

1, Kesimpulan Analisis Terlalu Mencolok

Analisis yang terlalu mencolok di sini maksudnya ialah hasil analisis yang menunjukkan kesimpulan yang sangat ekstrim, baik positif maupun negatif.

2. Penjelasan Tak Jelas

Nah loh, gimana maksudnya? Ini adalah hal yang ambigu. Analisis yang diberikan kepada Anda ada penjelasannya, tapi tak jelas. Maksudnya ialah ada penjelasan yang mungin dianggap tak sesuai dengan data yang ada atau dengan yang diinginkan. Atau bisa saja semua sudahs esuai hanya saja penjelasan tak dirincikan secara detail, sehingga membuat pembaca atau pengguna analisis tersebut salah mengartikan dan salah langkah dalam menerjemahkan setiap kondisi yang tertuang.

3. Opini Pribadi Merajalela

Hal ini sangat merugikan sebab meletakkan satu saja opini pribadi terkadang mebuat data menjadi tidak objektif, apalagi jika meletakkan opini pribadi dengan merajalela yang tidak diimbangi oleh semua data yang didapatkan, sehingga membuat kesimpulan analisis menjadi compang. Sungguh tak layak dijadikan sebagai analisis, apalagi untuk lingkup yang besar seperti studi kelayakan bisnis.

4. Daftar Resiko Tak Dipaparkan

Selayaknya studi kelayakan bisnis yang benar ialah tidak hanya memaparkan mengenai kondisi awal dan perencanaan untuk usaha saja. Namun, juga diimbangi dengan beberapa estimasi yang dibuat dalam bentuk daftar mengenai resiko-resiko atau masalah-masalah yang dimungkinkan bisa saja terjadi di amsa yang akan datang, dan juga lengkap memberikan solusi yang tepat bila menghadapainya di amsa yang akan datang. Apabila point ini diabaikan begitu saja, maka sudah dipastikan bahwa analisis studi kelayakan bisnis yang Anda buat akan mengalami kegagalan.

Demikianlah ciri-ciri kegagalan analisis studi kelayakan bisnis yang bisa Anda jadikan acuan untuk melihat hasil analisis studi kelayakan bisnis yang Anda dapatkan. Jika ada salah satu saja point di atas, maka perlu dikhawatirkan akan terjadi kegegalan di kemudian hari dari analisis yang telah disimpulkan dari studi kelayakan bisnis tersebut.

Untuk meminimalisir kesalahan tentang analisis studi kelayakan bisnis tersebut, maka kami menawarkan untuk mengkonsultasikanntya di Grapadi Konsultan dimana di sana Anda akan dijelaskan oleh para profesional sehingga akan meminimalisir kesalahan dan kegagalan tersebut. Selain itu, juga akan diberikan beberapa review dan refrensi bisnis terpercaya yang bisa dijadikan acuan dan pedoman bagi Anda menjalani bisnis tersbut

 

Read More
Putri Larasati Maret 16, 2019 0 Comments

Kegagalan Analisis Studi Kelayakan Bisnis

Sejauh ini ada banyak para enterpreneur yang setuju dengan pernyataan bahwa “Analisis Studi Kelayakan Bisnis Penting”. Hal ini disebabkan pada analisis studi kelayakan bisnis tersebut semua materi sudah rampung dalam satu proposal yang sangat berguna sebagai acuan dan pedoman dalam menjalankan usaha tau bisnis para enterpreneur tersebut.

Materi yang ada dalam proposal tersebut sudah mencakup mengenai visi-misi, tujuan, setting usaha, sumber daya manusia (SDM) atau tenaga kerja, fasilitas sarana dan prasarana, biaya dan pembudgetan, estimasi keuntungan dan balik modal, serta solusi dari masalah-masalah yang menjadi kemungkinan akan terjadi di kemudian hari.

Apabila Anda masih belum yakin dan belum mengetahui lebuh lanjut mengenai studi kelayakan bisnis tersebut, seperti Tahapan-tahapan dalam membuat studi kelayakan bisnis, Mengenal lebih jauh tentang studi kelayakan bisnis , Mengapa kita perlu melakukan studi kelayakan bisnis?

Nah, meski demikian ternyata masih saja ada peluang kegagalan pada analisis studi kelayakan bisnis tersebut. Mau tahu apa saja penyebab kegagalan pada analisis studi kelayakan bisnis tersebut? Berikut penjelasannya.

Penyebab kegagalan analisis studi kelayakan tersebut lebih merujuk ke personal jika ia membuat analisis sendiri, tapi bisa pula salahnya merujuk ke lembaga konsultant atas desakan si client sendiri.

Kesalahan yang ditimbulkan oleh si personal/client :

  1. Tidak jujur memberikan  data
  2. Tidak serius memberi informasi terkait
  3. Menuntut untuk cepat selesai

Kesalahan yang ditimbulkan oleh lembaga konsultan :

  1. Tidak jujur dalam mengolah data yang ada
  2. Tidak serius dalam menggali data yang ada di lapangan
  3. Tidak objektif dalam mengolah dan mengobservasi data yang ditemukan
  4. Tidak kritis menanggapi segala kemungkinan problema yang bisa saja terjadi dimasa dekat setelah usaha berjalan
  5. Deadline yang tak terkendali sebab desakan client yang ingin cepat selesai

Dari pemaparan di atas terlihat bahwa kesalahan dalam analisis studi kelayakan bisnis lebih cenderung mengarah ke lembaga konsultan. Oleh sebab itu, lebih berhati-hatilah dalam memilih lembaga konsultan untuk melakukan analisis studi kelayakan pada bisnis atau usaha Anda. Percayakan ke lembaga yang telah lama berkecimpung  di dunia tersebut dan teliti pula mengenai profesionalitasnya.

Walaupun dimikian, jangan khawatir. Anda bisa mempercayakan pengerjaan studi kelayakan tersebut pada Grapadi Konsultan, selain akan diberikan analisis tersebut, Anda juga bisa membaca review dan refrensi bisnis terpecaya di situs Grapadi News.

 

Read More
Putri Larasati Maret 12, 2019 3 Comments

Etika yang Harus Diperhatikan dalam Studi Kelayakan Bisnis

Etika merupakan nilai moral yang dijunjung tinggi masyarakat Indonesia dalam segala aspek, termasuk dalam melakukan usaha ada sebuah etika di dalamnya yakni etika bisnis. Etika bisnis dijadikan acuan untuk menjalankan suatu usaha dimana ia mengatur segala cara dalam menjalankan usaha atau bisnis dalam segala aspek, mulai dari yang berkaitan dengan individu, perusahaan, maupun masyarakat.

Hal tersebut juga berperan penting dalam studi kelayakan bisnis sebab etika tersebut dapat menjamin kedua belah pihak tidak merasa saling dirugikan satu sama lain. Ada beberapa etika dalam studi kelayakan bisnis yang harus Anda ketahui. Berikut akan dijelaskan seperti di bawah ini.

1, Etika Peneliti terhadap Responden

Sang peneliti bisa menjamin segala bentuk kerahasiaan si responden terkait, baik dari segi privasi pribadi maupun data yang telah diberikan. Selain itu, data yang diberikan pun tidak mengandung unsur yang dapat merugikan si responden itu sendiri.

2. Etika Peneliti Pada Client

Ada banyak pertimbangan dalam hal menjaga etika peneliti pada client sebab sang client punya hak yang sangat besar untuk hasil penelitian. Oleh sebab itu, sang peneliti sudah sewajarnya memperhatikan etika yang harus dipatuhi agar mampu menjaga hak-hak client tersebut.

3. Etika Peneliti Pada Asisten

Dalam meneliti suatu kelayakan bisnis biasanya dibentuk dalam satu team untuk melakukan studi kelayakan bisnis. Oleh sebab itu, terkadang ada asisten yang dipercaya untuk menangani beberapa kasus yang diperlukan dalam studi kelayakan yang diminta sang client. Namun, ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan oleh sang asisten. Contohnya memberikan tugas wawancara dengan topik yang cukup berat untuk ditangani sang asisten, maka ini akan menjadi tidak etis. Sebab nanti sang asisten dinilai tak kompeten dan diragukan pada saat melaksanakan tugasnya tersebut.

4. Etika Sang Client

Jika sebelumnya dibahas mengenai etika dari sudut sang peneliti semua, maka etika ini juga berlaku bagi sang client. Apalagi apabila telah keluar hasil dari studi kelayakan usaha Anda, misal memaksa untuk menggani data hasil penelitian sesuai dengan apa yang diinginkan sang client. Hal demikian akan merugikan si peneliti sebab akan membuat nama baik sang peneliti menjadi buruk dan terlihat tidak kompeten, serta dipertanyakan profesionalitasnya.

Dari beberapa point di atas, dapat disimpulkan bahwa ada etika-etika yang harus dijaga dalam studi kelayakan bisnis seperti menjaga privasi si client maupun responden, menjaga nilai kompeten si peneliti, serta jangan lupa menyusun hasil studi kelayakan tersebut dengan hasil yang terbaik dan si client memberikan hak berupa fee atas hasil studi kelayakan tersebut.

Untuk meminimalisir privasi Anda dalam pembuatan studi kelayakan dan mengingkan hasil yang kompeten pula, kami memberikan tawaran untuk berkonsultasi pada Grapadi Konsultan untuk melakukan studi kelayakan bisnis pada usaha Anda.

Grapadi akan memberikan Anda konsultan terbaik dari mentor-mentor ahli dan handal di bidangnya, serta memberikan review dan refrensi bisnis terpecaya untuk kelancaran usaha Anda tersebut.

 

Read More
Putri Larasati Maret 8, 2019 0 Comments

Tahap Pengerjaan Studi Kelayakan Bisnis

Apakah Anda juga berniat untuk mendirikan suatu usaha? Sudah mulai mencari informasi mengenai apa saja untuk merealisasikan niat Anda tersebut sebelumnya? Jika belum sempat atau terfikir mengenail ahl tersebut, maka sebaiknya bacalah artikel ini hingga selesai, ya.

Mendirikan suatu usaha memang tidaklah rumit, namun tak pantas pula bila dianggap hal yang sepele. Sebab apabila dari awal sudah salah dalam menentukan pilihan dan keputusan dalam mendirikan usaha, maka akan berpengaruh pula pada tingkat keberhasilan usaha tersebut. Alih-alih mendapatkan keuntungan, gulung tikar yang didapat.

Untuk meminimalisir tingkat kerugian apalagi sampai harus menderita gulung tikar, disarankan untuk Anda melakukan studi kelayakan bisnis terlebih dahulu pada usaha yang akan Anda rintis nantinya. Setidaknya, berusahalah lebih dulu untuk mengenal lebih jauh tentang studi kelayakan bisnis, misalnya. Jika, Anda telah memahami hal tersebut sudah dipastikan Anda juga dapat memahami pentingnya studi kelayakan bisnis untuk usaha Anda nantinya.

Baiklah, di bawah ini akan dijelaskan mengenai tahap pengerjaan studi kelayakan bisnis dimana tahapan tersebut terbagi menjadi 6 point.

1, Tahap Awal : Penemuan Ide

Menemukan ide termasuk susah-susah gampang, sebab jika hanya sekedar ide tak akan ada yang merasa kesulitan tentu saja. Namun, penemuan ide yang dimaksud disini ialah terciptanya sebuah gagasan cemerlang terkait penciptaan produk atau jasa yang unik, berbeda, menggugah minat konsumen, dan prioritas akan keuntungan yang didapatkan.

2. Tahap Lanjutan I : Penelitian

Setelah menemukan ide yang pas dan dirasa cocok dari berbagai pertimbangan yang ada, lakukanlah penelitian. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kebutuhan pasar, lalu diolah dengan berbagai metode yang sesuai untuk menguji data-data yang ada, baik menggunakan terori yang relevan, analisis dan interpretasi hasil olah data.

3. Tahap Lanjutan II : Evaluasi Proyek

Dari penelitian yang telah dilakukan berdasarkan berbagai data dan metode yang ada, maka perlu dilakukan evaluasi proyek dimana tujuannya sudah barang tentu untuk menguji hasil dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Apabila studi kelayakan digunakan di awal sebelum mendirikan usaha, maka bisa pula mengambil acuan untuk melengkapi hasil evaluasi dari produk sejenis sebagai pertimbangan yang baik.

4. Tahap Perkembangan : Usulan yang Layak

Usulan yang layak menjadi tahap selanjutnya setelah terjadinya evaluasi proyek. Hal ini bertujuan untuk memberi dampak positif bagi studi kelayakan bisnis agar mampu menutupi atau menanggulangi kekurangan dari runtutan ide dan olahan data yang telah dilakukan di awal. Dalam usulah tersebut ada banyak pertimbangan yang bisa dikaji ulang untuk menemukan hasil maksimal nantinya.

5. Tahap Pra Final : Rencana Pelaksanaan Proyek

Setelah menjalankan tahapan yang cukup panjang pada point-point sebelumnya, sudah saatnya Anda merencanakan pelaksanaan proyek. Mulai dari menentukan visi dan misi, jumlah SDM untuk memenuhi kebutuhan pegawai dalam usaha Anda, kualifikasi SDM yang sesuai, kebutuhan dana untuk mengcover segala pengeluaran usaha mulai dari modal awal hingga rincian untuk 6 bulan ke depan, serta persiapan-persiapan lain yang harus dipikirkan.

6. Tahap Akhir : Pelaksanaan Proyek

Akhir dari segala tahap, namun awal dalam kerja nyata yakni dengan pelaksanaan proyek sebab bukan lagi sekedar wacana dan teori semata, segala sesuatu yang telah disiapkan sebelumnya harus siap bersaing di pasar konkret. Dengan berpedoman pada segala persiapan yang dilakukan sebelumnya, diharapkan tidak terjadi masalah baru sebagai penghambat usaha tersebut.

Demikianlah tahap pengerjaan studi kelayakan bisnis. Bagaimana menurut Anda? Cukup mudah dipahami, bukan? Ya, mungkin ada beberapa diantara Anda yang tetap akan merasakan kesusahan apabila mengerjakannya sendiri. Oleh sebab itu, kami hadir untuk memberikan tawaran untuk berkonsultasi pada Grapadi Konsultan untuk melakukan studi kelayakan bisnis pada usaha Anda.

Grapadi akan memberikan Anda konsultan terbaik dari mentor-mentor ahli dan handal di bidangnya, serta memberikan review dan refrensi bisnis terpecaya untuk kelancaran usaha Anda tersebut.

Read More
Putri Larasati Maret 8, 2019 0 Comments

Pentingnya Laporan Keuangan dalam Menilai Kelayakan Usaha

Apapun bentuk usaha yang sedang Anda jalankan, laporan keuangan adalah hal wajib yang harus disajikan tiap bulannya. Jangan anggap sepele hal tersebut, sebab keberlangsungan suatu usaha bisa dilihat dan diprediksi dari laporan keuangan tersebut. Meski usaha yang Anda jalankan adalah usaha dalam skala kecil, laporan keuangan tetap harus ada dan dilaporkan. Namun, apabila hal tersebut belum berjalan, maka cobalah untuk memulai membuat laporan keuangan di periode berikutnya.

Berikut ini akan dipaparkan point-point pentingnya laporan keuangan  bagi usaha yang Anda jalankan :

  1. Mampu meyakinkan para kreditur apabila Anda berniat untuk meminjam modal pada usaha Anda
  2. Mmpu meyakinkan para investor apabila Anda berniat untuk menambah modal pada usaha Anda
  3. Memberikan informasi keuangan meliputi pendapatan, pengeluaran, modal, dan laba pada usaha yang Anda jalankan
  4. Bisa memprediksi keuangan di periode selanjutnya dengan mempertimbangkan periode sebelumnya
  5. Mengetahui prakiraan jumlah kewajiban atau hutang yang harus dibayarkan
  6. Bisa menilai kinerja manajemen suatu usaha
  7. Menjadikan laporan keuangan sebelumnya sebagai acuan agar mendapatkan pendapatan lebih banyak di periode berikutnya

Secara garis besar, 7 point di atas adalah gambaran pentingnya laporan keuangan bagi usaha Anda. Di lain sisi, terkait dengan studi kelayakan bisnis, laporan keuangan bertujuan untuk menilai kelayakan usaha yang Anda sedang jalankan. Dalam laporan keuangan akan disajikan mengenai seberapa besar biaya yang telah dikeluarkan untuk usaha Anda dan membandingkannya dengan seberapa besar pendapatan yang Anda terima.

Apabila usaha yang Anda jalankan berada pada skala besar, maka ada beberapa pihak yang berkepentingan dalam laporan keuangan yang Anda sajikan tersebut. Di antaranya ialah :

1, Kreditur

Kreditur merupakan sebutan untuk pihak penyandang dana yang akan membiayai usaha Anda sebab mereka akan mempelajari prospek usaha Anda tersebut apakah akan lancar dalam mengembalikan dana atau malah menjadi kredit macet sebab menderita kerugian

 

2. Investor

Investor merupakan sebutan untuk para pemegang saham yang menanamkan modalnya pada usaha Anda untuk melihat kemampuan dalam menciptakan laba dan pengembangan aset yang dimiliki. Selain itu, laporan keuangan juga mampu memberikan gambaran berapa jumlah deviden yang akan mereka terima nantinya.

 

3. Pemerintah

Laporan keuangan dibuat untuk mengetahui seberapa besar pajak yang harus dikenakan pada usaha Anda.

 

4. Manajemen

Laporan keuangan digunakan untuk mengetahui kinerja manajemen dan menjadikannya ukuran keberhasilan dari sisi laba yang diperoleh, sehingga nantinya akan digunakan untuk memberikan kompensasi kepada para karyawan

 

5. Karyawan

Bagi para karyawan, laporan keuangan sangat penting demi kinerja mereka. Dan sebagai bahan pertimbangan untuk meminta peningkatan kesejahteraan pada para karyawan tersebut. Dan sebaliknya, apabila kondisi keuangan menurun mereka bisa dengan sigap memperbaiki kinerja agar usaha Anda tersebut tidak mengalami kerugian sebab akan berpengaruh pada gaji yang mereka akan dapatkan nantinya.

 

Masih mengabaikan laporan keuangan? Segera perbaiki sikap Anda, demi keberlangsungan usaha Anda tersebut. Tak ada kata terlambat, jika memang belum menertibkan laporan keuangan Anda di periode sekarang, maka mulailah tertibakan laporan keuangan Anda di periode selanjutnya.

 

Baca juga : 7 Cara mengelola arus kas sehat

Read More
Putri Larasati Februari 16, 2019 0 Comments

Kriteria Penilaian Investasi Kelayakan Usaha

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai Tips Menarik Minat Investor untuk tambahan modal pada bisnis Anda. Nah, kali ini akan dibahas dari sisi sang investor mengenai kriteria penilaian investasi pada suatu usaha.

Ada dua point yang menjadi tujuan artikel ini yakni Anda sebagai investor yang bisa mempelajari kriteria penilaian investasi apa yang cocok untuk Anda percayakan menanam modal tersebut atau bisa juga untuk Anda sebagai pencari investor yang bisa mempelajari kriteria penilaian investasi untuk meyakinkan para investor menanamkan modalnya pada usaha yang Anda jalani.

Ada beberapa kriteria penilaian investasi pada suatu usaha apakah layak atau tidak untuk dijalankan, biasanya ditinjau dari aspek keuangan. Adapun kriteria ini bergantung pada kebutuhan masing-masing perusahaan. Berikut kriteria yang bisa digunakan untuk menilai dan menentukan kelayakan suatu usaha yakni meliputi hal-hal di bawah ini:

 

  1. Payback Period (PP)

Teknik ini memperhitungkan mengenai penilaian terhadap jangka waktu atau periode pengembalian investasi suatu usaha. Seberapa cepat pengendalian modal investasi jika dilihat dari perhitungan kas bersih yang diperoleh setiap tahun dihitung dari awal tahun pertama investasi hingga masa akhir tahun investasi berakhir. Penilaian kelayakan berdasarkan hasil perhitungan berikut:

  • Payback Period tahun terhitung lebih kecil dari masa waktu investasi
  • Sesuai dengan targer perusahaan sebelumnya

Kelemahannya yaikni tidak mempertimbangkan kembali arus kas setelah masa pengembalian modal investasi tersebut, sehingga terkesan mengabaikan

 

  1. Average Rate of Return (ARR)

Cara mengukur kelayakan investasinya berdasarkan perhitungan rata-rata pengembalian bunga terhadap rata-rata laba sebelum pajak. Apabila hasilnya menunjukkan angka lebih dari 50% maka investasi bisa dipertimbangkan, begitupun sebaliknya apabila nilai Average Rate of Return bernilai kurang dari 50% maka usaha dinyatakan tidak layak untuk diinvestasi.

 

  1. Net Present Value (NPV)

Cara mengukur kelayakan investasinya berdasarkan perbandingan dari selisih nilai antara jumlah kas bersih berdasarkan perhitungan cash flow dan jumlah investasi awal selama umur investasi. Apabila nilai Net Present Value bernilai positif maka usaha dinyatakan layak untuk diinvestasi, begitupun sebaliknya apabila nilai Net Present Value bernilai negative maka usaha dinyatakan tidak layak untuk diinvestasi.

 

  1. Internal Rate of Return (IRR)

Cara mengukur kelayakan investasinya berdasarkan tingkat pengembalian hasil intern atau pengembalian bunga pinjaman yang diukur berdasarkan cash flow pada kas bersih dan juga umur investasi. Apabila nilai Internal Rate of Return lebih besar dari bunga pinjaman maka usaha dinyatakan layak untuk diinvestasi, begitupun sebaliknya apabila nilai Internal Rate of Return lebih kecil dari bunga pinjaman maka usaha dinyatakan tidak layak untuk diinvestasi

 

 

  1. Profability Index

Cara mengukur kelayakan investasinya berdasarkan rasio aktivitas dari perbandingan jumlah nilai pendapatan bersih dengan pengeluaran investasi selama umur investasi. Apabila nilai Profability Index lebih besar dari 1 maka usaha dinyatakan layak untuk diinvestasi, begitupun sebaliknya apabila nilai Profability Index lebih kecil dari 1 maka usaha dinyatakan tidak layak untuk diinvestasi.

 

Dari 5 kriteria di atas, apabila semua syaratnya memenuhi maka dapat diartikan bahwa usaha tersebut dinyatakan layak untuk ditanamkan modal investasi, begitupun sebaliknya apabila ada syarat yang tidak terpenuhi, maka bisa dipertimbangkan lebih lanjut mengenai kelayakan investasi tersebut.

 

Baca juga : 5 Deretan Buku Best Seller Wajib Dibaca Sebelum Berinvestasi 

 

 

 

 

Read More
Putri Larasati Februari 16, 2019 0 Comments

Tips Promosi Melalui Social Media

Di era serba digital ini, strategi pemasaran yang dilakukan para penggiat bisnis tak lagi terpaku pada promosi yang itu-itu saja. Seiring berkembangnya teknologi pun menciptakan wadah untuk mempromosikan produk Anda menjadi lebar dengan adanya social media yang semakin bertebaran. Bahkan dengan memanfaatkan akun social media sebagai wadah promosi pun dapat merampingkan biaya yang dikeluarkan untuk bisnis Anda. (Baca juga : Strategi pemasaran mudah minimalisir pengeluaran)

Dilihat dari beebrapa tahun ke belakang hingga saat ini setidaknya ada 3 social media yang tersorot memiliki banyak pengguna dan dijadikan sebagai akses untuk promosi produk bisnis paling banyak yaitu facebook, instagram, dan youtube. Mungkin Anda adalah salah satu penikmat dan pengguna aktif ketiga akun tersebut. Jika, iya maka hal ini adalah langkah tepat untuk mengembangkan bisnis Anda tersebut sebab strategi pemasaran dengan menggunakan social media juga bisa lebih cepat merangkul konsumen sebab tak terbatas pada jarak dan waktu. Pangsa pasar produk Anda akan semakin melebar, apalagi jika kualitas produk yang ditawarkan dengan kualitas bagus.

Berikut tips promosi melalui social media :

1.. Mengadakan Giveaway/Kuis/Kontes

Ini adalah cara paling ampuh untuk mempromosikan produk Anda sebab semua pengikut Anda akan berlomba untuk memenangkannya, sehingga hal ini akan berdampak pada perluasan konsumen Anda. Hal ini terbukti ampuh untuk memperkenalkan produk yang Anda tawarkan di social media yang Anda pakai

2. Posting konten menarik

Memposting konten-konten yang menarik juga dipercaya bisa merambah pasar, membuat target pasar bertambah. Konten-konten menarik bisa meliputi pengetahuan, video tutorial, dan lain sebagainya.

3. Gunakan fasilitas iklan di social media

Hal lainnya yang wajib Anda lakukan untuk meningkatkan pasar Anda adalah menggunakan fasilitas iklan yang ada di social media sebab akan banyak pengguna aktif social media tersebut yang akan melihat produk yang Anda iklankan. Misal, facebook Ads. (Baca juga : Facebook Ads dan Google Ads jadi primadona)

4. Masuk ke komunitas terkait

Mengikuti atau bergabung dengan komunitas-komunitas terkait dengan produk yang Anda tawarkan menjadi alternative lainnya untuk mempromosikan produk Anda sebab dengan masuknya akun social media Anda ke komunitas terkait akan menarik minat dan perhatian pengguna lainnya yang mengakibatkan bertambah pula jangkauan konsumen Anda nantinya.

Demikianlah tips promosi melalui social media yang bisa Anda terapkan. Namun, selain itu, ada beberapa hal lainnya yang harus Anda perhatikan agar tidak mengganggung orang lain yang melihat gaya promosi Anda. Berikut rangkumannya.

  • Biarkan Akun social media dikunjungi banyak pengguna lain, jangan menggunakan akun privat sebab akan menimbulkan rasa malas untuk mengenal produk apa yang Anda tawarkan
  • Jangan membiasakan diri Anda melakukan spam di kolom komentar akun orang lain. Ini akan menimbulkan hilangnya respect orang kepada akun Anda
  • Jangan memposting secara missal per harinya, biasakan posting terjadwal agar mereka mengetahui secara konsisten jam berapa mereka bisa melihat produk yang Anda tawarkan.

Ayo, tambah strategi pemasaran Anda dengan menggunakan promosi melalui social media! Jangan tunda, rasakan manfaatnya secara langsung!

 

 

 

Read More
Putri Larasati Februari 7, 2019 0 Comments
Selamat Datang Di Grapadi Konsultan
WhatsApp
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanPortugueseSpanish