Prospek Bisnis Online Shop pada Tahun 2019 di Indonesia

Di tahun 2019 ini tentunya hampir seluruh elemen masyarakat sudah tidak asing lagi dengan yang namanya bisnis online shop, khususnya bagi kaum milenial. Berbicara mengenai bisnis online shop yang berkembang di Indonesia maka erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. Mengapa demikian? Karena seiring berkembangnya teknologi, penggunaan  internet di Indonesia pun turut tumbuh secara signifikan setiap tahunnya. Dengan berkembangnya penggunaan internet tersebut pulalah, bisnis online shop perlahan-lahan mampu memasuki pasar yang ada, khususnya pasar e-commerce di Indonesia.

Berdasarkan data dari laman KOMINFO, Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai pengguna internet terbanyak di dunia pada tahun 2018. Pengguna internet di Indonesia mencapai angka 123 juta orang pada tahun 2018. Apabila dibandingkan perkembangannya pada awal mula internet berkembang di tahun 2013, angka pengguna internet di Indonesia hanya mencapai angka 72.8 juta orang saja. Hal ini tentunya akan terus berkembang di tahun 2019.

Di lain sisi, dikutip dari laman kompas.com berdasarkan data dari CupoNation, jumlah online shooper di Indonesia juga terus meningkat selama beberapa tahun terakhir. Hal ini serupa dengan berkembangnya penggunaan internet tentu saja. Tercatat sebanyak 11,9 persen dari total penduduk di Indonesia merupakan jumlah online shopper pada tahun 2018 lalu.

Awalnya bisnis online shop lebih banyak digandrungi oleh anak-anak muda saja, perempuan adalah mayoritas owner online shop  itu sendiri. Awalnya mereka menggunakan akun facebook sebagai fasilitator online shop. Selain gratis, aksesnya mudah, konsumennya pun bisa dengan cepat didapat karena sebagian besar adalah teman dari si owner sendiri sehingga lebih mendapatkan kepercayaan di hati konsumennya. Ada dua macam online shop yang ada pada saat itu, yakni :

  • Pertama, online shop yang memang sudah ada toko offlinenya juga. Namun, sengaja memasarkan produknya via online, baik berupa social media seperti facebook maupun akun web dengan domain sendiri. Hal ini dilakukan agar lebih banyak lagi konsumen baru yang datang. Biasanya mereka berperan juga sebagai supplier yang menjaring banyak reseller untuk meningkatkan penjualannya.
  • Kedua, online shop yang hanya memasarkan produknya secara maya saja. Cenderung lebih minim budget yang diperlukan karena hanya mengandalkan foto yang ada dari toko online yang menjadi supliernya saja. Bermodalkan foto yang diunggah tersebut, jika ada orderan dari konsumen, barulah si owner melanjutkan order ke supplier. Lalu konsumennya akan mengikuti sistem PO setelah biaya di transfer selama beberapa hari. Bukan itu saja, biaya ongkir atau ongkos kirim pun menjadi tanggungan si pembeli.

Dari dua macam bentuk online shop di atas, bisnis ini menjadi perhatian pembisnis baru yang mau membuka bisnis, tapi tak memiliki cukup modal atau bahkan memulai tanpa modal pun bisa berkecimpung dalam bisnis ini. Terbukti sampai tahun 2019 ini bisnis online shop tak meredup sama sekali, malah semakin banyak macamnya. Apalagi sekarang sudah dikenal yang namanya marketplace, ada banyak wadah yang membuat bisnis online shop kian menjanjikan. Beberapa di antaranya ialah tokopedia, bukalapak, olx, shopee, lazada, JD.id, blibli, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Prospek bisnis online shop pada tahun 2019 di Indonesia akan terus berkembang tentu saja, akan banyak masyarakat yang turut mencoba terjun menjadi pembisnis pemula lewat bisnis online shop. Walaupun bakal menjamur nantinya, jangan takut akan persaingan yang ada, jika harga bersaing secara kompetitif bisnis akan langgeng hingga beberapa tahun ke depan karena hal ini akan berbanding lurus dengan masyarakat yang berperan aktif sebagai konsumen tentu saja. Berikut pertimbangan para konsumen memilih online shop untuk berbelanja:

  • Banyaknya pilihan toko online, sehingga mudah mencari harga yang pas dan sesuai dengan kantong,
  • Akses yang mudah, tinggal klik pada barang yang akan dibeli,
  • Hemat waktu, tak perlu susah payah untuk pergi ke toko swalayan untuk mendapatkan barang yang diinginkan,
  • Mudahnya pembayaran dengan menggunakan fitur transfer saja, dan
  • Mencakup banyak area yang ada di Indonesia.

 

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa beberapa tahun ke depan tren belanja online akan semakin berkembang, begitupun dengan tren bisnis online. Untuk itu, apakah Anda akan turut mencoba peruntungan pula pada bisnis online shop tersebut?

Read More
Putri Larasati Januari 21, 2019 0 Comments

Entrepreneur : Franchise

Halo calon-calon entrepreneur muda! Mau menjalankan bisnis, tapi merasa stuck persoal ide? Anda perlu mencoba bisnis yang satu ini, Franchise! Sudah pernah mendengar kata franchise sebelumnya? Jika sudah, mungkin dengan adanya artikel ini bisa membantu Anda untuk lebih meyakinkan keputusan Anda. Namun, jika belum, tenang, artikel ini juga bisa membantu Anda untuk mengenal lebih jauh mengenai franchise.

Sebelum pembahasan lebih lanjut, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu franchise. Pengertian franchise bisa dilihat dari bahasa asal dan dari segi yuridis di Indonesia. Menurut bahasa, kata franchise berasal dari bahasa Perancis, franchir yang artinya memberi kebebasan pada pihak. Sedangkan, dari segi yuridis, franchise disebutkan sebagai perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan dan penjualan barang dan atau jasa (Pasal 1 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1997 tentang Waralaba franchise).

Jadi, dari pengertian di atas, sederhananya franchise bisa diartikan sebagai salah satu bentuk kerjasama bisnis antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak memiliki produk, baik berbentuk barang maupun jasa, dan satu pihak lainnya menginginkan untuk menjalankan bisnis dengan produk yang sama pula dengan beberapa ketentuan-ketentuan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Adapun kriteria-kriteria usaha franchise yang dapat diwaralabakan meliputi hal-hal sebagai berikut :

  • punya ciri khas dalam usaha,
  • telah terbukti memberikan keuntungan,
  • memiliki standar atas pelayanan secara tertulis mengenai barang atau jasa yang ditawarkan,
  • mudah untuk diterapkan,
  • ada support yang berkesinambungan, dan
  • hak kekayaan intelektual telah terdaftar.

Meskipun franchise sepertinya terlihat cukup mudah untuk langsung dijalankan oleh para enterpreneur-enterprneur muda, Anda juga harus memerhatikan hal-hal berikut untuk memilih franchising mana yang akan Anda kelola nantinya. Berikut tips-tipsnya :

  • Galilah informasi sebanyak-banyaknya dan mendalam tentang penyelenggara franchise
  • Jadikan jawaban-jawaban franchiser sebagai tolak ukur. Jika mereka terbuka dengan beberapa pertanyaan seperti latar belakang usaha, bonafit, pengalaman, potensi pasar, peta persaingan, dan keunggulan serta keunikan produk mereka, maka ini adalah hal yang bagus. Tapi, jika tidak, ya sebaliknya.
  • Pilih franchise yang setidaknya telah menghasilkan keuntungan selama tiga tahun. Dan apabila mereka telah punya banyak rekanan, pastikan apakah mereka untung atau malah merugi, lalu cari tahu juga apa penyebabnya.
  • Pelajari secara mendalam draf kontrak yang ditawarkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai isi kontrak tersebut merugikan Anda di suatu hari.

Pada saat Anda telah memutuskan untuk menjalankan bisnis franchise, Anda juga harus mempersiapkan diri Anda untuk dua hal yaitu untung ataupun rugi. Ya, sama halnya dengan bisnis-bisnis lainnya.

 

Read More
Putri Larasati Januari 19, 2019 0 Comments

Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Untuk Bisnis Anda

Strategi bauran pemasaran (marketing mix) adalah langkah lanjutan setelah Anda berhasil menentukan strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) pada bisnis yang akan Anda jalankan nantinya, Stretegi bauran pemasaran itu sendiri, meliputi strategi produk, strategi harga, strategi lokasi dan distribusi, serta strategi promosi.

  1. Strategi Produk

Menurut Philip Kotler, definisi produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk digunakan atau dikonsumsi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Produk yang dimaksud bisa berupa barang atau jasa sesuai dari bisnis seperti apa yang nantinya akan Anda jalankan. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi peluang untuk produk baru, yaitu perubahan ekonomi, social dan budaya, teknologi, politik dan lainnya.

 

Berikut strategi produk yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengembangkan suatu produk antara lain :

  • Penentuan mutu dan logo : logo sebagai ciri khas produk, sedangkan motto mencakup uraian kata-kata berkenaan dengan visi dan misi perusahaan dalam melayani masyarakat. Yang perlu diperhatikan dalam membuat motto yaitu mempunyai arti positif, menarik perhatian, dan mudah diingat.
  • Menciptakan merek : sama halnya dengan motto, dalam menciptakan merek juga perlu mempertimbangkan factor-faktor seperti mudah diingat, terkesan hebat dan modern, memiliki arti positif, serta menarik perhatian agar mudah dikenal masyarakat. Biasanya merek bisa berupa nama, istilah, symbol, desain ataupun kombinasi dari semuanya.
  • Menciptakan kemasan : kemasan juga penting untuk membungkus suatu produk. Penciptaannya pun harus memenuhi syarat yang layak seperti kualitas kemasan, bentuk, warna, dan hal lain yang dirasa perlu untuk menyuport produk.
  • Keputusan label : label erat kaitannya dengan menciptakan kemasan karena ia dilengketkan pada produk yang ditawarkan. Isi dari label tersebut yaitu siapa pembuat, tempat dan waktu dibuat, menjelaskan kaan masa kadaluarsanya, serta informasi lainnya terkait dengan produk tersebut.
  1. Strategi Harga

Salah satu bagian penting dalam strategi dan menjadi penyebab laku tidaknya suatu produk yang ditawarkan adalah berkenaan dengan ahrga. Jika salah memberikan atau menetapkan harga jual akan berdampak buruk dan membuat produk tidak laku di pasaran.

 

Langkah-langkah dalam menetapkan harga meliputi penentuan tujuan penetapan harga, memperkirakan permintaan biaya dan laba, memilih strategi harga untuk membantu menentukan harga dasar, dan menyesuaikan harga dasar dengan taktik penetapan harga.

 

Strategi dasar dalam menerapkan harga seperti yang dibahas sebelumnya ada tiga langkah. Pertama, skimming pricing : menetapkan harga paling tinggi pada awal produk yang bertujuan menunjukkan kualitas yang tinggi pula pada produk dan jasa yang ditawrkan. Kedua, penetration pricing : tetapkan harga paling rendah dengan tujuan menguasai pasar. Terakhir, status quo pricing : menetapkan harga dengan menyesuaikan dengan harga pesaing agar mampu ikt bersaing dalam pasar.

  1. Strategi Lokasi

Penetuan lokasi dan distribusi digunakan agar mampu menjaring konsumen dengan mudah dan mendistribusikan produk dengan mudah pula. Adapun hal-hal yang bisa dipertimbangkan dalam memilih dan menentukan lokasi, yaitu dekat dengan kawasan industry, perkantoran, psar, pusat pemerintahan, perumahan atau masyarakat, sarana dan prasarana, serta mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada di lokasi tersebut.

  1. Strategi Promosi

Promosi adalah strategi terakhir dalam marketing mix untuk memperkenalkan produk, menarik perhatian konsumen baru, dan mempertahankan konsumen yang lama. Ada empat cara dalam melakukan promosi, yaitu periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), publisitas (publicity), dan penjualan pribadi (personal selling)

 

Selamat mencoba strategi-strategi tersebut, semoga berguna bagi bisnis yang akan Anda jalani.

 

 

Read More
Putri Larasati Januari 17, 2019 0 Comments

Strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) pada Bisnis

Agar investasi atau bisnis yang akan dijalankan dapat berhasil, Anda perlu menentukan strategi bersaing yang tepat terlebih dahulu. Unsur strategi yang dimaksud yaitu strategi STP.

“Apa itu strategi STP?”

Strategi STP yaitu strategi memilih pasar yang terdiri dari segmentasi pasar (Segmentation), pasar sasaran (Targeting), dan posisi pasar (Positioning)

1.Segmentasi Pasar (Market Segmentation)

Segmentasi pasar yaitu membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula. Untuk melakukan segmentasi pasar terlebih dahulu tentukan variable-variabelnya sebab segemntasi pasar itu sendiri terdiri dari beberapa variabel yang harus diperhatikan. Hal ini bertujuan agar segmentasi yang telah dilakukan sesuai dan tepat sasaran. Variabel yang dimaksudkan terbagi menjadi dua, yaitu segmentasi pasar konsumen dan segmentasi pasar industrial.

Menurut Philip Kotler, variabel utama untuk menentukan segmentasi pasar konsumen, yaitu.

  1. Segmentasi berdasarkan geografis, terdiri dari bangsa, provinsi, kabupaten, kecamatan, dan iklim.
  2. Segmentasi berdasarkan demografis, terdiri dari umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, daur hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, dan kebangsaan.
  3. Segmentasi berdasarkan psikografis, terdiri dari kelas social, gaya hidup, dan karakteristik pribadi.
  4. Segmentasi berdasarkan perilaku, terdiri dari pengetahuan, sikap, kegunaan, dan tanggap terhadap suatu produk.

Sedangkan variable utama untuk menentukan segmentasi pasar industrial, yaitu:

  1. Segmentasi berdasarkan demografis, terdiri dari jenis industry, besar perusahaan, dan lokasi perusahaan.
  2. Segmentasi berdasarkan karakteristik pengoperasian, terdiri dari teknologi yang difokuskan, status pengguna (berat, sedang, atau ringan) dan kemampuan pelanggan.
  3. Segmentasi berdasarkan pendekatan pembeli, terdiri dari organisasi berfungsi pembeli, sifat hubungan yang ada, struktur kekuatan, kebijakan pembelian umum, dan criteria.
  4. Segmentasi berdasarkan karakteristik personel industry, terdiri dari kesamaan pembeli, sikap terhadap resiko, dan kesetiaan.
  5. Segmentasi berdasarkan factor situasional, terdiri dari urgensi, pengguna khusus, dan besarnya pesanan.

2. Pasar Sasaran (Market Targeting)

Menetapkan pasar sasaran adalah langkah lanjutan setelah Anda memilih segmentasi pasar dimana Anda diharuskan mengevaluasi keaktifan setiap segmen yang telah dipilih sebelumnya. Ketika menetapkan pasar sasaran, Anda juga harus mengembangkan ukuran dan daya tarik segmen baru kemudian memilih pasar sasaran yang diinginkan. Kegiatan-kegiatan untuk menetapkan pasar sasaran meliputi evaluasi segmen pasar dan memilih segmen.

  1. Evaluasi segmen pasar
  • Ukuran dan pertumbuhan segmen : data tentang penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan dan margin dari setiap segmen
  • Melihat pesaing yang kuat dan agresif pada produk yang sama, serta memperhitungkan ancaman produk pengganti
  • Sasaran dan sumber daya perusahaan dengan memperhatikan sumber daya manusia termasuk keterampilan yang dimiliki.
  1. Memilih Segmen
  • Pemasaran serbasama : melayani semua pasar dan tawaran pasar, serta mencari persamaan dalam kebutuhan konsumen. Keuntungannya lebih bisa menghemat biaya
  • Pemasaran serbaaneka : merancang tawaran mulai dari pendapatan, tujuan, atau kepribadian. Misalnya, beda desain untuk industry mobil. Pasar ini memerlukan biaya tinggi.
  • Pemasaran terpadu : pemasaran yang khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas pula.

3. Posisi Market (Market Positioning)

Strategi terakhir yaitu menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atau suatu pasar. Tujuannya untuk membangun dan mengomunikasikan keunggulan bersaing produk yang dihasilkan ke dalam mindset konsumen.

 

  1. Strategi penentuan posisi pasar
  • Harga (Murah/Mahal)
  • Kesempatan Pengguna (Fungsi Produk)
  • Kelas Pengguna (Genre dan Usia)
  • Menjadi brand teratas pada pasar sejenis
  • Produk
  1. Memilih dan melaksanakan strategi
  • Identifikasi keunggulan kompetitif dengan perbedaan yang ada, seperti diferensiasi produk, jasa, personel, ataupun citra.
  • Memilih keunggulan kompetitif yang tepat, seperti berapa banyak perbedaan dipromosikan.
  • Mewujudkan dan mengomunikasikan posisi pasar yang telah dipilih.

Dalam kaitannya dengan studi kelayakan bisnis, stategi STP di atas merupakan salah satu aspek penting sebagai langkah awal untuk menentukan bisnis yang aka Anda jalankan nantinya.

Read More
Putri Larasati Januari 16, 2019 1 Comment
motivation concept with business elements and related keywords

Pentingnya Study Kelayakan Bisnis Bagi Perusahaan

Setiap orang yang punya keinginan untuk membuka usaha tentunya mengharapkan keuntungan (profit). Selain itu, yang tidak kalah penting adalah pemikiran seberapa lama pengembalian dana yang ditanam di proyek tersebut agar lekas balik modal. Itu artinya, sebelum usaha dijalankan, maka lebih dahulu perlu menghitung apakah usaha yang akan dijalankan akan benar-benar dapat mengembalikan uang yang telah dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu dan bisa memberikan keuntungan financial tentu saja. Segalanya diperhitungkan terlebih dahulu untuk menghindari kegagalan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan sebuah studi sebelumnya. Studi yang dimaksud biasa dikenal yaitu studi kelayakan bisnis.

Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dialankan. Mempelajari secara mendalam di sini maksudnya ialah meneliti secara sungguh-sungguh data dan informasi yanga da, kemudian diukur, dihitung, dan dianalisi hasil penelitian tersebut dengan metode-metode tertentu untuk menentukan apakah usaha yang akan dijalankan akan memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Layak yang dimaksud tidak hanya bagi perusahaan yang menjalankannya, tetapi juga bagi investor, kreditur, pemerintah, dan masyarakat luas.

Aspek-aspek yang dinilai dalam studi kelayakan bisnis sebagai berikut :

  • Aspek hukum : meneliti kelengkapan, kesempurnaan, dan keaslian dari dokumen yang dimiliki mulai dari badan usaha, izin-izinnya, hingga dokumen pelengkap lainnya.
  • Aspek pasar dan pemasaran : meneliti seberapa besar pasar yang akan dimasuki dan seberapa besar keamampuan perusahaan untuk menguasai pasar tersebut, serta bagaimana strategi yang akan diambil untuk memenangkan pasar.
  • Aspek keuangan : menilai kemampuan perusahaan dalam memperoleh pendapatan dan besarnya biaya yang dikeluarkan, serta bisa melihat seberapa lama modal akan kembali.
  • Aspek manajemen dan organisasi : untuk mengukur kesiapan dan kemampuan sumber daya manusia yang akan menjalankan usaha tersebut dan mencari bentuk organisasi yang tepat untuk usaha yang akan dijalankan.
  • Aspek teknis atau produksi : menentukan lokasi, layout, gedung, ruangan, dan teknologi yang akan dipakai.
  • Aspek ekonomi social : menilai manfaat ekonomi dan social dengan dijalankannya bisnis tersebut bagi masyarakat. Dampak ekonomi misalnya peningkatan pendapatan masyarakat sekitar,s edangkan dampak social misalnya tersedianya sarana dan prasarana seperti penerangan, jalan, air, tempat ibadah dan lain sebagainya.
  • Aspek dampak lingkungan : menilai dampak lingkungan yang ditimbulkan nantinya baik lingkungan yang ada di darat, air maupun udara apabila bisnis telah dijalankan. Selain itu, mampu pula untuk mempersiapkan metode seperti apa yang akan diambil sebagai langkah penanggulannya.

Studi kelayakan bisnis hendaknya dilakukan mengikuti prosedur yang berlaku, yaitu mulai dengan beberapa tahapan yang telah ditentukan. Tahapan tersebut dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan keakuratan dalam penilaian studi kelayakan itu sendiri. Adapun tahapan-tahapannya sebagai berikut:

  • Pengumpulan data dan informasi, baik secara kualitatif maupun kuantitatif
  • Melakukan pengolahan data
  • Analisis data
  • Pengambilan Keputusan, layak atau tidak layak bisnis dijalankan.
  • Memberikan rekomendasi kepada pihak tertentu terhadap laporan studi yang telah disusun

Untuk lebih meyakinkan Anda, berikut kami paparkan pentingnya studi kelayakan bisnis bagi perusahaan/usaha/bisnis yang akan dijalankan.

  • Menghindari resiko kerugian yang tidak diinginkan, baik resiko yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan. Misalnya ketidakstabilan tingkat suku bunga perbankan yang akan berdampak pada sector riil, terutama dalam hal penyediaan dana.
  • Memudahkan perencanaan seperti pendanaan yang diperlukan, kapan usaha akan dijalankan, dimana lokasi akan dibangun, siapa yang akan melaksanakannya, bagaimana cara menjalankannya, berapa besar keuntungan yang diperoleh, dan bahgaimana mengawasinya jika terjadi penyimpangan. Perencanaan ini disusun mulai dari usaha dijalankan sampai waktu tertentu yang diinginkan.
  • Memudahkan pelaksanaan pekerjaan karena para pelaksana telah memiliki pedoman yang harus dikerjakan. Pengerjaan usaha dilakukan secara sistematik sesuai rencana yang sudah disusun, sehingga bisa tepat sasaran yang sudah direncanakan.
  • Memudahkan pengawasan terhadap jalannya usaha agar tidak melenceng dari rencana yang telah disusun.
  • Memudahkan pengendalian. Jika dalam pelaksanaan pekerjaan, setelah dilakukan pengawasan ternyata ada penyimpangan, maka akan mudah terdeteksi dan mampu mengembalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng sesuai dengan tempatnya.

Studi kelayakan bisnis dilakukan untuk mengidentifikasi masalah di masa mendatang, sehingga dapat meminimalkan kemungkinan melesetnya hasil yang ingin dicapai. Dengan kata lain, studi kelayakan bisnis mampu memperhitungkan hal-hal yang dapat menghambat atau bahkan peluang apa saja yang akan timbul. Jadi, dengan adanya studi kelayakan bisnis minimal dapat memberikan pedoman dan arahan pada usaha yang akan dijalankan nantinya.

 

 

 

Read More
admin Januari 15, 2019 1 Comment

Mengenal Lebih Jauh Tentang Studi Kelayakan Bisnis

Selama ini apakah Anda benar-benar memahami apa itu studi kelayakan bisnis? Bagi Anda yang sedang menjalankan sebuah bisnis, tentu sangat wajib memahami tentang hal ini. Di saat Anda hendak membangun sebuah bisnis, biasanya akan ada beberapa hal yang harus dipikirkan. Terkadang mungkin malah membuat Anda ragu. Mulai dari perencanaan produk atau jasa yang ingin dijual, mempersiapkan bahan baku, hingga merancang perencanaan untuk pemasaran. Atau yang paling sering mengganjal ialah perihal keuntungan bisnis yang belum jelas akan seperti apa di masa mendatang.

Apabila Anda merasakan hal-hal tersebut, sebenarnya tidak perlu khawatir. Beberapa hal tersebut lumrah dirasakan oleh pebisnis. Namun bagaimana untuk mengatasinya? Nah, Anda memerlukan sebuah penelitian yang ditinjau dari berbagai aspek. Penelitian ini dibuat guna mengetahui kelayakan sebuah bisnis. Biasanya penelitian seperti pada bisnis sering disebut sebagai studi kelayakan bisnis.

Lalu apa sesungguhnya pengertian tentang studi kelayakan bisnis? Sebenarnya studi kelayakan bisnis adalah studi yang memiliki tujuan untuk mengevaluasi sebuah bisnis, apakah tindakan bisnis yang telah dilakukan sudah masuk akal jika dilihat dari segi ekonomi atau operasional. Biasanya akan ada pertanyaan yang sering ditanyakan, “Apakah kita harus melanjutkan dengan rencana tindakan yang lebih spesifik apabila dibandingkan dengan sekarang?”. Tak hanya itu saja, biasanya studi kelayakan bisnis juga dibuat agar pebisnis memahami risiko dengan lebih baik, kemudian bisa mempersiapkan penanganannya.

Apabila Anda berpikir bahwa studi kelayakan bisnis itu mirip dengan perencanaan bisnis atau business plan, tentu Anda salah. Biasanya perencanaan bisnis akan menyediakan sebuah fungsi perencanaan, kemudian mendefinisikan tindakan-tindakan yang perlu untuk diwujudkan pada gagasan bisnis Anda tersebut. Sehingga studi kelayakan bisnis biasanya hanya memberikan penyelidikan tentang fungsi tertentu saja, sehingga apakah hal tersebut layak untuk dilakukan atau tidak.

Namun sebenarnya antara perencanaan bisnis dengan studi kelayakan bisnis perlu dilakukan secara bersamaan sebelum mendirikan sebuah bisnis. Namun kebanyakan pebisnis menjalankan perencanaan bisnis setelah studi kelayakan bisnis diuji. Atau dalam kata lain, bisnis tersebut memang sudah benar-benar dianggap layak dijalankan, baru perencanaan bisnis dibuat.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan studi kelayakan bisnis? Biasanya hal ini dilakukan pada saat seorang pebisnis harus membuat keputusan penting yang berhubungan dengan lanjut atau tidaknya bisnis mereka. Biasanya setiap keputusan tentu didasari oleh beberapa hal atau kondisi yang bervariasi. Namun secara umum, studi kelayakan bisnsi akan dilakukan bagi mereka yang sedang berencana meluncurkan sebuah bisnis baru.

Bisa dibilang bahwa sebuah studi kelayakan bisnis dapat menjadi inti dari sebuah bisnis yang baru. Mengapa demikian? Karena hal tersebut dapat membantu pebisnis untuk memiliki sikap peka pada beberapa risiko yang mungkin akan muncul di masa mendatang. Pada dasarnya, studi kelayakan bisnis dapat menjadi inti dari sebuah bisnis yang baru karena dapat membantu pebisnis untuk peka terhadap risiko-risiko yang mungkin dapat muncul di masa mendatang. Namun secara garis besar dapat disimpulkan bahwa studi kelayakan bisnsi merupakan alat yang sempurna untuk memberikan penilaian sebuah situs yang berefek pada kepentingan ekonomi atau operasional.

Jika berbicara mengenai apa isi dari studi kelayakan sebuah bisnis. Anda perlu memahami bahwa ada beberapa elemen yang harus ada pada studi kelayakan bisnis, antara lain elemen hukum, elemen pasar dan pemasaran, elemen teknis dan teknologi, elemen manajemen, dan elemen keuangan. Semuanya harus selaras. Topik ini akan dibahas lebih mendalam pada artikel selanjutnya.

Bagaimana, sejauh ini apakah Anda sudah memahami apa itu studi kelayakan bisnis? Setiap bisnis tentu membutuhkan hal ini sebagai tolak ukur apakah bisnsi tersebut layak diperjuangkan atau tidak.

Read More
admin Januari 11, 2019 0 Comments

Kiat Melakukan Analisa dan Penelitian Pasar

Setelah Anda yakin bahwa Anda memiliki ide kerja yang potensial, Anda perlu untuk mempelajari sebanyak yang Anda mampu mengenai kondisi pasar terkini mengenai produk dan jasa Anda, perubahannya, dan bagaimana Anda dapat masuk ke dalamnya. Anda telah melakukan survei awal Anda mengenai pasar, namun sekarang Anda perlu untuk menyelami lebih dalam lagi.

Jika Anda berharap untuk menjual selai Anda, pergi keluar dan bicara kepada penjual dan pemilik toko mengenai di mana mereka mendapatkan barang dagangan mereka dan berapa banyak yang dihasilkan dari bisnis tersebut bagi mereka. Sebagai contoh, lihat apakah penjual di pasar tani bersedia membicarakan pengalaman mereka apakah mereka mampu mengerjakan sepenuh waktu menjual barang-barang mereka, atau hanya sekedar hobi atau bisnis sampingan?

Mungkin Anda menemui sejumlah toko lokal yang bersedia menjual barang produk lokal; Anda tentunya ingin mempelajari apa barang yang paling diminati, atau jika mereka mengalami penurunan penjualan barang tertentu pada suatu periode waktu tertentu dalam satu tahun. Sebagai contoh, For example, do they see spikes in sales around the holidays, but a big drop-off in January? Anda ingin mencari tahu seberapa stabil penjualan Anda.

Anda harus mampu menemukan data informasi yang lebih mendetil mengenai permintaan produk atau jasa Anda dengan mempelajari Sensus Ekonomi pemerintah, yang biasanya dilakukan lima tahun sekali. Pemilik bisnis ditanya mengenai penjualan mereka, jumlah pekerja, pengeluaran bisnis dan jenis produk, dan hal lainnya. Anda dapat menemukan data Sensus Ekonomi terkini secara online, dan menyesuaikan pencarian Anda untuk mempelajari sebanyak mungkin mengenai area bisnis Anda, pasarnya, dan komunitas Anda secara khusus.

Cara terbaik bagi Anda untuk mempelajari sebanyak mungkin mengenai keinginan dan kebutuhan pelanggan potensial Anda adalah dengan mewawancarai mereka dan menanyai mereka pertanyaan yang spesifik. Sebagai contoh, lihat apakah pelanggan di pasar tani mau mengisi survei atau diwawancarai tentang kebiasaan belanja dan minat mereka, mungkin sebagai gantinya Anda dapat memberikan contoh gratis dari produk Anda.

Selain mewawancarai orang secara langsung, Anda juga dapat menjangkau orang yang Anda kira akan membeli atau diuntungkan dari ide Anda dengan menyurati mereka dengan survei untuk mereka isi. Jika Anda melakukan ini, pastikan sudah termasuk pos amplop balasan yang sudah dibayar sebelumnya agar mereka dapat mengirim balik hasil survei kepada Anda.

Tergantung pelanggan Anda, Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dengan melakukan survei melalui telepon atau email. Anda juga dapat mengarahkan orang ke situs survei dengan menggunakan sosial media seperti Twitter atau Facebook.

Pastikan apapun metode yang Anda pilih untuk mempelajari kebutuhan dan keinginan pelanggan, Anda mengambil waktu untuk membuatnya secara mendetil, pertanyaan spesifik untuk survei Anda. Sebagai contoh, jika Anda ingin menjual selai Anda, pastikan untuk menanyakan siapa yang membeli selai untuk orang di rumah, dan untuk siapa itu dibeli (apakah untuk anak mereka, sebagai contoh?).Tanyakan apa rasa favorit mereka, apakah ada rasa lain yang ingin mereka coba ma,um tidak dapat ditemukan, dan berapa uang yang mereka bersedia untuk dikeluarkan. Tanyakan juga mereka apa yang mereka sukai dari merk mereka sekarang: warna, konsistensi, perusahaan yang membuatnya, dan lain sebagainya.

Penting juga bagi Anda untuk mengetahui seberapa banyak bagian pangsa pasar yang penyaing Anda miliki, dan berapa lama mereka bertahan di posisi. Ini akan memberitahukan Anda apakah secara realistis Anda mampu memiliki bagian yang siknifikan dari pasar tersebut.

Sebagai contoh, jika anda menemukan kalau perusahaan lokal mendominasi pasar selai dan hasil dari wawancara anda menunjukkan kalau pembli sangat loyal pada merek, Anda bisa berpindah ke ide Anda selanjutnya. Jika Anda belum melakukannya, pastikan untuk menggunakan informasi terkini dari Sensus Ekonomi.

Setelah Anda mengerti bagaimana kompetitor Anda masuk ke dalam pasar, Anda harus memperkirakan bagaimana Anda juga dapat masuk. Anda ingin agar hasil dari studi kelayakan Anda keluar, dengan data angka dan persentase yang sespesifik mungkin, bagaimana Anda masuk dan bagaimana Anda akan bertumbuh untuk waktu ke depannya. Sebagai contoh, apakah Anda mampu melayani 10% dari orang yang terindikasi bahwa mereka lebih menyukai selai organik? Apakah hal ini akan mempengaruhi berapa banyak selai yang akan Anda produksi?

http://www.grapadinews.co.id

Read More
admin Desember 23, 2018 0 Comments

Mengapa Kita Perlu Melakukan Studi Kelayakan Bisnis?

Apakah Anda mempunyai ide untuk sebuah produk baru? Mungkin selai apel buatan rumah Anda terkenal di lingkungan teman dan keluarga Anda dan Anda berpikir untuk menjadikan hobi Anda sebagai bisnis. Atau mungkin Anda ingin memulai jasa menjaga anak namun tidak yakin apakah permintaan di lingkungan Anda cukup tinggi agar proyek ini pantas untuk waktu dan usaha yang dikeluarkan. Atau mungkin Anda bekerja di pemerintahan lokal dan ditugaskan untuk mengawasi pembangunan sebuah taman baru, namun tidak yakin bagaimana memulai penelitian Anda. Dalam semua kasus ini, Anda akan diuntungkan dengan melakukan studi kelayakan.

Sederhananya, studi kelayakan adalah sebuah proses ketika Anda menguji keberlangsungan sebuah ide: apakah akan berhasil? Meskipun pertanyaan spesifik yang Anda harus tanyakan akan beragam tergantung sifat proyek atau ide Anda, ada beberapa langkah dasar yang dapat diterapkan ke semua studi kelayakan. Bacalah lebih lanjut untuk mempelajari langkah-langkah dasar.

Lakukan analisa pendahuluan

Terdengar janggal untuk mengatakan bahwa Anda perlu melakukan studi kelayakan pendahuluan untuk mengetahui apakah Anda perlu untuk melakukan studi kelayakan, namun itu benar! Sedikit penelitian awal akan membantu Anda memutuskan apakah Anda perlu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut secara menyeluruh. Kita akan menjelaskan lebih lanjut di langkah-langkah berikut.

Pertimbangkan pilihan Anda

Melakukan studi kelayakan yang menyeluruh adalah proses yang memakan banyak waktu dan terkadang cukup mahal. Maka, Anda ingin untuk mencoba untuk menghemat waktu dan uang Anda untuk menyelidiki ide Anda yang paling menjanjikan.

Jika Anda berpikir untuk membuat selai menjadi sebuah bisnis, sebagai contoh, Anda harus mengenali kemungkinan alternatif yang lain untuk usaha ini sebelum Anda memutuskan untuk melakukan studi kelayakan secara menyeluruh. Sebagai contoh, apakah Anda sudah mempertimbangkan hanya menjual apel di pasar?

Mulai untuk memperkirakan tuntutan dari ide Anda

Teman-teman dan keluarga Anda mungkin semuanya senang menerima selai yang Anda buat dan berikan sebagai hadiah, tetapi seberapa sukanya mereka terhadap produk Anda, ada kelayakan konsumen secara umum tidak rela mengeluarkan uang lebih untuk produk organik rumahan.

  • Sebelum Anda memutuskan untuk menginvestasikan waktu dan uang untuk studi kelayakan lengkap, Anda perlu secara realistis menilai apakah ada atau tidak keperluan atau permintaan akan ide Anda. Jika ada, maka Anda dapat melanjutkan untuk mempelajari ide tersebut lebih mendalam. Jika tidak, maka Anda dapat pindah ke ide Anda berikutnya.
  • Jika Anda ingin menjual secara lokal, kunjungi toko-toko dan survei rak barang mereka: jika mereka tidak mempunyai rak untuk menampilkan selai organik atau produk rumahan, ini bisa berarti bahwa tidak ada permintaan untuk produk tersebut. Sama halnya, jika tidak ada atau sangat sedikit penjual pada pasar petani menawarkan produk selai, ini dapat dikarenakan pembeli tidak berminat.
  • Jika Anda ingin menjual secara online, Anda dapat membuat kata kunci pencarian untuk produk Anda dan memperhatikan huruf awal yang keluar: jika sepertinya banyak orang melakukan bisnis dengan ramai dan cepat, ada kelayakan bahwa ada permintaan untuk produk Anda. Anda nantinya harus bertekad jika Anda ingin dapat bersaing.

Mulai memperkirakan untuk melakukan kompetisin

Mungkin Anda sudah yakin bahwa memang ada permintaan untuk ide atau jasa Anda. Tetapi, Anda juga perlu untuk mengetahui persaingan seperti apa yang akan Anda hadapi. Sebagai contoh, bahkan jika kota Anda memiliki pasar hasil pertanian yang aktif, jika ada sepuluh penjaja yang menjual selai buatan rumah, jeli dan makanan oles, Anda harus memikirkan apakah Anda mampu bersaing atau menawarkan kepada konsumen produk yang berbeda dan bernilai lebih.

Sama halnya, jika Anda ingin menjual secara online, Anda ingin mulai mencari tahu bagaimana orang menjual produk yang sama, atau jika ada merk yang memimpin yang menguasai pasar. Sanggupkah Anda bersaing? Mulai pikirkan cara agar Anda mampu meraih posisi pasar yang spesial

Pertimbangkan tantangan yang dihadapi

Sebelum Anda berpindah ke pelaksanaan studi kelayakan Anda, Anda harus memperhatikan apakah ada halangan yang tidak dapat diatasi.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki binatang peliharaan yang masuk ke rumah Anda pada waktu kapan pun, Anda tidak dapat membuat makanan untuk dijual di dalam rumah Anda. Anda perlu menyiapkan selai Anda di gedung yang terpisah. Jika tidak bisa memenuhi kebutuhan ini, keluarkan dana yang diperlukan, atau kerjakan hal-hal yang berhubungan, lalu ada baiknya untuk mengesampingkan ide ini untuk sejenak.

Putuskan apakah Anda akan menyewa konsultan ahli

Jika penyelidikan awal Anda menunjukkan bahwa ide Anda kelayakan berhasil, menyewa jasa konsultan dapat membantu untuk mengatur dan melaksanakan studi kelayakan Anda. Tergantung sifat dari proyek Anda, Anda juga perlu untuk laporan tambahan dari profesional seperti teknisi (jika, sebagai contoh, Anda ditugaskan untuk melihat apakah proyek pekerjaan umum memungkinkan).

Selidiki secara menyeluruh keperluan Anda mempekerjakan tenaga hali, dan pelajari berapa biaya yang akan dikeluarkan. Anda perlu memastikan anggaran Anda cukup untuk menutupi biaya ini, atau jika biaya terlalu tinggi pada tahap ini, Anda mungkin tidak mau atau tidak mampu meneruskan studi.

Anda mau laporan akhir Anda seobjektif mungkin, jadi buatlah jelas kepada siapa pun orang yang Anda sewa bahwa Anda menginginkan jawaban yang jujur, dan bahwa Anda tidak mempekerjakan mereka untuk memberikan kepada Anda jawaban yang Anda inginkan.

Buat tabel waktu

Melakukan studi kelayakan dapat menjadi proses yang membutuhkan keterlibatan, dan dapat dengan mudah menyita banyak waktu Anda. Jika analisa pendahuluan Anda mengindikasikan bahwa ide Anda bagus dan bahwa Anda perlu untuk menyelesaikan studi yang lebih mendetil, Anda ingin memastikan bahwa Anda dapat menyelesaikan pekerjaan secara waktu yang terjadwal.

Apakah laporan berdasarkan investor potensial Anda, bos Anda, atau dewan kota urut tanggal? Jika demikian, kerjakan mundur berdasarkan tanggal dan buat tanggal tenggat waktu kapan fase-fase individu dari studi perlu untuk diselesaikan.

Read More
admin Desember 12, 2018 0 Comments

Jasa Riset Pasar

Devisi pemasaran untuk sebuah perusahaan menjadi perhatian khusus karena dari sanalah sebuahproduk hasil perusahaan bisa di terima masyarakat. Dengan begitu orang-orang yang bergerak padabidang tersebut harus dapat memahami dan meneliti perkembangan masyarakat yang ada. Sehinggaapa yang di hasilkan perusahaan benar-benar sesuai dengan apa yang di butuhkan. Untuk melakukanpemantauan yang benar maka bisa menggunakan

Jasa riset pemasaran yang akan membantu menghitung persentase pencapaian kualitas produk di masyarakat. Ini bisa didapatkan dari kinerja yang akan diberikan Grapadi Konsultan untuk mendatangkan ahli khusus dalam pemasaran.

Riset pemasaran merupakan kegiatan penelitian dalam bidang pemasaran. Riset pemasaran harus dilakukan secara sistematis, yakni mulai dari perumusan masalah, perumusan tujuan dari riset pemasaran, pengumpulan data, pengolahan data, hingga interpretasi dari hasil riset pemasaran yang diperoleh. Riset pemasaran dilakukan sebagai upaya memberi masukan bagi pihak manajemen. Dengan adanya riset pemasaran, pihak manajemen akan mengetahui hal apa saja yang perlu diperbaiki dan strategi pemasaran apa yang masih konkrit dilakukan untuk merebut peluang.

Banyak orang yang seringkali masih rancu dengan istilah riset pemasaran. Riset pemasaran (marketing research) seringkali masih disamakan dengan riset pasar (market research), padahal keduanya merupakan istilah yang berbeda. Riset pasar berfokus pada pasar yang telah ditentukan secara spesifik. Sementara itu, riset pemasaran memiliki arti yang lebih luas. Riset pemasaran tidak hanya terpaku pada aspek pasar atau produk, namun juga mencangkup hal-hal di luar itu. Singkatnya, riset pasar bisa disebut sebagai bagian dari riset pemasaran.

Riset pemasaran merupakan sebuah langkah penting yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk membantu menyusun perencanaan pemasaran. Program pemasaran pada tahun yang baru biasanya turut dipengaruhi oleh hasil riset pemasaran yang dilakukan perusahaan di akhir tahun. Riset pemasaran dapat diibaratkan sebagai mata dan telinga perusahaan untuk mengetahui bagaimana pandangan dan keinginan konsumen terhadap perusahaan. Riset pemasaran memiliki tiga fungsi utama bagi perusahaan, yaitu:

  1. Evaluating

Fungsi riset pemasaran yang pertama adalah evaluating. Riset pemasaran yang dilakukan untuk fungsi ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi program-program pemasaran yang telah dilakukan sebelumnya. Fungsi evaluating dalam riset pemasaran ini juga termasuk ketika perusahaan ingin melakukan review terhadap brand positioningdibandingkan dengan produk pesaing.

1. Understanding

Fungsi riset pemasaran kedua adalah understanding. Fungsi riset pemasaran ini menekankan pada tujuan untuk memahami konsumen sebagai salah satu insight atau masukan yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan memahami konsumen, perusahaan akan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan konsumen. Dalam menjalankan funsi ini, riset pemasaran yang dilakukan biasanya adalah riset yang menggambarkan potret kebiasaan dan perilaku konsumen serta harapan dan keluhan mereka terhadap produk.

2. Predicting

Fungsi riset pemasaran ketiga adalah predicting. Fungsi riset pemasaran yang terakhir ini merupakan fungsi yang sebenarnya paling sulit untuk dilakukan. Dunia ini penuh dengan ketidakpastian, sehingga prediksi yang dilakukan dalam riset pemasaran sangatlah beresiko karena sifatnya yang sangat relatif. Ketika sebuah brand ingin membidik pasar baru, maka riset pemasaran selalu dijadikan bahan acuan utama. Begitupun ketika perusahaan ingin menyusun strategi pemasaran baru, riset pemasaran masih menjadi penilaian utama.

Riset pemasaran dapat diklarifikasikan ke dalam tiga kelompok berdasarkan tujuannya. Meskipun begitu, kategorisasi ini sebenarnya tidak mutlak. Riset pemasaran dapat pula dilakuakan dengan bentuk kombinasi dari ketiganya. Ketiga jenis riset pemasaran tersebut adalah:

3. Problem Solving Research

Problem solving research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk mengidentifikasi serta memecahkan permasalahan yang sering terjadi dalam pemasaran. Riset pemasaran jenis ini berorientasi pada masa lalu, artinya masalah pemasaran yang pernah terjadi diidentifikasi dan dievaluasi kembali. Proses identifikasi dan evaluasi ini diharapkan akan mampu membantu perusahaan untuk mendapatkan solusi serta mencegah terulangnya kesalahan di masa depan.

4. Controlling Research

Controlling research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk pengawasan atau pengendalian proses bisnis serta pemasaran yang sedang terjadi. Riset pemasaran yang dilakukan secara reguler akan mampu menjaga kinerja proses bisnis dan pemasaran. Harapannya, riset pemasaran yang dilakukan secara berkala akan mampu menghasilkanzero deffect dalam perusahaan.

5. Planning Research

Planning research adalah riset pemasaran yang diadakan untuk mendapatkan informasi sebagai panduan dalam merencanakan kegiatan pemasaran. Sebuah perencanaan bisnis atau pemasaran memerlukan informasi dari riset pemasaran untuk dapat mengukur secara tepat target serta strategi yang hendak disusun. Tanpa riset pemasaran, maka perencanaan yang disusun bisa jadi tidak tepat sasaran dan justru berpotensi merugikan perusahaan.

Read More
admin Oktober 29, 2018 0 Comments

Jasa Studi Kelayakan yang Bisa Kami Kembangkan

Bisa dibilang bahwa suatu kegiatan usaha/bisnis/proyek pasti melibatkan banyak pihak yang memiliki berbagai kepentingan yang berbeda, seperti para investor selaku pemrakarsa, bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan perundang-undangan. Investor berkepentingan untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan kesempatan kerja, dan lain-lain.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam memulai suatu bisnis, dimana dasar dari pertimbangan-pertimbangan tersebut dapat diperoleh melalui suatu studi terhadap berbagai aspek mengenai kelayakan suatu bisnis yang akan dijalankan, sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa teknologi dan bidang profesi lainnya.

Seperti kita ketahui bersama bahwa berhasil tidaknya suatu Usaha /Bisnis/Proyek sangat tergantung dari baik tidaknya studi kelayaan usaha dilakukan. Demikian pentingnya suatu studi kelayakaan dilakukan sebelum Usaha/Bisnis/Proyek dilaksanakan. Mengapa demikian, hal ini dikarenakan suatu studi kelayakan Usaha/Bisnis/Proyek merupakan laporan penelitian tentang dapat tidaknya suatu bisnis / project dilaksanakan dengan berhasil dengan pertimbangan mendapatkan manfaat finansial (Arti sempit).

Studi Kelayakan Usaha/Bisnis/Proyek bisa didifinisikan sebagai suatu penelitian tentang berhasil tidaknya Usaha/Bisnis/Proyek investasi dilaksanakan secara menguntungkan (penyerapan tenaga kerja, pemanfaatan ekses sumber daya,penghematan devisa, dan peluang usaha)

Lalu apa Saja yang dibahas di dalam sebuah studi kelayaan usaha/bisnis/proyek? Aspek Hukum/Legalitas; Aspek Sosial, Ekonomi dan Budaya; Aspek Pasar dan Pemasaran; Aspek Teknis dan Teknologi; Aspek Organisasi dan Manajemen; dan Kelayakan aspek keuangan.

Anda akan melalui tahap pra studi kelayakan. Tahap identifikasi yang merupakan tahapan dalam menentukan calon-calon usaha yang perlu dipertimbangkan untuk dilaksanakan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan perlunya studi kelayakan antara lain adalah:

  1. Apakah usaha termasuk dalam sektor yang potensial?
    b. Apakah pasar untuk sektor tersebut tidak jenuh?
    c. Apakah usaha tidak bertentangan dengan kebijakan pemerintah?
    d. Apakah usaha secara garis besar menguntungkan?

Selanjutnya ada tahap formulasi berupa pra studi kelayakan dengan meneliti sejauh mana calon-calon usaha tersebut dapat dilaksanakan menurut aspek teknis, aspek institusional, sosial dan eksternalitas, sebagai berikut:

Aspek teknis meliputi faktor produksi yang mempengaruhi usaha dan pemasaran hasil. Ada beberapa faktor produksi antara lain:
1. Kemudahan akses terhadap lokasi usaha.
2. Ketersediaan prasarana jalan, air, tenaga listrik, BBM.
3. Ketersediaan bahan baku dan bahan penolong.
4. Ketersediaan tenaga kerja baik kualitas maupun kuantitasnya.

Sedangkan untuk pemasaran antara lain potensi penjualan produk dan keuntungan yang dihasilkan serta target pasar dan fasilitas pergudangan serta pengangkutannya. Biasanya aspek teknis tercermin dalam analisis benefit cost ratio, namun dengan analisis faktor faktor yang dijelaskan diatas sudah dapat menjadi pertimbangan apakah proyek ini harus ditolak atau studi lebih lanjut dapat dilaksanakan.

Untuk aspek institusional meliputi dua hal yaitu organisasi pemerintah dan masyarakat. Dari segi pemerintah, apakah ada kebijakan yang menghambat atau memperlancar pembangunan dan kegiatan operasional proyek, misalnya izin hak guna usaha, izin bangunan dan izin penggunaan tenaga kerja (asing, wanita anak-anak).

Sedangkan dari segi masyarakat, bagaimana reaksi masyarakat sekitar, organisasi sosial dan buruh dapat merintangi atau memperlancar pembangunan dan kegiatan operasional proyek. Aspek institusional tidak tercermin dalam harga-harga oleh karena itu tidak dapat dianalisis dalam benefit cost, namun masalah yang dijelaskan dapat menjadi pertimbangan usaha ini ditolak atau dilanjutkan studi kelayakannya. Untuk aspek sosial, di samping bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat akan suatu produk tertentu, pendirian usaha juga mempunyai tujuan-tujuan sosial seperti tercermin dari penyerapan tenaga kerja dan penyebaran pendapatan.

Aspek eksternalitas adalah hasil tidak langsung dan akibat sampingan proyek yang dapat memberikan efek positif (memberikan tambahan benefit) atau efek negatif (mengakibatkan kerugian masyarakat). Misalnya pendirian usaha pemotongan ayam di tempat pemukiman memberikan efek positif dalam penyerapan tenaga kerja dan distribusi pendapatan bagi masyarakat tetapi sekaligus memberikan efek negatif karena polusi udara, air dan timbulnya penyakit bagi masyarakat sekitarnya. Setelah mempertimbangkan aspek-aspek tersebut barulah dapat ditentukan perlu tidaknya diadakan studi kelayakan.

Hasil akhir dari pelaksanaan suatu penelitian untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu rencana usaha, harus ditempuh melalui tahapan-tahapan kegiatan yang berkesinambungan, antara lain tahapan persiapan, tahapan pengumpulan data (primer dan sekunder), tahapan pengolahan dan analisis data, dan tahapan penyusunan laporan.

 

Read More
admin Oktober 29, 2018 0 Comments
Selamat Datang Di Grapadi Konsultan
WhatsApp
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanPortugueseSpanish