Pentingnya Laporan Keuangan dalam Menilai Kelayakan Usaha

Apapun bentuk usaha yang sedang Anda jalankan, laporan keuangan adalah hal wajib yang harus disajikan tiap bulannya. Jangan anggap sepele hal tersebut, sebab keberlangsungan suatu usaha bisa dilihat dan diprediksi dari laporan keuangan tersebut. Meski usaha yang Anda jalankan adalah usaha dalam skala kecil, laporan keuangan tetap harus ada dan dilaporkan. Namun, apabila hal tersebut belum berjalan, maka cobalah untuk memulai membuat laporan keuangan di periode berikutnya.

Berikut ini akan dipaparkan point-point pentingnya laporan keuangan  bagi usaha yang Anda jalankan :

  1. Mampu meyakinkan para kreditur apabila Anda berniat untuk meminjam modal pada usaha Anda
  2. Mmpu meyakinkan para investor apabila Anda berniat untuk menambah modal pada usaha Anda
  3. Memberikan informasi keuangan meliputi pendapatan, pengeluaran, modal, dan laba pada usaha yang Anda jalankan
  4. Bisa memprediksi keuangan di periode selanjutnya dengan mempertimbangkan periode sebelumnya
  5. Mengetahui prakiraan jumlah kewajiban atau hutang yang harus dibayarkan
  6. Bisa menilai kinerja manajemen suatu usaha
  7. Menjadikan laporan keuangan sebelumnya sebagai acuan agar mendapatkan pendapatan lebih banyak di periode berikutnya

Secara garis besar, 7 point di atas adalah gambaran pentingnya laporan keuangan bagi usaha Anda. Di lain sisi, terkait dengan studi kelayakan bisnis, laporan keuangan bertujuan untuk menilai kelayakan usaha yang Anda sedang jalankan. Dalam laporan keuangan akan disajikan mengenai seberapa besar biaya yang telah dikeluarkan untuk usaha Anda dan membandingkannya dengan seberapa besar pendapatan yang Anda terima.

Apabila usaha yang Anda jalankan berada pada skala besar, maka ada beberapa pihak yang berkepentingan dalam laporan keuangan yang Anda sajikan tersebut. Di antaranya ialah :

1, Kreditur

Kreditur merupakan sebutan untuk pihak penyandang dana yang akan membiayai usaha Anda sebab mereka akan mempelajari prospek usaha Anda tersebut apakah akan lancar dalam mengembalikan dana atau malah menjadi kredit macet sebab menderita kerugian

 

2. Investor

Investor merupakan sebutan untuk para pemegang saham yang menanamkan modalnya pada usaha Anda untuk melihat kemampuan dalam menciptakan laba dan pengembangan aset yang dimiliki. Selain itu, laporan keuangan juga mampu memberikan gambaran berapa jumlah deviden yang akan mereka terima nantinya.

 

3. Pemerintah

Laporan keuangan dibuat untuk mengetahui seberapa besar pajak yang harus dikenakan pada usaha Anda.

 

4. Manajemen

Laporan keuangan digunakan untuk mengetahui kinerja manajemen dan menjadikannya ukuran keberhasilan dari sisi laba yang diperoleh, sehingga nantinya akan digunakan untuk memberikan kompensasi kepada para karyawan

 

5. Karyawan

Bagi para karyawan, laporan keuangan sangat penting demi kinerja mereka. Dan sebagai bahan pertimbangan untuk meminta peningkatan kesejahteraan pada para karyawan tersebut. Dan sebaliknya, apabila kondisi keuangan menurun mereka bisa dengan sigap memperbaiki kinerja agar usaha Anda tersebut tidak mengalami kerugian sebab akan berpengaruh pada gaji yang mereka akan dapatkan nantinya.

 

Masih mengabaikan laporan keuangan? Segera perbaiki sikap Anda, demi keberlangsungan usaha Anda tersebut. Tak ada kata terlambat, jika memang belum menertibkan laporan keuangan Anda di periode sekarang, maka mulailah tertibakan laporan keuangan Anda di periode selanjutnya.

 

Baca juga : 7 Cara mengelola arus kas sehat

Read More
Putri Larasati Februari 16, 2019 0 Comments

Kriteria Penilaian Investasi Kelayakan Usaha

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai Tips Menarik Minat Investor untuk tambahan modal pada bisnis Anda. Nah, kali ini akan dibahas dari sisi sang investor mengenai kriteria penilaian investasi pada suatu usaha.

Ada dua point yang menjadi tujuan artikel ini yakni Anda sebagai investor yang bisa mempelajari kriteria penilaian investasi apa yang cocok untuk Anda percayakan menanam modal tersebut atau bisa juga untuk Anda sebagai pencari investor yang bisa mempelajari kriteria penilaian investasi untuk meyakinkan para investor menanamkan modalnya pada usaha yang Anda jalani.

Ada beberapa kriteria penilaian investasi pada suatu usaha apakah layak atau tidak untuk dijalankan, biasanya ditinjau dari aspek keuangan. Adapun kriteria ini bergantung pada kebutuhan masing-masing perusahaan. Berikut kriteria yang bisa digunakan untuk menilai dan menentukan kelayakan suatu usaha yakni meliputi hal-hal di bawah ini:

 

  1. Payback Period (PP)

Teknik ini memperhitungkan mengenai penilaian terhadap jangka waktu atau periode pengembalian investasi suatu usaha. Seberapa cepat pengendalian modal investasi jika dilihat dari perhitungan kas bersih yang diperoleh setiap tahun dihitung dari awal tahun pertama investasi hingga masa akhir tahun investasi berakhir. Penilaian kelayakan berdasarkan hasil perhitungan berikut:

  • Payback Period tahun terhitung lebih kecil dari masa waktu investasi
  • Sesuai dengan targer perusahaan sebelumnya

Kelemahannya yaikni tidak mempertimbangkan kembali arus kas setelah masa pengembalian modal investasi tersebut, sehingga terkesan mengabaikan

 

  1. Average Rate of Return (ARR)

Cara mengukur kelayakan investasinya berdasarkan perhitungan rata-rata pengembalian bunga terhadap rata-rata laba sebelum pajak. Apabila hasilnya menunjukkan angka lebih dari 50% maka investasi bisa dipertimbangkan, begitupun sebaliknya apabila nilai Average Rate of Return bernilai kurang dari 50% maka usaha dinyatakan tidak layak untuk diinvestasi.

 

  1. Net Present Value (NPV)

Cara mengukur kelayakan investasinya berdasarkan perbandingan dari selisih nilai antara jumlah kas bersih berdasarkan perhitungan cash flow dan jumlah investasi awal selama umur investasi. Apabila nilai Net Present Value bernilai positif maka usaha dinyatakan layak untuk diinvestasi, begitupun sebaliknya apabila nilai Net Present Value bernilai negative maka usaha dinyatakan tidak layak untuk diinvestasi.

 

  1. Internal Rate of Return (IRR)

Cara mengukur kelayakan investasinya berdasarkan tingkat pengembalian hasil intern atau pengembalian bunga pinjaman yang diukur berdasarkan cash flow pada kas bersih dan juga umur investasi. Apabila nilai Internal Rate of Return lebih besar dari bunga pinjaman maka usaha dinyatakan layak untuk diinvestasi, begitupun sebaliknya apabila nilai Internal Rate of Return lebih kecil dari bunga pinjaman maka usaha dinyatakan tidak layak untuk diinvestasi

 

 

  1. Profability Index

Cara mengukur kelayakan investasinya berdasarkan rasio aktivitas dari perbandingan jumlah nilai pendapatan bersih dengan pengeluaran investasi selama umur investasi. Apabila nilai Profability Index lebih besar dari 1 maka usaha dinyatakan layak untuk diinvestasi, begitupun sebaliknya apabila nilai Profability Index lebih kecil dari 1 maka usaha dinyatakan tidak layak untuk diinvestasi.

 

Dari 5 kriteria di atas, apabila semua syaratnya memenuhi maka dapat diartikan bahwa usaha tersebut dinyatakan layak untuk ditanamkan modal investasi, begitupun sebaliknya apabila ada syarat yang tidak terpenuhi, maka bisa dipertimbangkan lebih lanjut mengenai kelayakan investasi tersebut.

 

Baca juga : 5 Deretan Buku Best Seller Wajib Dibaca Sebelum Berinvestasi 

 

 

 

 

Read More
Putri Larasati Februari 16, 2019 0 Comments

Tips Promosi Melalui Social Media

Di era serba digital ini, strategi pemasaran yang dilakukan para penggiat bisnis tak lagi terpaku pada promosi yang itu-itu saja. Seiring berkembangnya teknologi pun menciptakan wadah untuk mempromosikan produk Anda menjadi lebar dengan adanya social media yang semakin bertebaran. Bahkan dengan memanfaatkan akun social media sebagai wadah promosi pun dapat merampingkan biaya yang dikeluarkan untuk bisnis Anda. (Baca juga : Strategi pemasaran mudah minimalisir pengeluaran)

Dilihat dari beebrapa tahun ke belakang hingga saat ini setidaknya ada 3 social media yang tersorot memiliki banyak pengguna dan dijadikan sebagai akses untuk promosi produk bisnis paling banyak yaitu facebook, instagram, dan youtube. Mungkin Anda adalah salah satu penikmat dan pengguna aktif ketiga akun tersebut. Jika, iya maka hal ini adalah langkah tepat untuk mengembangkan bisnis Anda tersebut sebab strategi pemasaran dengan menggunakan social media juga bisa lebih cepat merangkul konsumen sebab tak terbatas pada jarak dan waktu. Pangsa pasar produk Anda akan semakin melebar, apalagi jika kualitas produk yang ditawarkan dengan kualitas bagus.

Berikut tips promosi melalui social media :

1.. Mengadakan Giveaway/Kuis/Kontes

Ini adalah cara paling ampuh untuk mempromosikan produk Anda sebab semua pengikut Anda akan berlomba untuk memenangkannya, sehingga hal ini akan berdampak pada perluasan konsumen Anda. Hal ini terbukti ampuh untuk memperkenalkan produk yang Anda tawarkan di social media yang Anda pakai

2. Posting konten menarik

Memposting konten-konten yang menarik juga dipercaya bisa merambah pasar, membuat target pasar bertambah. Konten-konten menarik bisa meliputi pengetahuan, video tutorial, dan lain sebagainya.

3. Gunakan fasilitas iklan di social media

Hal lainnya yang wajib Anda lakukan untuk meningkatkan pasar Anda adalah menggunakan fasilitas iklan yang ada di social media sebab akan banyak pengguna aktif social media tersebut yang akan melihat produk yang Anda iklankan. Misal, facebook Ads. (Baca juga : Facebook Ads dan Google Ads jadi primadona)

4. Masuk ke komunitas terkait

Mengikuti atau bergabung dengan komunitas-komunitas terkait dengan produk yang Anda tawarkan menjadi alternative lainnya untuk mempromosikan produk Anda sebab dengan masuknya akun social media Anda ke komunitas terkait akan menarik minat dan perhatian pengguna lainnya yang mengakibatkan bertambah pula jangkauan konsumen Anda nantinya.

Demikianlah tips promosi melalui social media yang bisa Anda terapkan. Namun, selain itu, ada beberapa hal lainnya yang harus Anda perhatikan agar tidak mengganggung orang lain yang melihat gaya promosi Anda. Berikut rangkumannya.

  • Biarkan Akun social media dikunjungi banyak pengguna lain, jangan menggunakan akun privat sebab akan menimbulkan rasa malas untuk mengenal produk apa yang Anda tawarkan
  • Jangan membiasakan diri Anda melakukan spam di kolom komentar akun orang lain. Ini akan menimbulkan hilangnya respect orang kepada akun Anda
  • Jangan memposting secara missal per harinya, biasakan posting terjadwal agar mereka mengetahui secara konsisten jam berapa mereka bisa melihat produk yang Anda tawarkan.

Ayo, tambah strategi pemasaran Anda dengan menggunakan promosi melalui social media! Jangan tunda, rasakan manfaatnya secara langsung!

 

 

 

Read More
Putri Larasati Februari 7, 2019 0 Comments

4 Tips Menarik Minat Investor untuk Tambahan Modal

Menjadi seorang penguasaha bukanlah hal yang sulit, namun bukan pula sesuatu yang bisa dianggap remeh begitu saja. Ada banyak pertimbangan dan persepsi mengenai hal tersebut. Bagi mereka yang sudah lama terjun di dunia bisnis mungkin menjadi pengusaha adalah pilihan yang tepat bagi mereka dan tidak banyak kendala yang cukup berarti dalam menjalankan bisnisnya. Namun, hal ini tentu saja akan jauh berbeda bagi para pengusaha yang baru saja meristis bisnisnya, sudah barang tentu akan menghadapai dan menemukan beberapa kesulitan-kesulitan yang membuat bisnisnya terombang-ambing.  Meski begitu, tak semua bisnis yang baru merintis jatuh terpuruk, banyak pula yang malah berhasil berkembang karena kerikil-kerikil kecil yang kerap ditemui pada saat awal merintis usaha tersebut.

Impian semua pengusaha ialah mempunyai bisnis yang kian berkembang dan menjadi besar. Namun, seringkali terkendala akan biaya dan modal. Nah, seorang investor dapat menajdi solusi untuk hal tersebut. Meskipun, menarik minat dan perhatian bukanlah personal mudah, setidaknya Anda telah mempersiapkan diri untuk meyakinkah investor untuk berinvestasi pada bisnis Anda.

Mari simak langkah-langkah menarik minat investor pada bisnis Anda di bawah ini.

1.. Ajukan Proposal kepada Investor

Buatlah proposal semenarik mungkin untuk para investor. Paparkan secara umum tentang bisnis yang sedang Anda jalani seperti visi misi, jenis produk yang dipasarkan, konsep detail pemasaran dan strategi jitu yang Anda pilih untuk bisnis Anda, cash flow usaha, dan yang sangat penting yaitu sertakan dokumen-dokumen legalitas pada bisnis Anda sebab legalitaslah yang pertama kali akan dilihat sang investor. Selain mencerminkan keseriusan Anda dalam menjalankan binsis, hal tersebut juga menandakan jika Anda patuh pada hukum.

2. Persentasi di depan Investor

Persentasi di depan investor adalah salah satu cara untuk menunjukkan kesiapan Anda dalam menjalankan bisnis. Cobalah buat persentasi semenarik mungkin, yakinkan para investor dengan penjabaran mengenai ide usaha Anda saat ini dan untuk perkembangan di masa yang akan datang. Pastikan slide yang Anda gunakan untuk persentasi juga mengandung unsure eye catching untuk menambah minat para investor untuk mengenal lebih jauh mengenai bisnis yang Anda tawarkan.

3. Mengikuti Pameran-pameran Bisnis

Selain mengajukan proposal dengan investor dan melakukan persentasi langsung, mengikuti pameran-pameran bisnis juga merupakan langkah untuk menarik perhatian investor. Biasanya para investor yang akan datang menghampiri jika mereka merasa tertarik dengan konsep bisnis yang telah Anda rancang pada pameran tersebut. Tugas Anda adalah meyakinkan para investor tersebut bahwa bisnis yang Anda tawarkan akan memberikan keuntungan bagi para investor tersebut.

4. Berikan Testimoni

Testimoni dari para konsumen akan menjadi penunjang untuk meyakinkan para investor yang sedang Anda temui. Hal ini memperlihatkan antusias para konsumen terhadap produk yang Anda pasarkan.

Baca juga : 5 Cara Mudah Berinvestasi untuk Pemula

 

 

Read More
Putri Larasati Februari 4, 2019 0 Comments

Alasan-Alasan Kegagalan Pada Bisnis Kecil

Dalam menjalankan bisnis, seorang pengusaha tidak hanya siap dengan segala keuntungan yang akan di dapat, ia juga harus siap dengan semua resiko yang ada, termasuk resiko kegagalan dan bangkrut. Meskipun, memang tak ada satu orang pun yang mau mengalami kegagalan pada bisnisnya tetap saja hal ini harus menjadi perhatian yang serius.

Berbicara mengenai kegagalan bisnis, hal ini cenderung sering terjadi pada bisnis kecil dibandingkan dengan bisnis dalam skala yang besar. Mengapa? Sebab pada bisnis-bisnis besar perhitungan bisnis biasanya dipercayakan ke pihak-pihak yang kompeten seperti Business Consultant. Atau bisa juga bisa bertahan tanpa menggunakan jasa tersebut, namun mempunyai business plan sendiri.

Di bawah ini adalah alasan-alasan kegagalan pada bisnis kecil :

1.. Tidak punya bisnis plan

Banyak dari kita yang mempunyai keinginan untuk mendirikan bisnis, tapi tidak diimbangi dengan perencanaan yang matang. Tidak adanya bisnis plan yang dibuat menjadikan bisnis tersebut tak ada pedoman mau diarahkan kemana ke depannya. Ini adalah hal yang buruk. (Baca : Tips Menulis Business Plan)

2. Kekurangan modal

Sebagian besar bisnis yang gagal dan tutup adalah disebabkan oleh kurangnya modal. Ada banyak factor yang menyebabkan kurang modal tersebut, misal pada saat Anda salah menghitung budget yang dapat mengcover bisnis atau bisa juga dengan memberikan harga di bawah harga pasar sehingga lebih besar biaya operasional ketimbang keuntungan yang di dapat.

Baca juga : Cara Mengelola Arus Kas Sehat

3. Promosi kurang optimal

Konsumen sulit mengenali produk yang Anda tawarkan disebabkan promosi yang Anda lakukan kurang efektif. Jika hal ini terus menerus terjadi, lama kelamaan bisnis Anda akan tutup. Sebagai bahan pertimbangan, coba simak strategi pemasaran sturbuck yang tetap eksis bisnisnya hingga saat ini.

4. Produk yang kurang menjual

Memberi kesan pada suatu produk itu terblang penting sebab produk yang menarik akan mendatangkan minat dan antusias konsumen untuk membeli dan mencoba. Maka dari itu, kemaslah produk tersebut agar sedap dipandang mata. Pun yang tak boleh tertinggal, kualitasnya pun harus turut mendukung kemasan dari produk tersebut

5. Kurang Pengalaman

Ada banyak pengusaha yang terjun langsung mencoba untuk mencari peruntungan di dunia bisnis. Awalnya mungkin lancar-lancar saja, akan tetapi dunia bisnis terkadang agak berbeda dengan teori yang ada. Maka dari itu, pengalaman sangat dibutuhkan untuk mengelola bisnis yang berjalan. Atau setidaknya ada team yang mampu memantau dan memastikan jika cash flow dan prospek bisnis ke depan aman terkendali.

6. Lokasi yang tidak strategis

Lokasi adalah salah satu bagian dari marketing untuk mendukung bisnis Anda. Usahakan membuka bisnis di tempat yang banyak konsumen sesuai dengan pangsa pasar yang Anda tuju.

7. Penurunan pasar

Hal ini adalah sesuatu yang terkadang sulit untuk dielakkan. Terutama pada saat terjadi inflasi ekonomi, jika tidak bisa memberikan keputusan yang benar, bisnis akan mengikuti arus pasar yang sedang menurun sehingga membuat usaha merosot.

 

Dari pemaparan di atas, apakah Anda adalah salah satu yang mengalaminya? Baiklah, untuk solusinya cobalah berkonsultasi di Grapadi Konsultan, mau bisnis yang baru akan dirintis, sedang berjalan, atau yang mau membangun bisnis yang telah lama ditinggalkan pun bisa. Mari konsultasikan  bisnis Anda di Grapadi Konsultan!

 

 

 

 

Read More
Putri Larasati Februari 3, 2019 0 Comments

Langkah-langkah Inovasi Produk untuk Mempertahankan Bisnis

Saat ini, dunia bisnis semakin berkembang, mulai dari bisnis kecil hingga bisnis dalam lingkup besar sehingga semakin besar pula pesaing yang tak dapat lagi dihindari. Adanya pesaing tersebut diharapkan para pengusaha dapat mencari peluang untuk tetap eksis di dunia bisnis.

Nah, jika pada artikel sebelumnya telah dibahas siklus kehidupan produk dalam bisnis, maka masih dalam materi yang terkait, artikel kali ini akan membahas peran inovasi dalam mengembangkan kualitas produk dan kinerja bisnis.

Pada saat bisnis telah berjalan, banyak diantara pengusaha yang kurang memerhatikan pentingnya inovasi produk pada bisnis itu sendiri. Padahal dengan majunya teknologi, inovasi akan menjadi senjata yang tangguh dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Perusahaan yang terus-menerus melakukan inovasi, secara tak langsung akan meningkatkan kinerja bisnisnya pula.

Di lain sisi, inovasi produk juga digunakan sebagai solusi baru untuk menambah nilai tambah bagi pelanggan untuk menarik minat mereka sehingga meningkatkan daya jual bisnis yang sedang Anda jalankan. Inovasi produk yang ditawarkan nantinya juga akan memengaruhi kualitas produk itu sendiri, baik dari segi daya tahan produk, desain produk, dan manfaat atau fungsi dari produk tersebut. Semakin tinggi kualitas produk akan semakin tinggi pula tingakt respon yang akan diberikan oleh konsumen dan akan turut memengaruhi tingkat keuntungan yang akan didapatkan pada bisnis yang sedang dijalankan.

Anda bisa melakukan inovasi dengan mengikuti langkah-langkah inovasi produk di bawah ini:

  1. Cari masalah yang ditemui di sekeliling Anda, perhatikan keluhan-keluhan yang mungkin dilontarkan oleh konsumen Anda mengenai produk yang Anda tawarkan.
  2. Berpikir kreatif untuk mencari solusi dari masalah yang Anda temui, ambil setiap ide yang ditemui untuk menunjang inovasi yang akan Anda lakukan
  3. Jaring feedback dari konsumen, jadi konsepnya dari konsumen untuk konsumen. Ketika Anda mendengar keluh kesah dari konsumen mengenai produk Anda sebelumnya, cobalah untuk mendengarkan kembali keinginan konsumen terebut terkait produk yang dikeluhkan
  4. Waspadai pendapat minoritas, maksudya meski Anda sedang melakukan umpan balik dengan mencari feedback dari konsumen, tetap saja harus diobservasi lebih lanjut apakah yang dikeluhkan memang terkait permasalahan mengenai produk Anda ataukah hanya pendapat pribadi yang digunakan untuk memberi kepuasan pribadi konsumen tersebut saja. Bijaklah dalam memilahnya, apa lagi jika yang dikeluhkan jauh berbeda dari keluhan lainnya yang ada.
  5. Mengambil contoh dari kasus yang relevan dan cobalah kembangkan pada kasus yang sedang Anda temui saat ini. Di samping itu, sebaiknya ikuti perkembangan yang ada agar bisa terus survive dalam bisnis Anda.
  6. Berani mengubah. Ini adalah point terpenting dari semua point di atas. Meski sudah melakukan langkah sebelumnya dan mendapatkan satu konsep yang bagus untuk produk Anda nantinya, tapi Anda sendiri tidak punya keberanian untuk memulai perubahan pada produk yang akan Anda pasarkan tersebut. Maka semua akan sia-sia saja.

Bisnis adalah tentang bertahan dan berkembang di arus pasar. Oleh sebab itu, Anda harus terus melakukan inovasi agar tidak kehilangan pasar. Namun, jika mengikuti lagkah-langkah inovasi produk di atas terasa sulit cobalah untuk menggunakan jasa kami di Grapadi Konsultan. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengembangkan bisnis Anda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
Putri Larasati Februari 2, 2019 0 Comments

Pengaruh Siklus Kehidupan Produk terhadap ROA (Return On Asset) Bagi Perusahaan

Dalam perencaan bisnis atau bisnis planning, penentuan produk merupakan salah satu variabel di dalamnya. Mulai dari jenis produk apa yang akan dijual hingga kelebihan dan kekurangan produk tersebut atau lebih tepatnya mengenai semua hal yang berkenaan dengan produk yang akan ditawarkan di pasar.

Tahukah Anda jika siklus kehidupan produk bisa berpengaruh pada ROA (Return On Asset) Perusahaan? Baiklah, ROA (Return On Asset) maksudnya ialah ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba pada masa lalu yang kemudian diproyeksikan ke masa depan. Cukup menarik, bukan? Oleh karena itu, perlu pertimbangan yang matang dalam menganalisa suatu produk untuk langsung diterjunkan ke area pasar.

Ada 4 tahap yang memengaruhi siklus kehidupan produk, yakni:

  1. Tahap perkenalan (Introduction)
  2. Tahap pertumbuhan (Growth)
  3. Tahap kedewasaan (Maturity)
  4. Tahap penurunan (Decline)

 

Tahap perkenalan (Introduction)

Pada tahap ini, perusahaan berusaha memperkenalkan produk mereka untuk memperoleh market share sehingga lebih memfokuskan pengembangan, baik pengembangan produk, pengembangan pasar, ataupun pengembangan kapasitas. Pengembangan produk bisa  melalui berbagai riset dan pengembangan, sedangkan untuk pengembangan pasar bisa melalui iklan dan promosi lainnya. Terakhir, pengembangan kapasitas bisa melalui pengeluaran investasi pada pengembaran pabrik baru atau perluasan pabrik.

Pada tahap perkenalan, sudah dipastikan jika biaya yang diperlukan akan lebih banyak ketimbang pemasukan kas yang di dapat perusahaan. Oleh karena itu, aliran kas sudah pasti bernilai negatif.

 

Tahap pertumbuhan (Growth)

Pada tahap pertumbuhan, penjualan mulai meningkat dan terlihat pertumbuhannya. Permintaan di pasar cenderung meningkat sehingga menyebabkan aliran kas berubah daripada tahap perkenalan sebelumnya. Aliran kas bisa berubah menjadi positif atau dengan kata lain mendapatkan keuntungan dan menutupi pengeluaran atau bisa saja aliran kas tetap negatif namun dalam nominal yang kecil yang artinya pendapatan sudah bisa menghandle lebih dari setengah dari biaya yang dikeluarkan.

 

Tahap kedewasaan (Maturity)

Pada tahap ini, produk sudah semakin dikenal di pasar dan bisa dikatakan bahwa produk relative mapan sebab sudah mempunyai market share sendiri. Pada tahap ini tidak memerlukan upaya pengembangan lebih lanjut sebab pengeluaran investasi juga relative tidak signifikan untuk dilakukan. Dengan meningkatnya tingkat permintaan akan produk di pasar yang begitu banyak, perusahaan dipastikan bisa memperoleh laba yang cukup tinggi. Begitu pun, dengan pengelolaan biaya pun sangat penting agar mampu memperoleh biaya yang efeisien di tengah kompetisi produk yang semakin sengit.

 

Tahap penurunan (Decline)

Tahapan ini adalah tahap akhir pada siklus kehidupan produk dimana biasanya perusahaan akan membuat ancang-ancang untuk mengambil keputusan keluar dari bisnis produk tersebut. Hal ini disebabkan permintaan produk sudah mulai melemah dan tak mampu bersaing pada kompetisi pasar yang semakin keras. Untuk tetap mempertahankan posisi produk, perusahaan harus mampu berinovasi lebih lanjut terhadap produk. Biasanya untuk melakukan inovasi diperlukan biaya tambahan. Dengan demikian, aliran kas bisa bernilai tetap positif atau berubah menjadi negatif. Aliran kas bisa tetap bernilai positif (tapi mulai mengecil) apabila biaya yang dikeluarkan untuk berinovasi masih lebih kecil dari pendapatan produk yang ditawarkan di pasar. Namun, akan berubah menjadi negatif apabila ternyata pendapatan dari penjualan produk tidak bisa menutupi biaya inovasi yang dikeluarkan untuk mempertahankan produk tersebut.

 

Dari pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa ada tahapan pada siklus kehidupan produk yang sangat mempengaruhi tingkat kemampuan menghasilkan laba. Tahapan tersebut yakni terjadi pada tahap pertumbuhan dan tahap kedewasaan. Semakin lama durasi dari siklus kehidupan produk tersebut di tahap pertumbuhan dan tahap kedewasaan maka akan semakin banyak pula laba perusahaan yang akan didapatkan. Begitupun sebaliknya, jika durasi pada tahap perkenalan lebih lama dan tahap penurunan semakin cepat maka tingkat laba akan semakin kecil.

 

 

 

 

Read More
Putri Larasati Januari 30, 2019 0 Comments

Prediksi Kebangkrutan dalam Bisnis

Ketika suatu bisnis sedang berjalan dan berkembang, seorang analis keuangan setidaknya bisa memberi gambaran mengenai kondisi financial suatu perusahaan terkait apakah prospek bisnis ke depannya bagus dan akan semakin berkembang atau bahkan mungkin prospek bisnis ke depannya akan berada di masa-masa sulit dan riskan akan kebangkrutan. Hal ini harus segera diatasi, agar dapat mencari solusi yang terbaik bagi jalannya bisnis tersebut.

Berbicara mengenai kebangkrutan maka erat kaitannya dengan kesehatan suatu perusahaan. Kesehatan suatu perusahaan sendiri dapat digambarkan menjadi dua, yakni berada di titik sehat paling ekstrem atau berada di titik tidak sehat paling ekstrem.

Kesehatan perusahaan di titik sehat paling ekstrem maksudnya ialah perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan jangka pendek (likuiditas) dimana sifatnya hanya sementara dan belum begitu parah. Namun, walau begitu kesulitan semacam ini pun apabila tidak segera ditangani dengan benar akan berkembang menjadi kesulitan tidak solvable.

Di titik lainnya, kesehatan perusahaan berada titik tidak sehat paling ekstrem dimana posisi hutang lebih besar dibandingkan aset. Hal ini disebut juga dengan kesulitan insolvable.

Indikator kebangkrutan bisa dilihat dari cash flow perusahaan, analisis strategi perusahaan, hingga laporan keuangan perusahaan. Cakupan indikator tersebut meliputi:

  • cash flow perusahaan : analisis aliran kas untuk saat ini dan untuk masa mendatang
  • analisis strategi perusahaan : focus pada persaingan yang dihadapi oleh perusahaan, struktur biaya relative terhadap pesaingnya, kualitas manajemen, kemampuan manajemen mengendalikan biaya.
  • laporan keuangan perusahaan : melihat seberapa jauh penjualan bisa turun agar perusahaan masih bisa memperoleh keuntungan, biasanya diikuti dengan analisa break even point atau titik keseimbangan dan bisa turut dipakai untuk memprediksi kesulitan keuangan.

Berikut adalah variabel-variabel yang menunjukkan perbedaan perusahaan yang bangkrut dan tidak bangkrut secara konsisten :

  1. Rate of return : perusahaan yang bangkrut mempunyai tingkat return yang rendah
  2. Hutang : perusahaan yang bangkrut memiliki hutang yang sangat tinggi
  3. Fixed payment coverage : perusahaan yang bangkrut memiliki tingkat perlindungan terhadap biaya tetap yang lebih kecil
  4. Fluktuasi return saham : perusahaan yang bangkrut berada pada fluktuasi return saham yang lebih tinggi

Analisis kebangkrutan bisa dilihat dari empat variabel di atas. Adapun alternatif perusahaan untuk memperbaiki permasalahan keuangan tersebut, seperti di bawah ini:

  • Pemecahan secara informal, dapat dilakukan hanya apabila kondisi masih belum parah. Bisa dengan melakukan perpanjangan jatuh tempo hutang-hutang atau dengan komposisi yaitu dengan mengurangi besarnya tagihan dengan menurunkan klaim hutang.
  • Pemecahan secara formal, dilakukan apabila masalah sudah sangat parah dan kreditur ingin mempunyai jaminan keamanan. Bisa dilakukan dengan reorganisasi atau merubah struktur modal menjadi struktur modal yang layak, keputusan ini diambil jika dinilai perusahaan masih punya value lebih besar untuk diteruskan dibandingkan dengan value bila perusahaan dilikuidasi.  Bisa juga dengan melakukan likuidasi yaitu menjual aset-aset perusahaan, keputusan ini diambil jika dinilai perusahaan memiliki value yang lebih rendah jika diteruskan dibandingkan dengan value perusahaan saat dilikuidasi.

Tak ada satu orang pun yang mau mengalami kebangkrutan pada bisnis yang sedang dijalani. Oleh karena itu, analisis kebangkrutan sangat bermanfaat agar perusahaan dan pihak terkait bisa melakukan antisipasi yang diperlukan. Jika, manajemen bisa mendeteksi atau memprediksi kebangkrutan lebih awal, setidaknya bisa melakukan penghematan, misal dengan merger atau restrukturisasi keuangan agar biaya kebangkrutan bisa dihindari.

 

Read More
Putri Larasati Januari 30, 2019 0 Comments

Ingin Melakukan Riset Pasar? Hindari Kesalahan-Kesalahan Ini!

Melakukan riset pasar sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan apapun yang menyangkut bisnis yang Anda akan jalankan nantinya adalah hal yang lumrah sebab melakukan riset pasar tersebut merupakan point penting dalam setiap keputusan yang akan Anda buat nantinya. Ada banyak informasi yang akan Anda dapatkan apabila Anda melakukan riset pasar pada bisnis Anda, mulai dari tingkat konsumen, daya saing, minat atas produk, anggaran, mengukur tingkat keuntungan, hingga kendala yang mungkin akan terjadi pada saat bisnis berjalan, begitupun dengan solusinya biasanya telah bisa diatasai pula pada saat melakukan riset pasar tersebut.

Baca juga Pentingnya Riset Pasar Bagi Sebuah Bisnis

Adapun metode-metode yang dapat digunakan untuk melakukan riset pasar, yaitu menggunakan kuisioner yang dibagikan langsung pada konsumen yang ada di pasar, riset grup dan metode survei. Setelah melakukan salah satu metode tersebut amati tingkat persaingan yang ada, barulah setelah itu melakukan uji coba pasar.

Baca kembali Tiga Langkah Sederhana Dalam Riset Pasar

Meski langkah-langkah di atas terlihat cukup mudah untuk dikerjakan, namun Anda harus tetap berhati-hati. Jangan sampai riset yang Anda lakukan malah berbalik menjadi bumerang pada bisnis yang Anda telah jalankan pada suatu hari nanti. Berikut kesalahan-kesalahan yang harus Anda hindari ketika ingin melakukan riset pasar, yaitu:

  • Tidak mengetahui apa yang akan diriset. Ya, coba saja Anda bayangkan bagaimana mau melakukan riset atau apa yang akan Anda riset jika Anda saja tidak tahu persis apa yang akan diriset atau belum memutuskan hal apa saja yang akan diriset. Sungguh ini adalah kesalahan fatal bagi Anda. Cobalah untuk memutuskan terlebih dahulu tentang apa yang akan Anda riset.
  • Memilih bahan refrensi yang tidak valid dan tidak relevan. Sebenarnya tidak sulit untuk mencari refrensi dalam melakukan riset pasar, hanya saja Anda harus berhati-hati dalam memilih bahan refrensi yang akan digunakan. Jangan sampai refrensi yang Anda pakai merupakan refrensi yang tidak valid dan tidak relevan. Hal ini akan membuat data Anda akan menjadi bias karena tidak akurat.
  • Hanya merujuk pada satu set data. Cobalah untuk melakukan compared antara data yang satu dengan yang lainnya sebab data yang satu cenderung akan berpengaruh pada data riset lainnya. Jika hanya merujuk pada satu set data saja maka peluang melesetnya hasil riset terhadap bisnis akan semakin besar.
  • Menggunakan Asumsi Sendiri dalam melakukan riset. Sebaiknya gunakan saja data primer dan data sekunder yang telah Anda lakukan, hindari menggunakan asumsi sendiri pada riset. Bukan tidak boleh, hanya saja silahkan menggunakan asumsi asal masih bersifat rasional.

Dari pemaparan di atas, diharapkan Anda tidak melakukan kesalahan yang sama pada saat Anda melakukan riset pasar.

Read More
Putri Larasati Januari 28, 2019 0 Comments

Peran Riset dan Pengembangan dalam Ekonomi Industri Kreatif

Di era milenial ini ada banyak sektor yang mendapat perhatian publik, khususnya pada sisi ekonomi Indonesia. Dengan adanya klaim pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada perekonomian negara saat ini, ekonomi industri kreatif adalah salah satu sektor yang paling menjadi sorotan dan patut dipertimbangkan keberadaannya.

Apa itu Industri Kreatif?

Industri kreatif adalah industry yang mengedepankan kreativitas tentu saja, lalu diiringin dengan skill dan talent yang memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual. Dalam industri kreatif, hampir sama dengan transaksi ekonomi pada umumnya dimana penyediaan produk kreatif bisa langsung kepada pelanggan atau melalui pendukung penciptaan nilai kreatif pada sektor lain yang tidak langsung berhubungan dengan pelangan itu sendiri.

Produk kreatif biasanya memiliki siklus hidup yang singkat, mempunyai resiko, margin, keanekaragaman, dan persaingan yang cukup tinggi, serta produknya juga mudah untuk ditiru. Selain ekonomi itu sendiri, sektor yang turut bersumbangsih dalam industri kreatif secara tidak langsung yaitu mencakup sektor teknologi, seni dan budaya. Secara rinci, departemen perdagangan mencatat ada 14 cakupan bidang dalam ekonomi kreatif, yaitu jasa periklanan, arsitektur, seni rupa, kerajinan, desain, mode (fashion), film, music, seni pertunjukkan, penertbitan, riset dan pengembangan, software, tv dan radio, serta video game.

Riset dan Pengembangan

Riset dan Pengembangan (R&D) merupakan kegiatan kreatif yang mencakup usaha inovatif yang memberikan penawaran berupa penemuan ilmu dan teknologi, serta penerapan ilmu dan pengatahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, serta teknologi baru agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Ada 3 unsur dalam riset dan pengembangan tersebut, yaitu :

  • Menghasilkan ilmiah baru tanpa tujuan aplikasi
  • Riset terapan yang memanfaatkan pengetahuan sebelumnya untuk berinovasi terkait suatu produk
  • Mengembangkan dan mengomersilkan aplikasi baru atau perbaikan yang ada

Adapun manfaat riset dan pengembangan mencakup :

  • Peningkatan persediaan pengetahuan, baik pengetahuan tentang cara meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, pendanaan, dan sebagainya yang berhubungan dengan industry kreatif tersebut
  • Peningkatan keterampilan pekerja, baik dalam segi inovasi sosial maupun kewirausahaan kreatif.
  • Menghasilkan instrumentasi ilmiah dan metodologi
  • Meningkatkan jejaring sosial dan akses informasi mengenai jumlah permintaan dan penawaran dalam pasar

Di Indonesia sendiri, sektor ekonomi kreatif dibawahi langsung oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF). Berdasarkan data dari BEKRAF sendiri, tercatat ada 5 provinsi yang memiliki pertumbuhan PDRB (Produk Domestic Regonal Bruto) yang paling signifikan terjadi pada wilayah Sumatera Utara, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur dan Bali.

Jika dibandingkan di dua tahun yang berbeda, akan terlihat angka kenaikan pertumbuhan pada bidang ekonomi kreatif, yaitu pada tahun 2014 dan 2016. Pada tahun 2014, masing-masing persentase untuk subsektor kuliner, kriya dan fashion ialah 1.91%, 1,89%, dan 1.62%. Sedangkan pada tahun 2016, masih dengan subsektor yang sama masing-masing subsektor persentase tercatat menjadi 41.40% pada kuliner, 14,4% pada kriya, dan 18,01% pada fashion.

Hal ini menunjukkan bahwasannya ekonomi kreatif akan sangat berpotensi menjadi poros ekonomi di masa yang akan datang karena tidak hanya besarnya nilai pendapatan yang akan diterima negara saja, program ini juga setidaknya mampu menurunkan angka penggangguran di Indonesia sebab ekonomi kreatif mampu untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi lapangan kerja yang akan tercipta nantinya.

Oleh karena itu, riset dan pengembangan di Indonesia pun harus terus dikembangkan agar mampu mendorong angka ekonomi  kreatif itu sendiri. Pemerintah juga diharapkan dapat mengambil bagian dengan menerapkan strategi yang jelas terkait pembangunan ekonomi kreatif berbasis riset dan pengembangan dan punya prioritas kerjasama yang tepat sesuai dengan orientasi kebutuhan saat ini dan prospeknya di masa depan.

 

 

Baca juga artikel terkait mengenai ekonomi dan bisnis lainnya.

Read More
Putri Larasati Januari 28, 2019 0 Comments
Selamat Datang Di Grapadi Konsultan
WhatsApp
ArabicChinese (Simplified)DutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanPortugueseSpanish